
"Nanti aja deh! udah sana mandi. Atau mau mandi bareng aku?" goda Haris sambil mengerling. Sita tersipu malu dan segera pergi ke kamar mandi.
Hampir setengah jam Sita di kamar mandi, tiba-tiba kepalanya keluar dari balik pintu tersebut. Ia melihat Haris masih sibuk memainkan ponselnya di atas tempat tidur.
Mata Haris pun tak sengaja mengarah ke Sita lalu mengernyit dan berkata, "Ada apa?"
"Aku gak ada baju ganti. Baju yang tadi aku pakai basah terkena air." Sita menggigit bibir bawahnya. Haris tersenyum jenaka lalu turun dari tempat tidur.
Laki-laki itu berjalan ke arah lemari untuk mencari pakaian di sana. Setelah beberapa saat, ia menghampiri Sita yang masih menunggunya di balik pintu kamar mandi. Lalu mengetuknya.
Sita membuka sedikit pintu itu dan mengeluarkan kepalanya. Akan tetapi, bukannya Haris menyodorkan pakaian yang ditangannya, melainkan mendorong pintu itu dan masuk ke dalam. Sita melonjak kaget.
"Mas mau ngapain?" tanya Sita yang mulai panik. Kondisi tubuhnya mulai merasa dingin yang menusuk hingga ke tulang.
Namun Haris menatapnya dengan penuh arti sambil menggantungkan pakaian yang ada di tangannya ke hanger yang ada di balik pintu tersebut.
__ADS_1
Sita menyilangkan kedua tangannya di dada, sebab handuk yang melilit di tubuhnya itu sangatlah minim.
Perlahan Haris melangkahkan kakinya mendekati Sita. Dengan tatapan yang mampu menghipnotis istrinya, Haris berhasil melepaskan silangan tangan itu dari tubuh sang empunya. Wajahnya semakin dimajukan, seketika Sita pun memejamkan matanya.
"Aku ingin ... " ucap Haris dengan suara paraunya. Tanpa aba-aba, bibirnya pun berhasil melekat di bibir sang istri.
Sebuah permainan pun di mulai, tangan Sita refleks dikalungkan ke leher suaminya. Sementara kedua tangan Haris melingkar di pinggang ramping istrinya itu.
Haris membuka pintu kamar mandi sambil mengangkat tubuh istrinya. Rupanya tubuh Sita pun merespon cepat, kedua kakinya di silangkan ke pinggang Haris. Permainan keduanya masih berlangsung, semakin panas dan semakin panas.
Tubuh Sita di rapatkan ke dinding, tanpa disadari ... tubuhnya kini telah benar-benar tak berpakaian lagi. Haris pun membawanya ke tempat tidur. Setelah berhasil dibaringkan dan telah dibawah kukungan Haris, rasa yang semakin bergejolak itu menuntutnya lebih.
"Iyaaaahhh .... "
Tanpa menunggu lama, Haris segera menghantam dan menghujani Sita dengan sentuhan-sentuhan lembut nan memabukkan itu. Hingga tiba saatnya, Sita maupun Haris telah berada di puncak akhir permainan mereka. Haris berhasil menyudahi permainannya dengan sangat indah.
__ADS_1
Akhirnya keduanya pun merebahkan diri, dan menutupi tubuh polos mereka masing-masing dengan selimut tebal. Tak butuh waktu lama, keduanya pun pergi ke alam mimpi.
********
Pukul 04.00 waktu Mulhouse, Swiss. Sita dan Haris bangun bersamaan.
"Sayang, kamu mandi duluan ya. Jangan lupa, pakai pakaian yang aku gantungkan semalam di balik pintu," ujar Haris dan Sita pun mengangguk.
Sita kemudian turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Sementara Haris mengambil celana yang berserakan di lantai sisa semalam, sambil memunguti pakaiannya yang lain.
Saat Sita keluar kamar mandi, dirinya terkejut saat melihat kondisi kamar telah rapi dan juga Haris yang sedang duduk di sofa dengan pandangan yang fokus ke ponsel. Ia pun menghampiri suaminya tersebut.
"Mas, aku udah selesai. Sekarang giliranmu ya!" Sita pun ikut duduk di sebelah Haris.
"Oke, aku mandi dulu. Setelah itu, kita jalankan rencana selanjutnya!" Haris langsung berdiri dan bergegas pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Rencana selanjutnya? apa ya?
...🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹...