Pelayan Simpanan Raja Vampir

Pelayan Simpanan Raja Vampir
Bab 28. Hanya Untuk Kamu


__ADS_3

“Tapi aku juga penasaran sama satu hal," gumam Floretta sambil kembali berjalan ke dalam perpustakaan. Udara dingin di luar, membuat tubuhnya terasa membeku.


"Tentang apa itu, Yang Mulia?" tanya Floretta.


"Apa benar semua ruangan ini dibuat khusus untukku? Bukankah Yang Mulia Raja sudah punya tunangan? Tapi kenapa dia nggak perna muncul untuk melabrakku?” ujar Floretta seraya nenggosokkan kedua telapak tangannya, agar tetap merasa hangat.


Lily tersenyum kecil melihat sikap majikannya itu. Dia tahu, saat ini Floretta merasa cemburu, pada wanita yang bahkan belum pernah ditemuinya.


"Yang Mulia nggak perlu merasa cemburu. Semua orang di kerajaan ini tahu, jika Yang Mulia Raja tidak pernah dekat dengan perempuan, melebihi hubungan pertemanan," sahut Lily sambil menahan tawa.


"Pertunangan mereka sudah diatur oleh anggota dewan istana, karena seorang raja harus memiliki pendamping," sambung Lily lagi.


"Aku nggak merasa cemburu, Lily. Aku cuma penasaran aja," seru Floretta membantah tuduhan sang pelayan.


"Oh, begitu ya? Maaf kalau aku salah, Yang Mulia," ucap Lily yang masih menahan senyumnya.


"Biasanya seorang wanita pasti merasa marah, jika pria-nya direbut oleh wanita lain. Tetapi kenapa dia malah nggak muncul juga sampai sekarang? Apa dia nggak peduli pada tunangannya?" kata Floretta berusaha mengorek informasi tentang tunangan sang raja.


"Lagian kan aku dan Alden baru bertemu beberapa saat sebelum pernikahan. Gimana mungkin dia bisa tahu semua kesukaanku? Aku curiga ini sudah disiapkan untuk wanita itu," sambung Floretta dalam hati.

__ADS_1


"Oh ... Jadi kamu maunya, aku dipedulikan sama wanita lain?"


Suara berat dari seorang pria, mendadak membuat Floretta dan Lily menoleh ke arah pintu.


"Y-yang Mulia?" seru Floretta dengan wajah memerah. Dia nggak tahu sudah berapa lama pria itu berdiri di sana, dan mendengarkan semua obrolannya dengan Lily.


Sementara Lily sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menghormati sang raja, lalu pergi meninggalkan pasangan suami istri itu berdua saja.


"Kenapa sih kamu selalu penasaran sama tunanganku? Kamu mau aku punya selir?" goda Alden sembari menaikkan sebelah alisnya.


"Ih, ya nggak mau lah!" seru Floretta tiba-tiba.


"Sudah kubilang aku nggak cemburu. Aku cuma penasaran aja. Kenapa dia nggak mencari dan melabrakku? Padahal aku udah merebut calon suaminya," dalih Floretta sambil membuang wajahnya. Dia nggak mau sang suami melihat matanya, dan menerka isi pikirannya.


"Karena saat ini dia masih di luar negeri. Jadi dia belum bisa datang menemuimu," jawab Alden kemudian.


"Lalu semua ruangan ini, memang aku buat khusus untukmu, kok. Karena mantan tunanganku sifatnya sangat bertolak belakang ddenganmu. Dia nggak suka berkebun, dan nggak suka baca buku," sambung pria itu, sembari menatap wajah sang istri tanpa berkedip.


"Tuh, kan ... Dia tahu semuanya. Jadi udah berapa lama dia di sini?" pikir Floretta sedikit malu. "Ehc bentar." Tiba-tiba Floretta menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Mantan tunangan?" seru Floretta kemudian.


"Iya, mantan. Aku memutuskan pertunangan kami beberapa bulan yang lalu, jauh sebelum aku melamarmu. Jadi kamu nggak merebut siapa pun," jawab Alden. "Dan semua ini sengaja aku bikin untuk kamu, calon ratuku," sambung Alden lagi


"Kamu emang pinter banget menggombal, ya," gumam Floretta pelan.


"Siapa yang menggombal? Aku serius, kok. Bahkan jika kamu mau sesuatu lagi, aku akan berusaha mengabulkannya," kata Alden dengan lantang.


"Terima kasih, ya. Aku suka dengan hadiahnya. Ini sudah cukup, kok. Kayaknya aku nggak bakalan bosan dengan semua ini," sahut Floretta sambil tersenyum manis. "Aku akan mengabulkan satu permintaanmu, sebagai balasannya," sambung Floretta.


"Cuma satu? Tapi aku mau lebih dari itu," goda Alden lagi.


"Ya ampun!" Floretta menepuk jidatnya. "Iya, untuk saat ini satu aja. Bahaya kalau banyak-banyak," seru Floretta dengan galak.


"Huuuh ... Pelit banget, sih?" gerutu Alden pura-pura ngambek. "Ya udah kalau gitu aku mau minta, gimana kalau malam ini kita bobok bareng," pinta Alden dengan wajah datar tanpa berdosa.


"Ih, dasar mesum! Benar, kan? Ternyata kamu ada maunya. Aku nggak mau mengabulkannya," tolak Floretta mentah-mentah.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2