Pacar Bohongan

Pacar Bohongan
Paket dan Surat


__ADS_3

Tadi kunci, sekarang ponsel. Entah kenapa dengan hari ini. Sulit sekali mencari barang yang tertumpuk di ransel, padahal isinya hanya buku, kotak pensil, laptop, dan charger. Aku sampai harus mengeluarkan semua isinya, supaya benda mungil pemanggil orang bisa beralih posisi jadi berada dalam genggaman tangan.


Layarnya ditepuk sekali, memastikan notifikasi yang belum terbaca sore hingga malam ini. Ada tiga si pengirim pesan. Pertama dari Kak Bagas yang sudah biasa aku abaikan. Kedua dari Kak Soraya dan yang ketiga dari Prayoga. Telunjukku memilih profil Prayoga karena keperluan terpenting jatuh padanya.


Dari : Prayoga


Ra, padahal tadi saya mau anter


Ra? Udah nyampe?


Aman, kan?


Ra?


Kalau udah sampe balas chat ya. Kepikiran, oi!


Pakai acara kepikiran segala. Dia mudah khawatir ternyata. Tidak mau menyiksa batin anak orang, cepat-cepat aku mengetik balasan.


^^^^^^Untuk : Prayoga^^^^^^


^^^Udah nyampe barusan. BTW, ini jas punya kamu?^^^


Pesan terkirim sedetik kemudian dan notifikasi di profil Prayoga berubah online. Cepat juga.


Dari : Prayoga


Iya punya saya.


Hah, baiklah. Kesalahanku karena tidak mempertanyakan ini, padahal kami sempat berbincang lama di lorong tadi.


^^^Untuk : Prayoga^^^


^^^Kenapa gak minta balikin? Kamu tadi naik motor gak pake jas/jaket, dong?^^^

__ADS_1


Lagi-lagi dia membalas secepat kilat. Hanya selisih dua detik denganku yang mengirim pesan.


Dari : Prayoga


Hehehe, sengaja. Besok balikin ya, Ra.


Aku menatap jas yang tergolek lemas di tepi ranjang. Mencoba berpikir sejenak, supaya menemukan cara terbaik mengembalikan jas itu kepada Prayoga. Apa langsung dikembalikan? Tidak perlu aku cuci, nih?


Sebuah pesan masuk seakan menjawab dua pertanyaan yang baru saja lewat.


Dari : Prayoga


Besok langsung bawa ya. Gak perlu dicuci


Ah, baiklah. Tadinya aku mau berbesar hati, menyimpan jas itu sehari untuk dicuci dan disetrika.


Selesai dengan Prayoga, jariku lantas memencet tombol kembali. Seingatku, Kak Soraya juga mengirim pesan. Laman pun berganti karena ibu jari kembali menekan profil si pengirim pesan.


Dari : Kakakku 💩


Ada paket di atas meja belajar


Dari Bagas


Tidak ada niatan untuk membalas pesan karena perhatianku tertuju pada sebuah kotak di meja belajar. Benaran ada paket ternyata. Sebelum membukanya, aku membaca dulu tulisan si pengirim yang tertera di permukaan paket. Bukan tidak percaya pesan Kak Soraya. Aku hanya berjaga-jaga. Mengingat dia orang yang usil dan saat ini tengah bersikeras menjodohkanku dengan kawannya—Marcel. Ya, aku hanya takut saja dia menyalahgunakan nama Bagas, demi kepentingan si playboy itu.


Aku bisa berembus lega begitu melihat nama Kak Bagas yang terpampang. Lembaga ekspedisi yang mengirimnya pun berlokasi di sekitaran Cisarua. Artinya, paket ini bisa dipercaya. Benaran Kak Bagas pengirimnya.


Tidak sabar dan dipenuhi rasa penasaran, aku menyimpan ponsel ke sisi meja yang aman. Gunting yang memang tersedia di tempat alat tulis mulai bekerja sesuai fungsinya. Mula-mula aku mengupas plastik, lalu kemudian bubble wrap. Selesai sudah acara membuka kemasan, kini aku disajikan pada sebuah tulisan tangan dari atas kotak.


