Penantian Di Ujung Senja

Penantian Di Ujung Senja
Mala pergi


__ADS_3

Mala segera mengemasi semua pakaian dan barang pribadi miliknya hingga tidak menyisakan satupun di rumah Andra. Keyakinan Mala sudah final dan tidak bisa dirubah lagi. Andra hanya melihat dengan hati menyesal. Menyesal telah membohongi Mala begitu lama dan belum sempat dia berterus terang, Mala sudah tahu duluan.


"Kamu mau pindah kemana Mala? Hari sudah hampir malam, kamu pasti kesulitan mencari tempat tinggal. Pergilah besok pagi saja setelah mendapatkan tempat baru," kata Andra khawatir.


Mala tidak menjawab pertanyaan Andra. Hatinya sudah dipenuhi amarah yang siap meledak kapan saja. Mala sudah ingin pergi jauh dari rumah ini. Jauh dari orang-orang yang dengan sengaja memanfaatkannya demi ego mereka sendiri.


"Mala, aku akan mengantar kamu dan membantumu mencari tempat tinggal. Oke?!" tanya Andra lagi.


Rasa bersalahnya membuatnya menjadi sangat sedih dan penuh rasa penyesalan. Namun sayangnya Mala sama sekali tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Andra.


Sebelum pergi, Mala menyempatkan diri berpesan satu hal pada Andra.


"Sekalipun aku wanita kampung yang miskin, aku masih tetap punya harga diri. Jangan kira karena aku diam kamu merasa mudah mempermainkan aku. Andra, tak ada seorang wanita pun yang ingin dibohongi," kata Mala dengan penuh kekecewaan.


Andra dan ibunya hanya bisa saling pandang. Selama ini mereka memang hanya memanfaatkan Mala untuk mencapai kepuasan hati mereka sendiri tanpa peduli perasaan Mala. Namun penyesalan itu kini terlambat sudah. Mala sudah harus pergi dan tak akan kembali lagi.


Dengan membawa hati yang penuh luka dan kecewa, Mala melangkah pergi meninggalkan rumah yang sudah setahun ini dia tinggali. Meski Mala belum memiliki tempat tujuan, dia sudah merasa lega bisa terlepas dari keluarga yang selama ini membuatnya terjerat dalam kontrak kerja yang tak seimbang.


Karena hari menjelang malam, Mala berhenti disebuah masjid. Disana dia melaksanakan sholat dan berdoa serta memohon ampunan atas dosa dan kesalahannya selama ini. Mala juga berdoa malam ini dia bisa beristirahat dengan nyaman.


Selesai sholat, seorang ibu-ibu mendekatinya dengan senyum ramah.


"Neng, ibu lihat kamu membawa tas besar. Apa kamu sedang mencari tempat tinggal?"


"Benar Bu. Apakah ibu tahu disekitar sini ada tempat kost atau rumah kontrakan?" tanya Mala penuh harap.


"Neng beruntung, ibu memiliki tempat kost putri. Biasanya yang ngekost anak kuliahan sama karyawan pabrik. Neng karyawan apa kuliah?" tanya sang ibu kost.


"Kuliah sambil kerja, insyaallah sebentar lagi selesai kuliahnya."


"Begitu. Mari ikut ibu kamu pasti sudah lelah," ajak ibu kost.


Mala bergegas berdiri dan mengikuti langkah ibu itu dengan senyum syukur. Jadi malam ini dia bisa tidur dengan nyaman. Dan besok dia sudah bisa mencari pekerjaan baru untuk biaya kuliahnya yang sebentar lagi selesai.

__ADS_1


Esoknya, Mala pergi ke cafe milik Bagas untuk mencoba mencari pekerjaan disana lagi. Disana, dia bertemu Mei sahabat sekaligus teman kerjanya dulu.


"Mala, aku senang sekali bisa bertemu denganmu lagi. Apa kabar?" teriak Mei sambil memeluk Mala erat.


"Aku baik-baik saja Mei. Lama nggak ketemu, kok kamu makin seksi aja," gurau Mala.


"Masak sih makin seksi. Bagas nggak pernah bilang begitu," kata Mei sambil melihat bodinya.


Mala tertawa melihat sahabatnya termakan omongannya padahal dia cuma bercanda. Mei yang menyadari dikerjai Mala, dia langsung mengejar Mala dan hendak mencubitnya. Lari Mei memang cepat dan Mala tertangkap.


"Kapok nggak..." kata Mei sambil menggelitik tubuh Mala.


"Ampun, Mei. Aku kapok ...."


Suasana ceria meski hanya mereka berdua. Setelah lelah bercanda, Mala dan Mei duduk di ruang ganti.


"Apa kamu ingin bekerja disini lagi?" tanya Mei.


"Jangan lupa, kamu juga pernah bekerja di kantor mantan kamu itu kan?!" kata Mei mengingatkan Mala pada Dicko.


"Kan aku di pecat waktu itu," jawab Mala sedih.


"Bukan dipecat karena nggak becus kerja kan?! Tapi dia cemburu lihat kamu sama Bara, bahkan dikiranya punya anak yang imut seperti Gala, hehehe..."


"Dia juga pura-pura tidak mengenalku," tambah Mala mengenang masa lalu.


"Karena itu kamu marah sama dia?! Tidak mau menerima cintanya?! Mala, menurutku kamu tidak perlu terlalu kejam sama Dicko. Secara Gama dan Dicko adalah orang yang sama dengan penampilan yang berbeda. Aku tanya sama kau, apa kamu mencintai Gama?" tanya Mei serius.


Mala terdiam mendengar pertanyaan Mei karena tak biasanya Mei bersikap sedewasa itu. Padahal biasanya dia itu gokil abis.


"Tentu, Gama cinta pertamaku," jawab Mala.


"Nah, itu kamu cinta dia. Menurutku, Gama berubah menjadi apapun rupanya dan apapun bentuknya dia tetap Gama. Meski dia berubah menjadi Dicko, panci, ompreng sendok atau berubah tua beruban dia itu tetap Gama, pria yang kamu cintai. Jadi, jika kamu jatuh cinta pada Dicko itu bukan kesalahan. Kamu tidak menghianati Gama, anggap saja Gama mengalami metamorfosis menjadi Dicko. Paham kan?!"

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Mei, Mala mulai menelaah dan memahami semua itu. Ada benarnya juga kata Mei.


Akankah Mala mulai membuka hatinya untuk Dicko? Atau Mala tetap menginginkan Gama yang dulu?


Tunggu kelanjutannya di episode berikutnya.


######


Bersambung...


Sambil menunggu up selanjutnya, otor rekomendasikan satu novel apik karya teman otor bernama Mphoon judulnya Jodohku di Depan Mata



Blurb :


Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.


Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.


Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.


Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.


Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?


Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.


Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?


Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.


Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2