Penantian Di Ujung Senja

Penantian Di Ujung Senja
Masa lalu


__ADS_3

Flashback on.


25 tahun yang lalu di kediaman keluarga besar bu Bella.


Be Bella memiliki seorang adik yang bernama Shella Shania. Shella seorang gadis yang sangat cantik yang masih duduk di bangku kuliah semester 3.


Suasana tampak tegang saat diketahui anak bungsu dari keluarga besar mereka sedang hamil anak diluar nikah. Namun bukan karena ayah si bayi yang bernama Alvian tidak mau bertanggungjawab, namun keluarga mereka yang menolak lamarannya. Alasannya karena Alvian tidak sederajat dengan Shella.


Alvian, pemuda tampan namun datang dari keluarga yang sederhana. Setelah ditolak oleh keluarga Shella, Alvian berhenti kuliah dan pergi entah kemana. Tidak ada seorangpun yang tahu, meskipun keluarganya sendiri.


Sedangkan Shella yang kehamilannya semakin membesar, disembunyikan orangtuanya disebuah villa yang jauh dari kota untuk melahirkan disana. Bibi Sri dan suaminya adalah orang-orang yang menemani Shella selama di villa menunggu kelahiran anaknya.


Shella mengalami kesulitan melahirkan sehingga dia sempat jatuh pingsan setelah melahirkan. Setelah anak itu lahir, orangtua Shella mengatakan bahwa anak Shella sudah meninggal saat dilahirkan.


Bayi itu diberikan pada bik Sri dan suaminya untuk dibuang atau di taruh di panti asuhan agar Shella tidak akan pernah tahu kebenaran tentang anaknya.


Namun ternyata, bik Sri dan suaminya tidak tega melihat bayi mungil yang sejak bayi tidak dinginkan keluarganya itu. Terlebih mereka juga tidak memiliki seorang anak. Sehingga mereka memutuskan untuk merawat anak itu yang kemudian mereka beri nama Mala.


Flashback off.


"Bibik Sri, bisa kamu jelaskan padaku apa yang terjadi?" tanya bu Bella penasaran.


"Mala, masuklah. Temani suamimu, dia pasti sudah lama menunggumu," kata bu Sri pada Mala.


Mala segera melangkah meninggalkan bu Bella dan ibunya yang penuh ketegangan. Mala sebenarnya penasaran karena sepertinya antara ibunya dan bu Bella mempunyai hubungan. Akan tetapi Mala tidak ingin mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya dia tahu.


Mala membuka pintu dan melihat ayah dan suaminya sedang berbincang akrab yang membuat Mala senang.


"Ayah, mas Dicko. Mala membawa bubur untuk sarapan kalian. Ini aku buat sendiri lho, ayo dicoba," kata Mala sambil memberikan bubur pada mereka berdua.


"Ayah makannya di sana saja," kata ayah Haris sambil melangkah menuju kursi tunggu.

__ADS_1


"Mala, trus aku gimana makannya?" tanya Dicko sambil mengangkat tangannya yang masih dibalut.


"Mala lupa, kalau mas tangannya masih sakit. Bentar ya mas, sabar."


Mala meletakkan sisa bubur diatas meja lalu mendekati suaminya yang sejak tadi menunggunya. Senyum Mala bak bunga merekah di pagi hari. Pandangan Dicko tak bis lepas dari wanita yang mampu membuatnya jatuh cinta baik sebagai Gama maupun sebagai Dicko.


"Mas, kenapa kamu memandangku seperti itu. Apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Mala sok polos.


"Ada."


"Mana? Apa?" ucap Mala gugup.


"Kenapa kamu bisa secantik ini sih."


"Mas Dicko, jangan becanda. Ada ayah di sini."


"Kenapa, malu? Sama ayah sendiri kok malu. Ayah pasti malah senang melihat kita mesra, ya kan ayah?" tanya Dicko membuat Mala bertambah malu pada ayahnya.


"Tuh kan bener."


"Jadi makan nggak nih."


"Jadi dong. Jangan ngambek dong sayang," kata Dicko sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mala yang menunduk.


Saat Mala mengangkat kepala, bibir mereka bersentuhan. Mereka berdua sama-sama kaget dan mereka saling diam untuk beberapa saat sampai Dicko mendorong bibirnya hingga mengeluarkan suara kecupan.


"Saatnya makan sayang," ucap Dicko yang masih melihat istrinya tertegun.


Mala tersenyum malu lalu dia mulai menyuapi sang suami dengan perasaan senang dan bahagia bisa menjadi wanita penting dalam hidup sang suami.


Sementara di luar, bu Sri dan bu Bella duduk bersebelahan. Bu Bella berusaha mencari tahu kebenaran 25 tahun yang lalu tentang keponakannya yang dulu pernah disangkanya sudah meninggal.

__ADS_1


Bu Bella dan Shella tahu kebenarannya sebelum ibunya meninggal 10 tahun lalu. Selama 5 tahun mencari dan tidak ada hasilnya, Shella pergi keluar negeri karena masih menyimpan sakit hati pada sang ibu yang telah tega membuatnya berpisah dengan anaknya.


"Bibik, tolong katakan kebenarannya kepadaku? Kemana bibik membawa anak Shella pergi?" kata bu Bella setengah memohon.


"Bu Bella, saya tidak akan memberitahukan apapun tentang anak itu pada Bu Bella."


"Kenapa? Tidakkah bibik kasihan pada Shella yang selama ini sangat merindukan anaknya?" kata bu Bella mendesak bu Sri.


Bu Sri terdiam. Jika dia mengatakan kebenarannya pada bu Bella, ada kemungkinan mereka akan membawa Mala pergi jauh darinya. Dia sudah menganggap Mala seperti anak kandungnya sendiri. Dan bagaimana jika Mala tahu dia bukan anak kandungnya? Dia pasti akan meninggalkannya.


"Apakah Mala anak Shella?!"


"Benar. Mala adalah anak dari nona Shella. Saat nyonya besar meminta bibik menaruhnya di panti asuhan, bibik merasa kasihan padanya. Karena itu kami memutuskan untuk merawat Mala dan pergi jauh dari keluarga kalian."


Bu Sri mengingat masa lalu dan dia hampir menangis teringat seorang bayi kecil yang tidak berdosa yang akan dibuang oleh keluarganya sendiri.


"Jadi benar, Mala anaknya Shella bik?" tanya bu Bella bahagia. " Shella pasti akan sangat senang sekali mendengar berita ini."


"Sebagai tantenya, kamu sudah melakukan hal yang sangat kejam. Kamu ingin menghilangkan nyawanya sama seperti apa yang pernah orangtua kalian lakukan. Jadi aku tidak akan membiarkan kalian mengambil Mala dari kami," kata bu Sri kesal.


Bu Bella terdiam menyadari kesalahannya pada Mala yang teramat fatal.


######


Bersambung


Sebentar lagi otor akan publish karya baru


Untuk NTWA judulnya Istri Titipan Talak Tiga


Up nya setelah lebaran mkasih

__ADS_1


__ADS_2