
Bu Bella menyesali apa yang telah dia lakukan pada Mala. Dia tidak menduga jika wanita yang sangat dia benci adalah keponakannya. Wanita yang ingin dia celakai dan sangat di cintai Andra adalah saudara sepupu Andra sendiri. Bagaimana Andra menerima kenyataan ini?
"Bibi, apakah Mala tahu jika dia bukan anak kandung kalian?" tanya bu Bella penuh antusias.
"Bibik tidak akan pernah mengatakan apapun pada Mala," jawab bu Sri.
"Tapi Mala berhak tahu siapa dia sebenarnya dan siapa orangtua kandungnya. Apalagi sekarang dia sudah dewasa dan sudah berkeluarga," kata bu Bella.
Bu Sri terdiam. Mungkin memang benar, rahasia yang mereka simpan selama ini harus dia ungkap. Saat Mala tahu rahasia tentang keluarganya, apakah dia akan bisa menerima?
Sedangkan jika bu Sri tidak mengatakannya, maka saat dia tahu dari orang lain, Mala akan lebih marah lagi padanya.
"Jika bibik tidak bisa mengatakan pada Mala, biar aku saja yang mengatakannya," ucapan bu Bella membuat bu Sri menatapnya sinis.
"Jangan coba-coba membuat hubunganku dengan Mala renggang," kata bu Sri kesal.
"Apa bibik tidak takut jika suatu saat Mala tahu dari orang lain, maka dia akan semakin membenci bibik?" ucap bu Bella berusaha meyakinkan bu Sri.
"Beri bibik waktu untuk menyiapkan diri."
"Baik bik. Saya juga akan memberitahu Shella tentang hal ini," kata bu Bella sambil menghela nafas.
Suasana menjadi hening dan keduanya terbawa dengan pikiran mereka masing-masing.
🌹🌹🌹🌹🌹
Sementara itu, Bara dan Siska tengah merencanakan pernikahan mereka. Namun tidak terlihat kebahagiaan di hati Bara. Rupanya dia belum bisa sepenuhnya melupakan Mala. Hal itulah yang membuat Bara terkadang mengabaikan Siska.
Siska juga menyadari bahwa ada sesuatu yang selama ini Bara sembunyikan darinya. Namun dia juga tidak berani bertanya pada Bara secara langsung. Hanya bisa menduga-duga yang akhirnya malah membuatnya insomnia.
__ADS_1
"Mas, nanti kita pergi lihat baju pengantin ya?" ajak Siska.
"Kapan? Akhir-akhir ini aku agak sibuk. Apa kamu bisa pergi sendiri?" tanya Bara.
"Mas Bara ini gimana, masak mau pilih baju pengantin aku pilih sendiri. Kalau kamu tidak cocok gimana?" tanya Siska.
"Apapun pilihan kamu pasti akan cocok untukku."
Siska tidak tahu mesti bagaimana lagi membujuk Bara agar bersedia ikut andil dalam persiapan pernikahan mereka. Jika Siska terlalu memaksakan keinginannya, maka akan terjadi pertengkaran diantara mereka.
Akhirnya Siska hanya bisa menerima perlakuan Bara padanya tanpa berani mengeluh.
Suatu hari, dikantornya sedang diadakan acara makan bersama yang dilakukan disebuah restoran. Setelah itu diteruskan dengan acara bernyanyi disebuah karaoke yang cukup terkenal. Mereka memesan sebuah ruangan yang cukup luas untuk mereka semua. Tidak lupa, mereka juga memesan beberapa minuman beralkohol.
Mereka sudah banyak yang mabuk dan segera dibawa pulang oleh mereka yang masih sadar. Sementara Bara dibawa Siska pulang dengan susah payah. Siska membawa Bara kembali ketempat kost Bara.
Saat Siska hendak pergi, tiba-tiba tangan Bara meraih tubuhnya kedalam pelukan Bara. Siska kaget namun baru kali ini Bara berinisiatif sendiri memeluknya sehingga Siska membiarkan dirinya terbuai dalam pelukan Bara.
