Pelayan Simpanan Raja Vampir

Pelayan Simpanan Raja Vampir
Bab 21. Karena Aku Suamimu


__ADS_3

“Keadannya nggak terlalu buruk. Yang Mulia Putri Floretta hanya merasa shock dan juga mengalami gejala hipotemia. Jadi beliau hanya perlu istirahat dan tetap merasa hangat,” ujar Sang dokter yang memeriksa istri raja vampir tersebut.


“Syukurlah. Terima kasih, Whitney White,” ujar Alden merasa lega.


Floretta mendengar dua orang pria sedang mengobrol. Wanita dari ras manusia itu mengerjapkan matanya. Namun, kelopak matanya masih terlalu berat untuk terbuka.


“Sama-sama, Yang Mulia. Aku rasa Yang Mulia bisa kembali ke kamar dan beristirahat. Aku dan para perawat yang akan berjaga di sini,” ujar Whitney.


“Nggak apa-apa. Aku akan istirahat di sini saja dan menunggunya bangun,” tolak Alden.


“Tetapi Yang Mulia pasti merasa sangat kelelahan, setelah melawan para preman dan menempuh perjalanan jauh tadi,” ujar Whitney lagi.


“Apa kamu tahu alasannya Putri Floretta kabur dari istana? Dia merasa tidak nyaman dengan bangsa kita. Jadi aku nggak mau membiarkannya merasa sendirian dan ketakutan lagi. Aku akan menemaninya di sini sampai dia bangun.”


Alden bersikukuh pada pendiriannya. Raja vampir itu mengambil sebuah bantal lalu meletakkannya di atas sofa. Rencananya pria itu akan meluruskan badannya sejenak di sana, sampai sang istri terbangun.


Dokter pribadi raja tersebut tidak lantas mematuhi perintah sang raja. Dia berdiri menghadap Alden, lalu melontarkan sebuah pertanyaan yang tidak terduga.


“Kenapa Yang Mulia selalu menyelamatkannya? Padahal Yang Mulia tahu, seseorang yang kabur dari istana akan dianggap sebagai pengkhianat. Dan orang yang membantunya juga di-cap sebagai kriminal. Ini akan menjadi alasan baru bagi anggota dewan untuk melengserkan Yang Mulia.”


“Aku sama seperti dirinya. Merasa kesepian, meskipun berada di tempat yang ramai. Dan nggak ada seorang pun yang mengerti isi hatiku. Hanya saat bersamanya aku merasa hidup kembali,” sahut Alden Black.


“Lagipula, aku yang membawanya ke sini. Jadi aku yang harus bertanggung penuh atas dirinya,” sambung suami Floretta itu lagi.


Floretta yang tanpa sengaja mendengar obrolan itu meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka, jika Alden rela melanggar hukum demi menyelamatkannya.


“Saya nggak menyangka, ternyata Yang Mulia Raja bisa bersikap se-romantis ini. Padahal sejak dulu Yang Mulia paling anti sama perempuan, termasuk saya,” ujar Whitney White.


“Ehem! Kamu mau memujiku atau menjatuhkanku, sih?” ucap Alden pura-pura marah.

__ADS_1


“Hahaha, bukan begitu maksudku. Tetapi aku senang jika Yang Mulia akhirnya merasa bahagia,” balas wanita yang dulu pernah menyukai Alden tersebut.


“Karena itulah, aku akan tetap berada di sini menemani istriku. Aku merasa bersalah karena membuatnya ketakutan, selama tinggal di sini,” sahut Alden.


“Baiklah kalau yang Mulia ingin tetap di sini. Jika butuh sesuatu, kami akan segera datang,” ujar Whitney lalu undur diri.


Setelah Whitney pergi, Floretta pun membuka kelopak matanya. Dia sudah tidak terkejut lagi, melihat dirinya terbaring di kamar mewah milik sang raja. Baru beberapa hari, Floretta sudah terbiasa dengan kemewahan di sana.


“Floretta, kamu sudah bangun? Apa ada yang terasa sakit? Dokter baru saja pergi.” Alden datang membawa sebuah selimut tebal, lalu membentangkannya menutupi tubuh Floretta.


“Uhm, iya? Kita udah sampai di istana?” ucap Floretta kemudian.


“Iya, kita sudah sampai di istana. Kamu tertidur selama di perjalanan,” ujar Alden sembari mengalihkan pandangannya dari sang istri. Dia menyembunyikan kenyataan, kalau mereka pulang duluan ke istana melalui teleportasi.


