
Andra pulang dengan perasaan marah dan kesal. Semua perkataan orang itu memang belum tentu benar. Akan tetapi hati Andra mulai tidak tenang setelah mendengar bahwa ibunya yang merencanakan hal buruk pada Mala.
Bahkan dari telepon kemarin Andra baru mengetahui bahwa kecelakaan yang dulu juga adalah tanggungjawab ibunya. Sampai di rumah, ibunya sudah menunggu Andra dengan perasaan gelisah.
"Andra..."
"Ibu, apakah ibu sudah siap memberikan penjelasan padaku?!" tanya Andra saat melihat ibunya sedang menunggunya dengan cemas.
"Andra, duduklah. Ibu minta maaf. Tapi ini semua ide dari Wina. Ibu telah masuk perangkap Wina. Percayalah pada ibu, Andra," kata bu Bella setengah memohon.
"Ibu, Mungkin memang Wina yang menghasut ibu. Tapi apa alasan ibu bisa sangat membenci Mala. Padahal ibu sudah setuju bahwa aku akan menikah dengan Mala. Bukankah itu berarti ibu sudah menerima Mala dan tidak membencinya lagi."
"Ibu sakit hati karena dia menolak kamu Andra. Padahal kamu sangat mencintai dia. Anak ibu adalah yang terbaik, kenapa dia lebih memilih kembali pada mantan suaminya itu."
"Ibu, aku saja bisa menerima keputusan Mala walaupun aku masih belum bisa melupakan dia. Dia berhak bahagia ibu walaupun itu bukan denganku. Seharusnya ibu tidak mengulangi kesalahan yang sama. Maaf ibu, aku akan melaporkan ibu kekantor polisi."
"Andra, untuk apa kamu bawa-bawa polisi? Ibu ini ibumu Andra."
"Maaf Bu. Tapi ibu sudah sangat keterlaluan. Seharusnya ibu menyadari kesalahan ibu saat aku terluka karena perbuatan ibu, bukan malah mengulangi perbuatan ibu dan menyebabkan suaminya masuk rumah sakit," kata Andra sedih.
"Apa, lalu bagaimana dengan Mala?!" tanya bu Bella kaget. Berarti tujuannya belum tercapai.
"Dia baik-baik saja. Ibu, ibu tidak menyesal sama sekali atas perbuatan ibu. Kenapa ibuku berubah sangat dingin dan tidak berperasaan seperti ini?" ucap Andra mengeluh.
"Ini semua berawal karena kamu jatuh cinta padanya. Andra lupakan dia nak. Banyak wanita yang lebih baik dari dia," kata bu Bella memohon.
__ADS_1
"Andra tidak pernah menyesal mencintai Mala. Meski Andra tidak bisa memilikinya, Tapi Andra memiliki banyak kenangan yang membuktikan bahwa cinta itu harus bisa merelakan orang yang kita cintai bahagia. Ibu, jangan sakiti Mala lagi, Andra mohon."
"Tapi kamu akan benar-benar melaporkan ibu kekantor polisi?" tanya ibunya.
"Aku akan minta maaf pada Mala dan suaminya. Jika mereka memaafkan ibu maka aku tidak akan melaporkan ibu ke kantor polisi. Jadi berdoalah supaya mereka memaafkan ibu," ucap Andra sambil menghela nafas berat.
Bu Bella mengangguk pelan. Ingin rasanya dia marah pada Andra. Akan tetapi, bu Bella merasa Andra benar. Dia sudah merencanakan kejahatan, bahkan sudah mengakibatkan Andra masuk rumah sakit dan sekarang suami Mala juga masuk rumah sakit karena ulahnya.
*****
Merasa bukan hanya dirinya yang bersalah, bu Bella menghubungi Wina. Bu Bella tidak ingin menderita sendirian.
"Hallo, Wina," ucap bu Bella memulai percakapan.
"Hallo, tante. Apakah ada kabar baik sehingga Tante menghubungi Wina?" tanya Wina penasaran.
"Jika bukan kabar baik, Wina tidak ingin mendengarnya."
"Kamu harus mau mendengarnya. Andra sudah tahu semuanya. Dan dia akan melaporkan perbuatan kita kekantor polisi."
"Apa, jadi Andra sudah tahu semuanya dan dia akan lapor polisi?" tanya Wina kaget.
"Benar, apa yang akan kita lakukan sekarang?!" tanya bu Bella dengan nada pasrah.
"Tunggu, itu adalah urusan Tante. Saya tidak ikut campur jadi saya tidak bersalah Tante," jawab Wina berusaha melepaskan diri dari masalah.
__ADS_1
"Hei, kamu yang pertama memberi ide Tante untuk mencelakai Mala. Kamu juga ikut bertanggung jawab," teriak bu Bella.
"Tidak, Wina tidak bersalah. Tante yang melakukannya. Jangan bawa-bawa Wina dalam hal ini," ucap Wina keras.
"Kamu, kamu mengecewakan tante Wina."
"Terserah apa kata tante. Wina tutup dulu, Wina banyak pekerjaan," kata Wina dan langsung menutup sambungan teleponnya.
Tut Tut Tut
Terdengar suara sambungan telepon terputus membuat hati bu Bella kesal. Ternyata wanita yang dia harapkan akan menjadi menantunya tidaklah sebaik yang dia kira.
Kini bu Bella hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Mala dan suaminya memaafkannya. Atau mungkin dia harus datang sendiri menemui keluarga Mala. Dia benar-benar pusing.
"Ibu kenapa? Dari tadi bapak perhatikan kamu tidak seperti biasanya. Ada masalah apa?" tanya suaminya.
" Tidak ada apa-apa ayah, ibu hanya sedikit kecapekan saja. Setelah istirahat pasti akan segera sembuh," jawab bu Bella berbohong karena takut suaminya mengetahui perbuatannya.
Ternyata melakukan kejahatan bukan hanya menyakiti korban tetapi rasa bersalahnya juga sangat menyiksa. Apalagi jika sudah ketahuan akan lebih menderita lagi dan takut masuk bui.
######
Bersambung...
Sambil menunggu up selanjutnya, otor rekomendasikan satu novel apik karya teman otor bernama Lord Eclipse Venerabie berjudul Ayahku manusia terkuat dalam semesta semoga suka.
__ADS_1