
Mala dengan sabar merawat Andra yang terlihat manja dan kekanak-kanakan ketika bersama Mala. Hal itu membuat Mala merasa tidak nyaman. Akan tetapi semua itu adalah resiko dari pekerjaannya saat ini.
Hari ini, Andra sudah di izinkan pulang oleh dokter dengan beberapa persyaratan yang harus Andra penuhi. Terutama untuk melakukan terapi dua kali dalam seminggu. Orangtua Andra menggantungkan harapannya pada Mala sehingga Mala harus benar-benar bisa membuat Andra menuruti semua nasehat dokter.
Dikarenakan Mala bukan perawat juga tidak pernah belajar keperawatan maka Mala diminta untuk kursus kilat dari salah satu perawat agar Mala memiliki keahlian merawat Andra.
Tidak banyak yang harus dipelajari, hanya beberapa point saja terutama yang berhubungan dengan kondisi mental pasien.
Apapun yang lakukan hari ini, hanya untuk membuat batinnya tenang. Jadi apapun yang orang lain katakan tentang dirinya, dianggapnya angin lalu.
Persiapan kepulangan Andra kembali kerumahnya sudah mulai dilakukan. Andra terlihat sangat senang dan penuh semangat membuat orangtua Andra ikut merasa senang.
"Andra, kamu terlihat sangat senang karena akan segera kembali ke rumah," ucap bu Bella pada putra satu-satunya itu.
"Ya iya lah bu. Andra sudah bosan di rumah sakit. Andra ingin menghirup udara segar. Apalagi bersama Mala," jawab Andra dengan senyum gembiranya.
"Mala lagi Mala lagi," gumam bu Bella kesal.
"Ada apa bu? Ada apa dengan Mala?!" tanya Andra panik.
" Jika ada yang menyebut nama Mala kamu langsung panik. Sebenarnya ibu penasaran, apa yang menarik dari Mala sehingga kamu bisa sangat mencintai dia sedalam itu?!" tanya ibunya pelan agar tidak menyinggung Andra.
"Apa ya. Entahlah, semua yang ada pada Mala aku menyukainya. Bahkan sifat terburuknya yang suka memaunya aku lebih lebih menyukainya. Sifat terus terang yang dimilikinya sekalipun itu menyakitkan aku, aku juga suka. Aku harus bagaimana bu, supaya dia tidak meninggalkan aku?!" ucap Andra sedih.
__ADS_1
"Andra, tidakkah kamu tahu kalian berbeda?! Dari segi apapun dia tidak ada cocok-cocoknya denganmu. Jangan terlalu memaksakan diri sendiri juga memaksakan kehendaknya pada dia."
"Ibu tidak mengerti, sekalipun kalian tidak setuju aku bersama Mala. Seandainya dia bersedia hidup denganku, aku akan memperjuangkan hingga akhir," ucap Andra.
"Dia tidak akan bersedia, bahkan sampai kapanpun. Karena dia sadar kalian sama sekali tidak ada harapan dan tidak ada masa depan. Seandainya kamu bisa berhenti menyukai dia," ucap bu Bella.
Mereka tidak menyadari, sejak awal Mala berdiri didepan pintu karena penasaran. Karena sudah tidak tahan Mala bergegas masuk dan mengagetkan mereka.
"Semua sudah siap. Kita bisa pulang sekarang," ucap Mala yang berpura-pura tidak mendengar percakapan antara ibu dan anak itu.
"Mala, Andra sudah siap," kata bu Bella sambil melihat ke arah Andra.
Bu Bella melihat Andra seolah bertanya, apakah Mala mendengar pembicaraan mereka? Andra hanya menggelengkan kepala menandakan ketidaktahuan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengambil kursi roda untuk membawa Andra. Kalian tunggu sebentar di sini," kata Mala yang segera keluar untuk mengambil kursi roda.
Kini, 24 jam Mala harus ada di samping Andra. Jadi dengan terpaksa, Mala tinggal di rumah Andra agar jika sewaktu-waktu di butuhkan dia bisa dengan cepat ada untuk Andra.
Keputusan Mala tinggal di rumah Andra tidak hanya menimbulkan gosip tetapi juga menimbulkan banyak pro dan kontra orang-orang di sekitarnya terutama teman dan keluarganya.
Namun demikian, Mala tetaplah Mala. Keras kepala dan tidak mau peduli. Satu prinsip yang selalu dia pegang teguh. 'Asalkan berbuat yang sesuai norma dan tidak melakukan hal yang salah, dia akan cuek dengan apapun'.
Hari pertama di rumah Andra.
__ADS_1
Mala sangat terkesan dengan rumah megah keluarga Andra. Perabotan yang serba mahal dan mewah. Termasuk juga kamar yang sudah dipersiapkan untuk Mala. Kamar yang mewah dan bagi Mala itu terlalu berlebihan untuk kamar seorang pekerja seperti Mala.
Saking ingin tahunya, Mala memberanikan diri bertanya pada bibi pembantu rumah tangga di rumah itu yang bernama bik Nah.
"Bibik, kamar yang saya tempati saat ini itu dulu kamar siapa bik? Kok terlihat rapi dan terawat seperti bekas ditempati orang?" tanya Mala penasaran.
"Itu kamar memang sengaja dipersiapkan oleh tuan muda untuk anda nona Mala. Semua isi dan perabotan pilihan tuan muda. Dengan kata lain, itu sebenarnya kamar tuan muda. Dan sekarang menjadi kamar nona Mala," jawab bik Nah sambil tersenyum.
Mendengar penjelasan bik Nah, Mala merasa sungkan dan tidak enak hati. Mungkin dia harus bicara sendiri pada Andra. Memperlakukan Mala dengan sangat istimewa bukanlah hal yang di inginkan Mala. Meski Mala tahu, semua itu pasti karena cinta.
#######
Bersambung ya....
Hai readers
Sambil menunggu up selanjutnya, aku rekomendasikan sebuah novel bagus karya teman aku yang bernama Tyanink berjudul KK. Semoga kalian suka ya...
Wil, bocah SMP kelas 9, harus berpetualang menemukan siapa bapak kandungnya, agar nama yang tertulis di ijasah betul-betul tidak salah. Selama ini nama bapak kandung di ijasah SD dan beberapa surat penting lainnya tidak sama.
Perjuangannya begitu berat, petunjuk yang ia punya hanya tiga lembar KK. Tak ada tempat bertanya, karena satu-satunya orang terdekat yang ia punya, yaitu ibunya, sudah meninggal.
Petualangan Wil dimulai berdasarkan alamat pada lembar KK, dan tanpa diduga, Wil mengalami hal-hal dahsyat yang begitu luar biasa.
__ADS_1
Akankah Wil berhasil menemukan bapak kandungnya?