Pelayan Simpanan Raja Vampir

Pelayan Simpanan Raja Vampir
Bab 86. Sihir Amore


__ADS_3

"Apa-apaan ini? Di mana botol darah itu? Aku yakin tadi meninggalkannya di sini."


Erlina yang berwujud kelelawar hitam, menyusup ke dalam Kastil Welwitschia, dan menuju ke ruang bawah tanah tanpa diketahui oleh siapa pun. Vampir betina itu terkejut, melihat lingkaran sihirnya yang berbentuk bola kaca tembus pandang itu retak di mana-mana. Salah satu sisinya juga pecah, dan memungkan Floretta untuk kabur.


Erlina pun mengubah wujudnya menjadi manusia, dan memerika retakan itu dengan sihir. Kedua tangannya dia letakkan di permukaan lingkaran sihirnya yang telah retak. Wanita cantik berkulit pucat itu pun memejamkan mata, dan mengalirkan energi sihirnya berwarna ungu pekat ke permukaan lingkaran sihir.


Bats!


Erlina mendadak membuka matanya, lalu menggeram pelan. Sekilas dia melihat bayangan Floretta yang tengah memanggil nama Alden, hingga pria itu datang menolongnya.


"Mustahil! Apa itu sihir Amore? Sihir tertinggi yang dimiliki para vampir. Bahkan aku dan keturunan Amethyst yamg memiliki sihir di kerajaan ini pun nggak memilikinya? Tapi kenapa seorang manusia seperti dia bisa melakukannya?"


Erlina tercengang, melihat Floretta yang terus merintih dan menyebut nama Alden Black sambil memejamkan mata. Perlahan-lahan energi sihir yang dibuat untuk menaungi penjara bawah tanah itu pun memudar, dan membentuk warna merah muda.


Setelah itu, lingkaran sihir pelindung yang buat oleh Erlina itu pun retak di beberapa sisi. Tak berapa lama kemudian, sang raja vampir pun datang dan memecahkan sihir pelindung itu dengan mudahnya. Alden Black lalu menyelamatkan Floretta.


"Keparat! Aku nggak terima! Harusnya aku yang bersama raja vampir itu!"


Erlina mengamuk di penjara bawah tanah yang pengap itu. Suara jeritan dan tangisannya, terperangkap di dalam dinding batu yang berlapis. Beberapa kali dia melayangkan tinjunya ke permukaan batu abu-abu tersebut.


"Orang lain mungkin mengira, kalau aku ingin menjadi ratu karena mengincar kedudukan dan kekayaan. Tapi yang ku inginkan bukan cuma itu. Aku benar-benar mencintai vampir cacat itu," batin Erlina menangis.


Harapannya untuk bersama Alden semakin pupus. Rasa cinta antara Floretta dan Alden sudah dibuktikan dengan adanya sihir amore tersebut. Sihir tersebut hanya bisa dimiliki oleh beberapa pasangan yang memiliki hubungan batin yang sangat kuat.

__ADS_1


Sihir itu bisa memecahkan kekuatan sihir lain. Alasannya? Sampai sekarang belum ada yang bisa memecahkan rahasia itu. Tak cuma itu, sihir amore menghubungkan dirinya dengan pasangan yang berada di tempat yang sangat jauh, bahkan beda dunia sekali pun.


Namun ada satu hal yang perlu diingat. Sihir amore yang penuh rahasia itu hanya bisa terbentuk, apabila kedua belah pihak memiliki rasa cinta dan kasih sayang yang sama besar. Itulah sihir amore disebuta juga dengan sihir cinta suci nan abadi.


Sihir amore ini terakhir kali dimiliki oleh raja vampir yang bergelar Vlad ke empat, lima ratus tahun yang lalu. Dia mampu menyelamatkan sang istri yang terjebak di dalam istana, ketika Kastil Ecarlatte terbakar karena perang saudara. Raja Vlad empat menyebut nama sang istri berulang kali, hingga api sihir yang menaungi istana perlahan-lahan padam. Para prajurit pun datang menyelamatkan sang ratu.


"Apa Alden secinta itu sama seorang manusia? Sampai mereka bisa menciptakan sihir itu?" gumam Erlina dengan tubuh lemas.


