Pelayan Simpanan Raja Vampir

Pelayan Simpanan Raja Vampir
Bab 45. Rahasia Alden


__ADS_3

"Kamu beneran nggak bisa meminum darah manusia? Lalu apa benar dua perempuan yang malam itu menggangguku, mati karena gigitanmu?"


Floretta menatap wajah sang suami lekat-lekat, menanti jawaban yang selama ini membuatnya penasaran.


"Hah?" Kedua mata Alden terbuka lebar, mendengar pertanyaan itu. "K-kok dia bisa ingat kejadian malam itu?" pikir Alden bingung.


"Kamu pasti bingung, kan? Kenapa aku bisa mengingat kejadian itu, walau pun kamu memberiku mantra penghilang ingatan?" ujar Floretta tak mau kalah.


"Aku juga masih ingat, malam itu di apartemen menemukan beberapa botol darah segar. Tolong jelaskan padaku. Apa maksud semua itu," pinta Floretta, mendesak suaminya untuk jujur.


Alden tidak lantas menjawab pertanyaan dari Floretta. Dia melirik jam tangan, untuk memastikan mereka masih punya waktu untuk mengobrol sebelum rapat dimulai.


"Baiklah, aku akan jawab satu-satu," ujar Alden beberapa saat kemudian.


Pria itu mengenggam tangan sang istri lalu berkata, "Yang pertama, aku memang gak bisa meminum darah manusia seperti ibuku."


"Apakah Pangeran Raven juga sama?" tanya Floretta.


Alden menggelengkan kepalanya. "Pangeran Raven mewarisi gen keluarga Black dari ayahku, mereka masih meminum darah manusia beberapa kali dalam satu tahun," jawab Alden.

__ADS_1


"Hah! Beneran? Se-serem banget?" Seru Floretta terkejut.


"Tapi kami nggak meminum darah manusia dengan cara menggigitnya, kok. Ada semacam donor darah legal untuk bangsa kami," jelas Alden.


"Syukurlah kalau begitu. Terus jawaban lainnya?" Floretta kembali mengingatkan sang suami, kalau masih ada pertanyaan yang harus dia jawab.


"Yang kedua, aku nggak membunuh wanita itu. Aku memang menggingitnya untuk menakuti mereka. Tetapi efeknya mirip seperti kita diserang kucing," jawab Alden.


"Terus, kok mereka bisa mati?" balas Floretta tak percaya.


"Ada oknum yang memanfaatkan kejadian itu. Mereka menyedot darah para gadis itu, untuk dijual ke pasar gelap," kata Alden dengan suara rendah.


Floretta kembali teringat, kejadian waktu dia melarikan diri, dan hampir dijual oleh para vampir. Alden pun mengangguk, membenarkan kejadian ilegal itu.


"Lalu yang terakhir, darah yang kamu temukan di kuljas adalah darah kelinci dan darah sapi. Memang terdengar menjijikkan, tapi dengan cara itulah vampir masa kini bertahan hidup. Kami tidak boleh sering-sering meminum darah manusia, karena Hak Asasi Manusia," jelas Alden.


"Ah, udah waktunya. Aku pergi dulu, ya."


Alden berdiri dari kursinya, lalu mengecup kening sang istri secara tiba-tiba. Floretta yang terkejut kadena sikap Alden yang mendadak itu, hanya bisa membeku di tempatnya. Bahkan rasanya dunia berhenti selama satu detik.

__ADS_1


...🦇🦇🦇...


"Lily, ayo temani aku ke perpustakaan," ajak Floretta dengan semangat. Energinya seperti kembali terisi penuh, setelah mendapat kecupan manis dari sang suami.


"Eh? Anda mau ke sana, Yang Mulia? Tapi ini masih cukup pagi. Pasti ada banyak para vampir di sana," ujar Lily.


"Nggak apa-apa. Aku juga nggak bisa bersembunyi terus di dalam kamar, kan?" ucap Floretta setengah memaksa. "Lagian, aku harus mencari buku-buku lainnya tentang ujian calon ratu," jelasnya.


"Baiklah, tetapi kita harus kembali sebelum jam makan siang," kata Lily mengingatkan. Dia tahu persis, Floretta bisa lupa waktu, bila telah berteman dengan buku.


"Oke, kita akan kembali sebelum jam makan siang," ujar Floretta meyakinkan.


Keduanya lalu berjalan menyusuri lorong istana menuju ruang perpustakaan kerajaan yang sangat lengkap. Seperti biasa, para vampir yang berselisih jalan dengan mereka saling berbisik. Namun Floretta mengabaikan mereka semua.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di perpustakaan. Floretta langsung berlari di antara rak buku, mencari buku-buku yang dia perlukan.


"Ngapain lagi kamu ke sini?" Suara bentakan dari belakang rak buku, membuat Floretta mengangkat kepalanya.


"Ah, di antara vampir sebanyak itu, kenapa harus bertemu sama dia, sih?" gumam Floretta bergidik ngeri.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2