
Waktu kian berlalu, matahari sudah mulai turun dan hanya tinggal satu setengah jam lagi sebelum tenggelam, yang artinya, para calon murid hanya memiliki waktu satu jam lagi sebelum ujian tahap kedua ini berakhir.
Dan saat ini, Xie Ling dan kakaknya Xie Long sudah berhasil mengumpulkan lebih dari empat puluh kristal jiwa, yang artinya, mereka berdua sudah memenuhi syarat untuk bisa lolos ke ujian tahap ketiga.
Akan tetapi, Xie Long tidak ingin terburu-buru menyelesaikan ujian tahap kedua ini, dia ingin memanfaatkan waktu satu jam terakhir untuk mengumpulkan kristal jiwa sebanyak mungkin, karena nantinya, kristal jiwa itu akan ia gunakan untuk meningkatkan kultivasinya.
Kejadian yang mereka alami sebelumnya membuat Xie Long sadar seberapa berbahaya dunia kultivasi, selain itu, ia juga menyadari jika dirinya yang sekarang sangatlah lemah, bahkan untuk melindungi adiknya saja ia masih tidak mampu.
"Kakak, kemana tujuan kita sekarang?" tanya Xie Ling.
"Kita akan tetap menyusuri hutan ini, aku yakin waktu satu jam itu sudah cukup untuk mengumpulkan beberapa kristal jiwa lagi" jawab Xie Long.
"Ling'er, apa kau ingat kejadian saat kita berhadapan dengan harimau itu?"
"Aku tidak ingat apa-apa, tapi menurut paman, dialah yang telah mengalahkan harimau itu."
Xie Long terdiam mendengar ucapan adiknya itu, padahal jelas-jelas ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri jika adiknya lah yang membunuh harimau tersebut, dan ia sangat yakin, apa yang ia lihat itu adalah kenyataan.
"Sepertinya ada yang disembunyikan oleh ayah dan paman" gumam Xie Long.
Walaupun mereka masih belum menyadari keberadaan kekuatan dahsyat dalam tubuhnya, namun Xie Long sudah bisa menyimpulkan bahwa ada suatu rahasia yang sengaja disembunyikan dari mereka.
"Rahasia apa yang mereka sembunyikan dari kami? Dan kenapa paman harus berbohong pada Ling'er?"
"Kakak!"
Xie Long tersadar dari lamunannya mendengar ucapan adiknya "Ada apa?"
"Lihat, sepertinya ada pertarungan besar di sana" jawab Xie Ling.
__ADS_1
Xie Long mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh adiknya, dan benar saja, ia juga bisa merasakan keberadaan aura kekuatan yang sangat besar berasal dari arah tersebut.
"Kau benar! Mari kita periksa" ucapnya, kemudian menuju ke arah sumber aura kekuatan tersebut.
Setibanya di tempat yang dimaksud, keduanya langsung dikejutkan oleh pertarungan antara dua ekor burung melawan segerombolan serigala, namun yang lebih mengejutkan mereka adalah, kekuatan kedua jenis hewan spiritual itu berada di ranah Surga tingkat puncak.
"Kak, pertarungan ini sangat berbahaya, sebaiknya kita pergi dari sini" ucap Xie Ling.
"Tidak, aku masih ingin menyaksikan pertarungan mereka, lagipula, kita mungkin bisa mengambil keuntungan dari pertarungan ini" sahut Xie Long.
Sementara itu.
Pertarungan antara sepasang burung berwarna merah kehitaman melawan segerombolan serigala berlangsung sengit, walaupun kalah dalam jumlah, namun kedua burung itu sangat diuntungkan oleh posisi.
Mereka berdua adalah hewan spiritual yang menguasai udara, sedangkan lawan yang mereka hadapi tidak bisa terbang, jadi sangat mudah bagi kedua burung itu melancarkan serangannya, bahkan sudah lebih dari setengah jumlah serigala berhasil mereka bunuh.
Meski begitu, kekuatan para serigala tersebut juga tidak bisa diremehkan, walaupun mereka tidak bisa terbang, namun serangan energi spiritual yang mereka lancarkan, cukup membuat kedua burung itu kewalahan.