Raja vampir tersebut kemudian menyalakan penghangat ruangan. Suhu udara di musim dingin kali ini sangat ekstrem. Manusia seperti Floretta tidak akan kuat menahan dinginnya udara di dunia vampir, yang jauh lebih rendah berkali-kali lipat dibandingkan dunia manusia.


“Cuaca di perbatasan sangat buruk. Jadi aku belum bisa mengantarmu ke dunia manusia,” ucap Alden dengan lembut. “Tapi aku janji akan mengantarmu pulang ke dunia manusia, jika keadaan telah aman,” sambung sang raja vampir.


“Kamu merasa nggak nyaman di sini, kan? Aku nggak akan memaksamu untuk tinggal di sini lagi. Kamu boleh pulang ke dunia manusia, dan memilih pelayan dari bangsamu sendiri,” jelas Alden.


Kening Floretta semakin berkerut mendengar kalimat sang suami. Memang benar Floretta tidak merasa nyaman tinggal di tengah para vampir tersebut. Tetapi sikap baik Alden tetap membuatnya curiga. Terutama setelah mendengar kalimat Alden tentang rencana rahasianya.


“Kenapa kamu menyelamatkanku lagi?” ucap Floretta dengan lirih.


Meskipun tadi dia sudah mendengar pertanyaan yang sama dari Whitney, Floretta tetap ingin mendengarnya langsung.


“Huh? kenapa kamu ngomong gitu?” balas Alden dengan kening berkerut.


“Aku ini hanya seorang yatim piatu. Nggak punya gelar akademik, nggak punya harta, wajah juga pas-pasan. Kenapa kamu terus menyelamatkan aku? Apa alasannya?” Floretta mengulangi pertanyannya dengan lebih lengkap.

__ADS_1


“Hahaha? Alasan?” Alden tertawa mendengar kalimat Floretta barusan.


“Kok malah ketawa, sih? Aku serius, loh,” desak Floretta dengan wajah cemberut.


“Kenapa harus ada alasan untuk menyelamatkanmu? Bukannya memang tanggung jawab suami untuk melindungi istrinya?” sahut Alden sambil tersenyum tipis.


Ternyata jawaban Alden berbeda dengan jawaban yang diberikan untuk Whitney tadi, meskipun pertanyaannya sama.


“S-suami?”


Floretta mengalihkan pandangannya dengan cepat, sebelum wajah tampan raja vampir itu kembali membuat hatinya galau.


“Iya. Aku suamimu, kan? Dan hal penting yang harus kamu ketahui. Tanpa ijazah universitas dan sertiftkat tanah ribuan hektar pun kamu tetap berharga di mataku. Jadi jangan merasa rendah diri,” sambung sang raja vampir itu lagi.


Floretta bisa merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Pipinya juga merasa sedikit menghangat, mendengar pengakuan sang raja tersebut. Hanya Alden seorang yang berkali-kali mengorbankan diri untuk melindunginya.


“Walaupun darahku rasanya nggak enak?” ucap Floretta dengan ragu.


“Iya, walaupun darahmu rasanya nggak enak. Kamu tetap berharga di mataku,” jawab Alden dengan yakin.


“Aku masih nggak percaya padamu, Al. Kamu terlalu banyak menyimpan rahasia di belakangku,” ujar Floretta, setelah berhasil menenangkan jantungnya.


Alden mengusap punggung tangan Floretta yang dingin bagaikan tumpukan es. Biasanya Floretta akan menari tangannya karena risih. Tetapi kali ini dia membiarkannya saja.


“Aku nggak memaksamu percaya padaku. Karena itulah aku ingin memulangkanmu ke dunia manusia, jika kamu merasa tidak nyaman di sini. Aku merasa bersalah karena kamu sampai ingin kabur dari sini,” ucap Alden.


“Tetapi kalau kamu meminta perceraian, aku baru bisa mengabulkannya enam bulan lagi. Sampai semua hadiah pernikahan yang aku berikan, sudah balik nama atas nama kamu,” sambung Alden lagi.


Floretta mengangkat wajahnya, dan menatap mata sang suami lekat-lekat. Sekali lagi dia tidak menemukan kebohongan di sana.

__ADS_1


“Apakah raja vampir ini berkata jujur, atau seorang actor professional sampai tujuannya terpenuhi?” batin Floretta.


(Bersambung)


__ADS_2