
Mala menatap wajah Dicko tajam, lalu dia menghela nafas panjang. Mala terus berpikir dan berpikir mencari solusi terbaik agar hubungan mereka tidak canggung seperti ini. Mungkin Mala perlu mencoba satu cara yang terakhir yaitu menggoda suami.
"Mas, mau aku pijitin. Pasti tadi udah capek kerja terus capek marah juga," kata Mala agak manja.
Dicko masih saja memasang wajah cemberut. Mala jadi bingung, 'susah banget merayunya. Apa harus lebih lebih dekat lagi?' batinnya.
"Sayang, aku pijit ya," kata Mala sambil memijit tangan suaminya tanpa menunggu jawaban lagi.
Pijitan Mala kian merambat ke punggung lalu ke pinggangnya. Tak disangka, suaminya malah tertawa karena merasa geli.
"Mala, apa ini namanya mijit? Nggak pake tenaga."
Mendengar perkataan suaminya Mala ingin marah, tetapi bukankah tujuannya ingin membuat suaminya berhenti marah? Lalu dia sudah bisa tertawa berarti dia sudah tidak marah biarpun kata-katanya seolah mengkritiknya.
Mala menjadi gemas melihat tingkah laku suaminya yang terlihat marah tapi tertawa dan sebaliknya. Mala naik diatas kedua kaki suaminya lalu mencengkeram kerah bajunya. Sontak saja kelakuan Mala membuat Dicko kaget. Istrinya berubah agresif saat didiamkan.
Mala menatap tajam wajah suaminya, lalu berubah lembut. Dicko menjadi tergoda dan hampir tidak tahan ingin mencium istrinya yang sedang menggodanya. Namun belum sempat Dicko beraksi, Mala sudah lebih dulu mencium bibirnya. Ada perasaan kaget tapi juga senang dengan ulah istrinya.
Dicko membiarkan Mala berbuat sesukanya dengan tubuhnya. Dia hanya memberi rangsangan agar Mala semakin bergairah dengan membalas ciuman Mala.
Dicko pun membantu dengan membuka kancing bajunya sendiri dan kancing baju istrinya. Mala sempat kaget, namun apa yang dilakukan suaminya mengisyaratkan lebih dan dia akan melakukannya sebisanya asal suaminya tidak marah lagi.
Mala menatap tubuh kekar yang berbaring di bawahnya. Otot-otot perutnya terlihat jelas dan seolah memintanya untuk merabanya. Tangan Mala mulai mengelus perut dan dada suaminya hingga membuat Dicko menahan suaranya.
Tidak hanya itu ciuman Mala mulai beraksi ke sekujur tubuh Dicko yang semakin membuatnya meng erang keenakan. Kali ini Mala mencoba memegang kendali. Mengatur ritme yang membuatnya nyaman dan merasakan nikmatnya sambil memejamkan mata. Suaminya membantunya dengan memainkan bagian dadanya yang empuk dan menggemaskan.
Mala mempercepat ritme aksinya ketika dia mulai merasa mencapai puncaknya dan suara erang annya terdengar merdu ditelinga Dicko. Mala mengulangi sekali lagi aksinya sambil melihat Dicko yang tersenyum padanya.
__ADS_1
"Sekali lagi ya mas," bisik Mala disambut bahagia Dicko.
"Iya sayang, malam ini adalah milikmu. Jadi lakukan sampai kamu merasa puas dan mas akan melayani sebaik mungkin," jawab Dicko senang karena merasa saat istrinya menginginkannya berarti istrinya mencintainya dan membutuhkannya.
Saat Mala mencapai puncak kenikmatan untuk kedua kalinya, Dicko dengan cepat membalikkan tubuh istrinya dan ganti dia yang memegang kendali. Memacu ritme gerakannya. Dicko ingin mencapai puncak kenikmatan bersama-sama. Dicko menyusul istrinya mencapai puncak dan suara keduanya menjadi nyanyian malam yang indah.
"sayang, ternyata jika mencapai puncak bersamaan rasanya lebih enak," kata Dicko lirih.
"Aku mencintaimu sayang."
"Aku juga mencintaimu mas," kata Mala kelelahan." Mas tidak marah lagi?"
"Mas tidak marah. Tadi sore mas hanya kesal melihat kamu masih begitu baik dengan pria lain. Aku juga ingin tahu apa yang akan kamu lakukan jika aku marah sama kamu. Ternyata kamu sangat menggoda dan membuatku puas."
Mala mencubit bahu suaminya dengan rasa malu. Karena merasa suaminya menjebaknya untuk bersikap agresif dan menjadi penggoda.
"Adek, aku masih kuliah mas. Sebentar lagi skripsi. Tidak bisakah kita menunggu hingga aku lulus?" kata Mala protes.
"Tidak bisa, kamu tidak usah khawatir. Aku bantu skripsi kamu saat kamu hamil," jawab Dicko.
"Janji ya," kata Mala senang.
"Aku tidak akan tega membuat istriku kecapekan. Kamu tinggal perintah aja. Saat kamu hamil Gala, aku tidak disampingmu. Aku akan menebusnya kali ini."
Mala tampak senang mendengar perkataan suaminya. Mala memeluk tubuh suaminya yang masih dalam keadaan tanpa pakaian membuat Dicko kembali terpicu saat tubuh mereka saling bersentuhan.
"Sayang, kenapa memelukku saat seperti ini. Aku tidak tahan lagi."
__ADS_1
Dicko dengan cepat membalikan tubuh Mala dan menekannya.
"Sekali lagi, sayang."
"Jangan mas, tadi aku salah memelukmu."
"Tidak bisa. Kamu harus tanggungjawab."
Dicko kembali beraksi sambil menggoda istrinya yang sok menolak padahal dia sangat menikmati aksinya.
Akankah kebahagiaan pengantin baru itu tanpa ujian?
#########
Bersambung...
Sambil menunggu up selanjutnya otor rekomendasikan satu novel apik karya teman otor bernama Yayuk Triatmaja berjudul Wanita kesayangan CEO aBlurb :
Arti nama Annchi adalah seorang bidadari yang cantik menawan, Annchi adalah seorang seorang dokter jenius yang bisa mengobati segala penyakit dan ahli mengunakan senjata tajam serta menguasai ilmu bela diri. Di usia yang ke 45 tahun Annchi belum ada keinginan untuk menikah dikarenakan sibuk mengobati orang-orang yang membutuhkan dirinya. Banyaknya pasien tentu saja uang mengalir terus hingga Annchi menjadi gadis yang paling kaya raya di negara itu hingga suatu ketika pamannya ingin menguasai kekayaan Annchi hingga merencanakan memberikan racun yang sangat kuat dengan di bantu istrinya dan rencananya berhasil Annchi meninggal. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia baru mengetahui kalau paman dan bibinya yang telah meracuni dirinya membuat dirinya bersumpah di depan mereka jika kelak berinkernasi kembali akan membalas perbuatan mereka.
Annchi terbangun dan dirinya sangat terkejut tubuhnya gendut dan jelek serta penuh dengan luka dan di dalam ingatan pemilik tubuh kalau pemilik tubuhnya sering di bully dan di siksa oleh ibu tiri dan adik tirinya membuat Annchi membantu membalaskan dendam dan juga mengubah pemiik tubuh untuk menjadi langsing, cantik dan menjadi wanita yang tidak bisa ditindas.
Akankah usaha Annchi untuk membalas dendam berhasil?
Ikuti Novelku yang ke 19
__ADS_1