Bara tidak menyadari dirinya sudah mulai kehilangan kendali. Bara melepaskan pelukannya namun dengan cepat mencium bibir Siska yang terus mengimbangi gairah Bara yang mulai liar.
Ciuman liar itu berakhir di ranjang Bara yang belum pernah di tempati wanita. Malam itu, Bara dan Siska memulai dosa yang seharusnya tidak mereka lakukan sebelum menikah.
Ketika Bara dan Siska mencapai ******* masing-masing, sebuah ucapan Bara membuat Siska terkejut dan hampir mendorong tubuh Bara dari atas tubuhnya.
"Mala, Mala...aku sangat bahagia."
Meskipun suara Bara terdengar pelan karena keduanya tengah berada di puncak dan tertelan suara desah an dan erang an Bara dan Siska, Siska dengan jelas mendengarnya. Akan tetapi karena dia sudah terlanjur basah maka mandi sekalian.
Kini, Siska menyadari bahwa apa yang dilakukan Bara malam ini padanya karena menganggapnya wanita lain yang bernama Mala. Jadi didalam hati Bara ada wanita lain. Meski kesal dan marah, Siska segera berganti pakaian dan meninggalkan Bara yang masih kelelahan dan masih belum sadar dari mabuknya.
__ADS_1
Jika sejak awal dia tahu bahwa Bara menyentuh dan membelainya karena menganggapnya orang lain, Mak Siska tidak akan membiarkan dirinya terbuai dengan belaian liar Bara. Sekarang semua sudah terjadi dan nasi sudah menjadi bubur. Semua tidak akan bisa kembali lagi seperti dulu.
Keperawanannya telah hilang oleh calon suaminya yang menganggapnya wanita lain. Sungguh sangat menyakitkan. Sepanjang jalan, Siska menangis meratapi nasibnya yang tidak beruntung. Andai saja saat itu Bara melakukannya karena dia mencintai Siska maka Siska akan sangat bahagia memberikan kesuciannya padanya sebelum menikah.
🌹🌹🌹🌹🌹
Bara terbangun saat matahari mulai masuk lewat celah-celah jendela. Dia kaget melihat dirinya tidak berpakaian dan hanya ditutupi selimut. Dia tidak ingat betul apa yang terjadi semalam.
Bara berusaha mengingat saat itu dia mabuk dan diantar Siska pulang. Setelah itu dia ingat samar-samar telah mencumbu seorang wanita yang dianggapnya Mala. Tapi apakah itu Siska? karena Mala tidak akan mungkin ada di sini bercumbu dengannya.
Bara bergegas memakai celana pendeknya dan melipat selimutnya. Dia kaget, diatas seprei terlihat bercak darah keperawanan seorang gadis.
Jadi benar, wanita yang semalam dia cumbu adalah Siska. Pasti dia kaget dan syok melakukan hubungan intim denganku sebelum menikah. Apakah aku memaksanya ataukah di juga menikmati kejadian semalam?! batin Bara.
Bara bingung dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi Siska. Tetapi sebagai lelaki, dia memang harus bertanggungjawab atas apa yang dia lakukan semalam.
Bara bergegas menuju kamar mandi dan menyiram seluruh tubuhnya. Dia menyesali apa yang telah dia lakukan pada Siska. Dia merasa jijik melihat dirinya sendiri yang tidak bisa menahan nafsunya pada Siska. Sedangkan hatinya masih ada Mala.
Bara juga merasa telah mengkhianati cintanya pada Mala. Cinta yang dia jaga sampai semalam. Karena sejak semalam, sejak dia berhubungan intim dengan wanita lain berarti dia memang tidak berhak lagi mencintai Mala.
Bara selesai mandi dan berganti pakaian untuk berangkat bekerja. Bara menyiapkan diri jika nanti berhadapan dengan Siska. Calon istrinya yang sebenarnya belum bisa membuatnya jatuh cinta.
Walupun begitu, meski cinta atau tidak, Bara akan tetap bertanggungjawab atas perbuatannya semalam. Dia mungkin harus lebih memperhatikan rencana pernikahan yang selama ini dia serahkan semua pada Siska.
🌹🌹🌹🌹🌹
Hei readers
jangan lupa
__ADS_1
like dan koment
happy reading