Penantian Di Ujung Senja

Penantian Di Ujung Senja
Rencana pernikahan


__ADS_3

Mala dan Dicko akhirnya sampai juga ke rumah Mala di kampung pada tengah malam.


Tok tok tok


"Sebentar, siapa ya?!" tanya bu Sri waspada.


"Mala Bu," jawab Mala agak keras.


Bu Sri membuka pintu dengan segera. Tapi, dia sangat terkejut melihat Mala tidak datang sendiri.


"Dicko, kenapa kamu bisa ikut Mala kemari?!" tanya bu Sri kaget.


"Ibu, biarkan kami masuk dulu. Nanti baru kami ceritakan pada ibu," kata Mala.


"Iya, masuk-masuk. Kalian istirahat dulu."


Bu Sri menahan rasa ingin tahunya tentang kehadiran Dicko bersama Mala. Dalam hati dia berharap ada kemajuan dalam hubungan mereka.


Mala dan Dicko segera masuk. Karena Mala sudah sangat khawatir dengan keadaan Gala, dia langsung saja menemui Gala diikuti Dicko. Sementara bu Sri membiarkan satu keluarga kecil itu berkumpul.


"Gala, ini ibu nak? Apa yang kamu rasakan? Mana yang sakit, bilang sama ibu?" tanya Mala bertubi-tubi.


"Ibu..."


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Gala. Dicko mendekati Gala yang terbaring lemah di tempat tidurnya.


"Gala, cepatlah sembuh. Nanti ayah akan mengajak kamu bermain lagi di kantor ayah. Bukankah kamu senang menjadi seorang bos? Kamu akan menjadi bos kecil disana," kata Dicko berusaha membuat Gala bersemangat.


"Ayah Dicko juga datang," ucap Gala lemah.


"Sayang, kami sangat menyayangimu. cepatlah sembuh ya," ucap Mala hampir menangis tapi dia tidak mau Gala melihatnya lemah.


"Gala senang melihat ibu dan ayah Dicko datang," ucap Gala pelan membuat hati Mala sedih melihat Gala.


"Gala, katakan pada ayah Dicko semua yang Gala mau. Mainan, sepeda atau apapun itu pasti akan ayah Dicko berikan untuk kamu," ucap Dicko penuh semangat.

__ADS_1


Gala melihat kearah ibunya dengan tatapan penuh kerinduan. Mala tak dapat menahan airmatanya yang mulai menetes satu-satu.


"Gala mau ibu dan ayah."


Ucapan Gala membuat Dicko dan Mala kaget. Mereka saling berpandangan.


"Gala, setelah sembuh kamu bisa tinggal bersama ayah Dicko seperti dulu."


"Ibu juga?" tanya Gala membuat Mala bingung.


Setelah sekian lama, keinginan Gala masih belum berubah. Ayah dan ibu dan juga Gala.


"Baik, ibu juga akan tinggal bersama kalian. Asal Gala cepat sembuh ya," kata Mala membuat Gala senang.


Bahkan Dicko ikut merasa senang walau dia tahu mungkin saja Mala hanya ingin menyenangkan Gala saja.


"Ya sudah, kalian tidurlah. Karena malam masih lama. Aku akan tidur di bawah saja," kata Dicko yang kebetulan bu Sri sudah menyiapkan alas tidur untuknya.


Menjelang fajar, bu Sri membangunkan Mala untuk sholat berjamaah. Mala teringat Dicko yang juga belum bangun. Dengan hati-hati, Mala membangunkan Dicko. Tangan lembutnya menyentuh bahu Dicko yang kokoh berotot. Dicko tersentak kaget karena selama beberapa tahun ini tidak ada seorang wanita pun yang berani membangunkannya.


Setelah selesai beribadah, Mala membantu ibunya memasak di dapur sementara Dicko menjaga Gala yang masih tertidur.


Selesai masak, Mala bergegas mendekati Dicko untuk memintanya mandi.


"Dicko, mandilah dulu. Aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu. Milik Gama."


"Tentu. Tapi, aku ingin bertanya satu hal padamu."


"Apa, katakan saja," ucap Mala sambil duduk.


"Semalam kamu bilang kamu akan tinggal bersama Gala dan aku. Apa maksudmu?!" tanya Dicko penasaran.


"O itu."


"Hanya pura-pura? Mala, menikahlah denganku."

__ADS_1


"Apa kamu pikir aku mau hidup denganmu tanpa status?"


Dicko tersenyum bahagia mendengar jawaban Mala. Status. Yach... itu yang Mala inginkan.


Dicko bergegas pergi dengan senyum yang masih merekah. Sementara Mala lega sudah bisa membuka hatinya untuk Dicko yang tak lain adalah Gama mantan suaminya.


Setelah beberapa hari, Gala mulai membaik dan bisa bermain kembali seperti biasa. Dicko melamar Mala didepan ibunya. Rencana pernikahan menunggu ayah Mala yang beberapa hari lagi pulang melaut.


Pernikahan mereka akan diadakan dikampung Mala dengan acara yang sederhana. Namun perusahaan Dicko ada sedikit masalah dan mengharuskan Dicko untuk kembali ke kota. Dan dia berjanji akan datang di hari pernikahan mereka.


Hati Mala terasa tidak karuan. Haruskah dia mengalami hal yang sama seperti 5 tahun yang lalu. Sebuah penantian yang panjang, yang berakhir dengan kesedihan?


Akan tetapi Mala yakin dengan Dicko, lelaki yang akhirnya bisa membuatnya membuka hati untuk menjalani dunia pernikahan yang baru. Walupun mereka satu orang, namun dunia mereka berbeda.


Dan itulah cinta yang mampu menerima pasangan kita dalam bentuk dan rupa yang berbeda.


########


Sambil menunggu up selanjutnya, otor rekomendasikan satu novel karya teman otor bernama Momy Ida berjudul Pernikahan Kontrak sang CEO ,mohon tinggalkan jejak ya


Blurb:


Berbekal ijasah SMA, Putri memberanikan diri mengadu nasib di Ibukota.


Seorang gadis yatim piatu mengadu nasib di kota besar yang secara tidak sengaja memiliki hubungan dengan pengusaha muda dan menguak misteri masa lalu.


Sky Putra Gandratama, pengusaha muda yang sukses membawa perusahaannya mencapai puncak kejayaan.


Hidupnya berubah setelag bertemh dengan seorang gadis belia yang secara tidak sengaja dia undang masuk kedalam kehidupannya.


Bagaimana kisah mereka?


Misteri apa yang terjadi dimasa lalu?


__ADS_1


__ADS_2