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat terjadi ketika kedua burung itu menembakkan bola api berwarna merah kehitaman kearah para serigala, udara disekitar tempat pertarungan langsung berubah panas, bahkan tidak sedikit serigala yang berhasil mereka bunuh.
"Kekuatan api yang sangat luar biasa" gumam Xie Long.
***
Setengah jam berlalu, pertarungan sengit antara dua jenis hewan spiritual itupun berakhir dan berhasil dimenangkan oleh sepasang burung tersebut, akan tetapi, keduanya juga terluka parah dan telah kehilangan banyak tenaga, bahkan untuk terbang saja sudah sangat sulit.
"Ling'er, ini kesempatan kita!" ujar Xie Long, kemudian meraih pedangnya dan bersiap untuk menyerang kedua burung itu.
__ADS_1
Sama halnya dengan sang kakak, Xie Ling juga melakukan hal yang sama dan melesat maju untuk menyerang kedua burung tersebut, namun saat mereka berada didepannya, kedua burung itu malah terdiam dan tidak melakukan apapun.
Selain tidak memberikan perlawanan, kedua burung itu juga menundukkan kepalanya pada si kembar, seolah-olah mereka berdua terlihat pasrah menerima takdirnya untuk mati di tangan si kembar.
Akan tetapi, kejadian itu justru membuat niat si kembar lenyap begitu saja, dan entah mengapa, mereka berdua tiba-tiba saja merasa seperti sudah mengenal kedua burung itu sejak lama.
"Ada apa ini? Kenapa hatiku menolak untuk membunuh mereka?"
Disisi lain.
Xie Ling yang juga merasakan hal yang sama, lebih memilih untuk menyimpan pedangnya, kemudian ia memberanikan diri untuk mendekati salah seekor dari burung tersebut, dan dengan sedikit keraguan, ia mencoba untuk menyentuh kepala burung itu.
"Ling'er, jangan!"
Xie Long mencoba menghentikan adiknya namun sudah terlambat, karena saat ini, telapak tangan Xie Ling sudah menyentuh kepala burung tersebut dan seketika itu juga, di langit muncul lingkaran sihir yang memancarkan cahaya hingga menyelimuti tubuh mereka.
"I-ini..."
Meski belum memahami dengan apa yang sebenarnya terjadi, namun Xie Long sangat yakin jika apa yang ia saksikan saat ini adalah, proses untuk melakukan kontrak jiwa antara kultivator dan hewan spiritual.
"Ini benar-benar aneh, kenapa Xie Ling bisa melakukan kontrak jiwa dengannya?"
Karena penasaran, Xie Long kemudian mencoba untuk melakukan hal yang sama seperti yang adiknya lakukan, dan benar saja, saat telapak tangannya menyentuh kepala burung itu, kejadian yang sama juga menimpa dirinya.
"Bagus, akhirnya mereka bertemu lagi setelah beberapa tahun terpisah" gumam Lin Feng yang sedari tadi mengawasi kedua anaknya.
"Rencana Tuan memang luar biasa, aku sendiri sampai tidak menyangka jika Tuan sudah memikirkan masa depan anaknya sampai sejauh ini" lanjutnya.
Kedua burung itu adalah burung yang menetas dari sepasang telur Beast yang didapat Lin Feng saat lelang di dimensi kedua, pada saat kedua telur itu menetas, Lin Feng langsung mengikat jiwa kedua burung itu dengan darah Xie Long dan Xie Ling yang saat itu masih kecil.
__ADS_1
Setelah itu, Lin Feng sengaja melepaskan kedua burung tersebut agar mereka bisa tumbuh dengan sendirinya, ia juga tidak khawatir jika kedua burung itu memilih Tuan lain, karena ia sudah mengikat jiwa mereka dengan darah anaknya.
Dengan kata lain, proses kontrak jiwa antara si kembar dengan sepasang burung itu sudah terjalin sejak lama, dan hanya tinggal menunggu waktu sampai proses tersebut benar-benar bisa diselesaikan, jadi sangat wajar jika si kembar merasa tidak asing dengan kedua burung Phoenix tersebut.