Hatinya merasa sedih, kesal, mata, serta kecewa. Semuanya menyatu dan membuatnya kacau balau. Kenapa seorang putri vampir yang diinginkan oleh seluruh pria di negeri ini, justru kalah dengan seorang manusia yang berasal dari kelas bawah?


"Ah! Apa jangan-jangan Floretta itu sebenarnya bukan manusia? Tapi kayaknya nggak mungkin, deh. Karena darah para vampir itu warnanya hitam dan baunya busuk seperti bangkai. Jadi sebernarnya siapa wanita itu?"


Erlina kembali teringat akan botol kaca berisi darah Floretta, yang raib secara misterius. Dalam ingatannya tadi, dia tidak melihat Alden atau Floretta mengambil dan membawa botol kaca dengan cairan merah kental tersebut.


"Ah, apa salah seorang anggota dewan istana ada yang berkhianat dariku?" pikir gadis itu curiga. "Kalau itu benar, aku pasti akan menghancurkan tubuhnya hingga berkeping-keping," gumamnya dalam hati.


"Kamu istirahat di sini aja, ya. Jangan ke mana-mana. Kak Nanti Nyonya Magenta bakal datang nemani kamu. Aku mau mau mengurus pekerjaan dulu," ujar Alden sambil mengecup kening sang istri dengan lembut.


Floretta yang sedang berbaring di kasur, hanya mengangguk lemah. Dia pun membalas kecupan Alden dengan sebuah ciuman manis di bibir pria itu. Alden sedikit terkejut melihatnya, tapi kemudian dia tersenyum.


"Oh iya, pengamanan di sini sudah dibuat berlapis. Dengan teknologi tinggi dan juga sihir yang dibuat oleh Kak Raven. Jadi seharusnya kamu bakalan aman," kata Alden lagi.


Setelah berpamitan sama sang istri, Alden pun melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan. Baru beberapa langkah, HP-nya berdering. Dia lalu mengangkatnya.

__ADS_1


"Ada apa, Lilac? Gimana keadaan di sana?" tanya Alden setelah telepon tersambung.


"Kedua pengawal yang terluka, kini sudah sadarkan diri," ucap Lilac sang dokter istana di telepon.


"Syukurlah kalau begitu," balas Alden merasa lega.


"Tapi masih ada satu masalah lagi, Yang Mulia. Lily Ivory keadaannya semakin memburuk. Racun sudah menguasai empat puluh persen tubuhnya. Dia hanya bisa selamat jika meminum darah murni dari manusia," balas Lilac mengabarkan keadaan sang pelayan pada Alden.


"Darah murni? Apa itu harus? Kita kan nggak punya stok darah murni? Sudah puluhan tahun kita nggak memilikinya," kata Alden cemas.


"Tapi satu-satunya cara agar dia selamat hanya dengan cara itu, Yang Mulia," balas Lilac meyakinkan sang raja vampir.


"Ini pasti ulah Erlina, kan? Aku akan menemuinya, dan meminta dia untuk membuat penangkal racun di tubuh Lily," kata Alden.


"Sayangnya cara itu tetap nggak bisa, Yang Mulia. Racun ini memiliki kekuatan sihir yang tidak bisa dicabut lagi. Perlahan-lahan racun ini akan menguasai tubuh layaknya virus berbahaya, hingga sang pemilik tubuh meninggal dunia," jelas sang dokter.


"Satu-satunya cara mengatasi racun ini adalah dengan darah murni, karena mampu melumpuhkan racun dalam tubuh," jelas sang dokter.


"Ah, baiklah. Kira-kira Lily bisa bertahan berapa lama lagi? Kita harus rapat dan mencari solusinya bersama," ucap Alden.


"Saya nggak bisa memastikannya, Yang Mulia. Tapi perkiraan hanya bertahan kurang dari dua puluh empat jam," ucap Lilac lagi.


"Apa? Secepat itu? Baiklah, undang semua dokter, apoteker dan beberapa tim ahli. Kita rapat sekarang juga," perintah Alden.

__ADS_1


"Al, kita lagi butuh darah murni? Kenapa nggak pakai darahku aja? Aku pemilik darah murni, kan?" ucap Floretta ketika Alden selesai berbicara di telepon.


(Bersambung)


__ADS_2