Pelayan Simpanan Raja Vampir

Pelayan Simpanan Raja Vampir
Bab 78. Rahasia Kastil Welwitschia


__ADS_3

Acara Festival Sains dan Pendidikan berjalan cukup lancar dan meriah. Tidak ada satu pun yang menyadari, kalau tadi sang raja vampir sempat mengentikan waktu selama beberapa menit.


Sekarang saatnya Floretta menjalankan perannya sebagai wanita nomor satu di negeri ini. Dia rupanya diminta untuk mengunjungi stand pameran sains dan teknologi. Manusia cantik itu pun melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Dia juga mendapatkan pujian dari beberapa guru dan dosen yang turut hadir di sana.


"Menyebalkan! Kok dia bisa mengerti semua ilmu sains ini, sih? Apa benar dia cuma tamatan SMP?" Erlina yang turut mendampingi Floretta, beberapa kali menggerutu kecil.


"Padahal aku sengaja menukar jadwalnya diam-diam. Seharusnya dia menghadiri pentas seni budaya dan bahasa di alun-alun." Erlina masih terus mengumpat kesal, sambil berjalan di sisi Floretta yang anggun dan berkarisma.


"Salam, Yang Mulia Putri Floretta. Senang bisa bertemu dengan Anda. Namaku Almond Sienna, Marchioness dari Provinsi Barat Daya.


Seorang wanita mungil dan berkulit agak gelap, menundukkan tubuhnya di depan Floretta, untuk memberikan penghormatan.


"Salam juga, Sienna. Namamu cantik sekali. Sangat sesuai dengan dirimu yang manis," balas Floretta dengan ramah. "Aku sudah pernah mendengar tentang kamu sejak lama. Tapi ternyata kamu jauh lebih cantik dari yang aku lihat di foto," imbuh sang putri.


"Duh, benarkah? Ahaha, aku jadi malu, karena dipuji langsung oleh calon ratu di negeri ini." Almond Sienna tertawa renyah, mendengar pujian itu.


"Cih, sudah pandai mengambil muka dia rupanya," cibir Erlina dalam hati.

__ADS_1


"Oh iya, ini nggak seberapa, tapi aku membawa beberapa hadiah dari ibukota. Semoga kamu menyukainya," lanjut Floretta. Beberapa pelayan pun mengangkat belasan hampers, untuk Almond Sienna.


"Duh, seharusnya Yang Mulia nggak perlu repot-repot," ucap Almond. "Omong-omong, jadwal acara Yang Mulia Putri telah usai. Yang Mulia bisa beristirahat di kamar, sambil menunggu Yang Mulia Raja," kata Almond lagi.


"Hm, baiklah," jawab Floretta.


"Sebaiknya Yang Mulia tetap waspada. Jangan lengah pada kebaikannya," bisik Leon Hazel yang mengawal Floretta.


"Tenang saja, Leon. Aku pasti bakalan berhati-hati," balas Floretta sambil tersenyum manis.


"Mari lewat sini, Yang Mulia. aku akan mengantar Yang Mulia Putri ke kamar." Almond Sienna mengajak Floretta, untuk memasuki Kastil Welwitschia lebih ke dalam lagi. "Ah, tapi hanya satu orang pelayan yang boleh ikut," kata Almond sambil menunjuk ke arah Lily.


"Baiklah, tidak apa-apa," jawab Floretta dengan santai.


Almond Sienna, Floretta, dan Lily pun meninggalkan rombongan. Langkah demi langkah mereka melangkahkan kaki ke dalam kastil yang berusia ratusan tahun ini. Hiruk pikuk festival di luar sana perlahan menghilang.


Mereka pun kini menapakkan kaki di banguna bergaya abad pertengahan, yang didominasi dengan warna coklat dan maroon. Floretta merasa memasuki labirin raksasa, karena begitu banyaknya lorong yang berliku-liku.

__ADS_1


"Entah kenapa istana ini terasa sangat sepi, padahal ini tempat para bangsawan tinggi yang setara dengan gubernur di dunia manusia."


Floretta menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Sepanjang perjalanan, mereka hanya menemui beberapa pelayan. Lorong kastil itu juga terasa dingin dan lembab.


"Apa karena ini bangunan tua, jadi auranya juga berbeda?" pikir Floretta menenangkan dirinya sendiri. Sesekali dia menoleh ke belakang, untuk memastikan bahwa Lily masih mengikutinya.


"Dulu di kastil ini pernah terjadi pertumpahan darah yang menewaskan ratusan orang. Jadi sejak itu, setiap ruangan di dalam istana ini sudah diberi pelindung yang tak terlihat. Orang luar yang berkunjung memang butuh waktu, untuk beradaptasi dengana tempat ini," kata Almond tiba-tiba. Suaranya menggema, memecah keheningan di lorong itu.


"Ah, jadi dia udah menyadari, kalau aku merasa nggak nyaman memasuki tempat ini," pikir Floretta merasa malu. "Sepertinya secara tersirat dia juga ingin bilang, kalau nggak ada seorang pun yang bisa mengganggunya di kastil ini. Apalagi seorang manusia seperti aku," sambung Floretta.


"Ini kamar Anda, Yang Mulia. Dan pelayan Anda bisa beristirahat di ruangan sebelahnya." Almond menunjuk ke dua buah pintu yang berada di sisi kiri mereka.


Ngiiing!


"Duh, apa ini? Kenapa alarm di kalungku berbunyi? Artinya ada seseorang yang ingin membunuhku, kan?" Floretta menjadi semakin waspada.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2