Penantian Di Ujung Senja

Penantian Di Ujung Senja
Restu


__ADS_3

Bagi Mala berusaha menyembuhkan ingatan Andra merupakan hal yang memang harus Mala lakukan jika ingin Mala terlepas dari jerat pernikahan yang di berikan Andra. Selama Andra masih menganggap Mala adalah calon istrinya maka dia akan terus mendesaknya untuk segera menikah.


Bagi orangtua Andra, Mala bukanlah menantu yang ideal untuk Andra. Karena itu ibunya selalu berusaha memisahkan hubungan antara Mala dan Andra. Namun setelah lebih dari setahun Mala tinggal bersama mereka dan merawat Andra dengan baik, hati mereka mulai luluh dan mereka mulai mencari cara untuk membuat Mala tidak bisa meninggalkan rumah mereka.


"Menurut ayah, apakah Andra akan melepaskan Mala begitu saja?" tanya bu Bella.


"Ayah rasa tidak akan. Andra sangat bergantung padanya. Ayah perhatikan sejak adanya Mala di rumah ini, rumah ini terasa berbeda. Seperti ada kehidupan baru, lebih banyak senyuman diantara penghuni rumah ini," kata sang suami.


"Benar kata ayah. Dulu ibu juga sangat membenci Mala, tapi sekarang ibu malah tidak bisa jika tidak ada dia. Terlebih pengorbanannya merawat Andra membuat ibu terharu. Hanya sayangnya dia berstatus janda. Coba kalau dia gadis, ibu tidak akan berpikir panjang memberi mereka restu," balas Bu Bella.


"Apa salahnya status janda, toh hanya status. Yang terpenting orangnya bisa mengendalikan Andra. Kita bisa memanfaatkan itu untuk membuat Andra bersedia masuk dan bekerja ke dalam perusahaan ayah. Karena ayah harus mempersiapkan dia menjadi pewaris Haris Food group."


"Menurut ayah, apakah Mala dan Andra akan setuju dengan keinginan kita?" tanya bu Bella cemas.


"Tentu kita tidak perlu memberitahunya tujuan kita yang sebenarnya. Cukup mereka tahu kita setuju saja dengan hubungan mereka," jawab pak Haris.


"Baiklah, ibu akan berusaha membuat Mala yakin untuk menikah dengan Andra."


*****


Mala mengajak Andra pergi ke arena balap yang biasa dia kunjungi saat masih kuliah dulu. Mala berharap Andra akan ingat tentang dirinya yang sangat mencintai balapan. Mala terus memperhatikan Andra yang seolah tidak terpengaruh sama sekali dengan suasana tempat itu. Mala merasa bingung, padahal tempat itu adalah tempat favorit Andra.


Akan tetapi Mala tidak putus asa, dia kemudian membawa Andra ke sebuah rumah sakit khusus penderita kanker. Dimana dulu Andra pernah mengajaknya pergi ke sana dan bertemu anak-anak penderita kanker. Tetapi hasilnya juga masih sama, nihil.

__ADS_1


Dua tempat penting sudah mereka datangi, dan keduanya tak berpengaruh sama sekali dengan ingatan Andra. Andra sebenarnya kasihan melihat usaha Mala yang begitu mati-matian ingin membuatnya sembuh dari amnesianya saat ini. Padahal semua itu hanya karangan Andra saja agar Mala terus berada disisinya.


Melihat Mala kelelahan, bu Bella akhirnya memberikan solusi pada Mala yang membuat Mala terdiam.


"Mala, kamu sudah sangat berusaha. Tapi tetep belum bisa membuat Andra mengingat hubungannya denganmu. Bagaimana kalau kalian menikah saja?!" kata bu Bella sambil setengah memaksa.


Mala terdiam mendengar perkataan bu Bella. Mala tidak pernah menyangka perkataan itu bisa keluar dari mulut wanita yang dulu sangat membencinya itu. Ada apakah gerangan?


"Bu Bella jangan bercanda. Itu pernikahan Andra, anak ibu satu-satunya lho. Jangan dibuat bercanda," jawab Mala sambil tersenyum tipis.


"Aku tidak bercanda Mala. Kami merestui jika kalian memutuskan untuk menikah. Bahkan kalian bisa sesegera mungkin menikah jika mau," jawab bu Bella serius.


Mala semakin tidak mengerti dengan perubahan sikap orangtua Andra. Mala mulai curiga dan dia mulai bersikap hati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku.


"Kami sebenarnya tidak memiliki hubungan apa-apa. Dan bu Bella sendiri tahu, saya disini karena surat kontrak itu dan rasa bersalah saya padanya. Dan ini juga adalah pekerjaan saya sekarang," kata Mala menjelaskan meski bu Bella tak ingin mendengar pengakuan Mala yang sejelas itu.


"Mala, boleh aku tahu tentang Andra yang tidak kamu suka?!" tanya bu Bella penasaran.


"Tidak ada yang tidak Mala suka. Bahkan Andra sangatlah baik pada saya. Terutama dia pasti ada ketika saya membutuhkan sesuatu. Dia yang akan memberinya untukku," jawab Mala pelan.


"Lalu, apakah kamu jatuh cinta padanya?! Aku ingin kamu jujur dan tidak perlu kau tutupi."


"Cinta pertama aku sudah aku berikan pada suamiku. Dan sampai saat ini aku belum merasakan jatuh cinta lagi seperti pada suamiku."

__ADS_1


"Bukankah mantan suamimu adalah Dicko?! Berarti kamu masih mencintai dia?!" tanya bu Bella agak kesal usahanya menemui jalan buntu.


" Tapi suamiku bernama Gama, bukan Dicko. Walupun mereka orang yang sama, tidak bisa semudah itu mengalihkan cinta padanya," jawab Mala agak sedih.


Jawaban Mala kembali membuka peluang bu Bella untuk tetap membujuk Mala agar bersedia menikah dengan Andra. Selama Mala belum yakin bahwa bahwa dia mencintai Dicko, dia masih ada harapan.


Akankah Mala bersedia menikah dengan Andra? Apakah rahasia kebohongan Andra akan tetap tersimpan rapi sampai ada pernikahan?


######


Bersambung ...


Hai readers


Sambil menunggu up selanjutnya, otor rekomendasikan satu novel apik karya teman otor Aveeiiii


judunya CEO Dingin Kau Milikku



“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”

__ADS_1


“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum.


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya.


__ADS_2