
Mala pergi kuliah siang dan dia menyerahkan Andra pada ibunya untuk menjaganya. Di kampus, Mala bertemu Wina yang tidak lagi bertegur sapa dengannya. Biasanya Mala hanya cuek saja tingkah laku Wina kepadanya. Tapi kali ini, Mala ingin memperjelas hubungan mereka.
"Wina, tunggu. Ada yang ingin aku katakan padamu."
"Mala, seseorang yang merasa Cinderella. Oke, dimana?" jawab Wina sambil tersenyum mencibir Mala.
"Kita ke bangku taman sebelah sana," jawab Mala.
Mereka berjalan beriringan tanpa banyak bicara. Mala duduk diikuti Wina.
"Wina, bukankah kita ini berteman. Kenapa sekarang kita bagai orang asing?" tanya Mala.
"Kamu ini pura-pura bodoh atau apa? Jelas-jelas kamu tahu aku mencintai Andra, tapi kamu seperti pagar makan tanaman. Ingin merebut Andra dari aku," jawab Wina kesal.
"Bagaimana aku tahu kamu mencintai Andra sedangkan kamu sendiri tidak pernah mengatakan apapun padaku? Apakah kau anggap aku ini paranormal yang tahu segalanya ?!" kata Mala ikut kesal.
Wina terdiam karena memang selama ini dia tidak pernah mengatakan pada Mala bahwa dia mencintai Andra.
"Memang aku tidak pernah mengatakan apapun padamu, tapi seharusnya kamu peka dengan perasaanku pada Andra."
"Wina, aku tahu perasaan cintamu yang tidak terbalas membuatmu melakukan banyak hal yang seharusnya tidak kamu lakukan," kata Mala.
"Apa maksudmu sebenarnya?" tanya Wina.
"Apakah aku harus mengatakannya satu persatu agar kamu sadar bahwa kamu sudah keterlaluan?" tanya Mala kesal.
"Katakan saja, memang apa yang aku lakukan?"
"Memajang foto anakku di dinding pengumuman kampus, mengadu pada ibunya Andra lalu ..." Mala tidak melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Lalu apa?"
"Apakah kau yang menyuruh orang untuk menabrakku? Untung saja ada Andra yang tanpa memikirkan keselamatannya menyelamatkanku. Dan kamu pasti sekarang menyesal bukan?!" tanya Mala kesal.
"Jangan menuduh orang sembarangan. Untuk apa aku berniat mencelakaimu. Kamu tidak selevel denganku untuk bisa bersaing mendapatkan Andra. Kamu seorang janda," ucap Wina kesal.
"Kamu selalu mengatakan bahwa aku janda, memangnya kenapa kalau janda? Meskipun aku bukan janda, aku tidak akan pernah berpikir untuk bersaing dengan mu. Lagipula Andra tidak pernah peduli padamu."
"Kamu jangan senang dulu karena kamu sekarang bisa dekat dengan Andra. Tante Bella tidak akan pernah menyetujui hubunganmu dengan Andra sampai kapanpun. Tante Bella sudah berjanji padaku untuk membuatmu pergi setelah Andra sembuh," kata Wina sombong.
"Kamu begitu yakin bahwa aku akan pergi setelah Andra sembuh?" tanya Mala curiga Wina mengetahui tentang surat kontrak itu.
"Surat kontrak. Aku tahu kamu sudah menandatangani surat kontrak itu. Dan harusnya kamu pergi sesuai apa yang kamu sepakati?! Jadi aku sekarang lebih tenang menunggu kabar kesembuhan Andra. Selamat bekerja," jawab Wina meledek.
"Aku tidak yakin Andra akan membiarkan aku pergi begitu saja. Jadi kamu bersiaplah patah hati," ucap Mala kesal.
"Apa maksudmu?"
"Kamu, jangan bilang kamu mencintai Andra. Itu menyalahi kontrak," kata Wina kesal dan cemas.
Wina sadar Andra sangat mencintai Mala. Dan Andra akan menyerah jika Mala menolaknya. Tapi jika Mala juga mencintai Andra, apa yang akan terjadi pada hubungan mereka?
Mala tersenyum melihat reaksi Wina yang penuh kekhawatiran. Padahal Mala hanya menggertak saja. Mana mungkin dia akan jatuh cinta pada Andra sedangkan saat ini dia sedang fokus pada kuliahnya. Semua sudah Mala rencanakan sesuai dengan jalan hidupnya.
Mala meninggalkan Wina yang masih kesal dengan Mala. Mala sudah menyelesaikan hubungan dengan Wina sahabatnya. Meski kini Wina bukan lagi sahabatnya namun Mala juga tidak ingin membencinya atas semua perbuatan Wina padanya. Cukup memberinya pelajaran saja.
*******
Andra tampak kesal tiap kali Mala tidak ada disampingnya. Bayangan beberapa laki-laki yang selalu mendekati Mala, membuatnya tidak bisa tenang. Sejak mengalami kecelakaan, Andra terlalu sensitif jika menyangkut tentang Mala.
__ADS_1
"Ibu, kapan Aku diperbolehkan pulang. Aku ingin segera sembuh dan segera menikah dengan Mala," kata Andra cemas.
"Sabar Andra, besok kamu sudah boleh pulang. Tetapi kamu harus mau mengikuti jadwal terapi yang sudah dibuat oleh dokter."
"Ibu, aku akan ikuti semua jadwal itu asal Mala yang akan menemaniku," jawab Andra.
"Tentu, ibu bisa pastikan bahwa Mala akan selalu menemanimu saat terapi," kata ibunya.
"Bagaimana ibu bisa seyakin itu? Apa yang ibu rencanakan?!" tanya Andra cemas mendengar perkataan ibunya.
"Ibu hanya mengancam Mala sedikit untuk bertanggungjawab karena dialah penyebab kamu jadi seperti ini."
"Jangan memperlakukan Mala seolah dia bersalah. Orang yang ingin menabraknya itulah yang salah. Jika suatu saat aku tahu siapa dia, aku tidak akan pernah melepaskannya," kata Andra penuh amarah.
Bu Bella terdiam melihat Andra marah. Ternyata bagi Andra, Mala sangatlah penting. Bahkan mungkin lebih penting dari ibunya sendiri.
Namun misteri kecelakaan Andra masih belum terungkap. Mungkinkah memang ada dalang di balik kejadian itu?
#########
Bersambung...
Sambil menunggu up selanjutnya, aku rekomendasikan novel anak sekolahan yang penuh dengan cerita cinta manis di SMA karya dari teman aku ' Zafa' berjudul Sahabat jadi nikah. Selamat membaca...
Blurb
Gak ada acara NgaNu🤗🤗
Hanya cerita tentang perjodohan anak Sma. Babnya hanya sedikit.
__ADS_1
Kawal sampai End