HADIAH ULANG TAHUN YANG BELUM SEMPET KAKAK KASIH


Selama beberapa saat aku tertegun, menyentuh dan mengelus tulisan tangannya yang rapi. Memang tidak seperti kebanyakan lelaki. Kak Bagas yang kukenal terlalu cerdas sampai karya tangannya pun terlihat indah.

__ADS_1


Bau-bau kesedihan kembali menyeruak, menyesakkan dada, hingga sukses melemaskan pertahanan kaki. Aku berujung membawa kotak tersebut duduk di lantai. Kedua tangan yang bergetar seakan ikutan andil dalam meloloskan penutupnya.


Ada sebuah jaket, jam tangan, parfum, dan medali bertuliskan Best Girlfriend Ever. Aku tertawa lepas, mengekspresikan rasa sedih dan bahagia yang terasa dalam sekali waktu. Kulit perutku terasa perih, disertai tetesan air mata yang keluar tanpa permisi.


Aku menarik jaket tersebut, bersamaan dengan keluarnya secarik kertas dari lipatan kain tersebut. Ada pesan lain ternyata. Kenapa dia jadi senang menulis pesan? Apa tidak cukup menghujaniku dengan belasan hingga puluhan chat?


Tentu saja surat itu lebih menarik ketimbang isi kotak. Sementara waktu, aku menahan niat melihat detail model dan hiasan jaket karena ingin membaca surat yang terselip itu. Masih dengan ukiran tangannya. Kali ini, isinya lebih panjang ketimbang pesan yang tersemat di penutup kotak.


Dara ...


Kakak harap kamu mau terima karena dari awal barang-barang ini buat kamu. Terlambat banget? Kakak tahu kok, tapi lebih baik telat daripada enggak sama sekali.


Anggap aja kakak putus asa sampe nulis beginian. Susah mau ajak kamu komunikasi tuh. Notif memang read, tapi kamu gak pernah kirim balesan. Apa jangan-jangan lagi pasang mode terjun bebas? Gak pernah baca satu-satu pesan, langsung scroll aja sampai akhir. Gitu, kan?


Gimana kita mau selesain masalah coba? Apa perlu kakak datang dulu? Oke, kalau emang harus begitu, kakak bakalan datang ke sekolah. Hari H acara PORSENI. Tunggu. Jangan kabur. Jangan lari apalagi menghindar!


"Ini surat apaan, sih? Ngajak ketemu atau ngajak adu tinju? Kenapa nantang banget? Dia gak sadar lagi ada diposisi salah? Heran, deh!" Aku melempar kertas bertulisan tangannya ke sembarang arah. Tak lupa menendang kotak hingga seperangkat hadiah ulang tahun itu berhamburan isinya.


Amarah sudah menguasai hati sampai dadaku terasa terbakar. Dia mulai gila. Kelamaan bertapa di gunung sampai tidak tahu cara membujuk yang baik dan benar. Dia, kan, salah. Kenapa berlagak sombong?


"Dikira gue bakalan kabur apa? Ya, kagak, lah! Awas, aja, kalau sampai dia gak datang ke sekolah!"


Mataku menyusuri lagi semua benda yang bertebaran di kamar sampai berhenti di tepi meja belajar. Layar ponsel berkedip-kedip. Tanda ada pesan yang masuk.


Langkah besar dan bertenaga, aku meraih benda itu. Senyum menyeringai lantas tercipta begitu membaca nama yang terpajang di sana.


"Mode terjun bebas kan, katanya? Oke, kita pasang mode terjun bebas!" Aku membuka bilah pesan dari Ayang, lalu menekan tombol scroll down. Selesai.


***


NOTTE


Kurang lebih, ini hampers yang dikirim Bagas via ekspedisi.

__ADS_1



__ADS_2