
Setelah keduanya telah siap, keduanya keluar dari kamar. Tak lupa, mereka pun membawa kembali pakaian yang kemarin sempat mereka pakai untuk menghilangkan jejak. Dengan langkah penuh hati-hati, mereka lakukan supaya tidak mengganggu waktu istirahat Rose dan Jundi di kamarnya.
"Sayang, kamu bangunkan kedua orang tuamu lalu segera ajak mereka keluar dari rumah ini. Aku akan menunggu kalian dengan sebuah mobil di depan. Oke?" bisik Haris saat keduanya sedang menuruni anak tangga. Sita pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
Haris segera keluar dari rumah, sedangkan Sita masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya. Ia sedikit bernapas lega karena telah melihat ayahnya di sana yang berbaring tepat di samping bundanya. Walau dia tidak tahu kapan ayahnya tiba di rumah, tapi yang terpenting misinya bersama Haris kali ini harus berhasil.
Sita membangunkan kedua orang tuanya, tidak lama Rose dan Jundi pun terbangun.
"Sita? ngapain kamu di kamar kami?" tanya Rose yang terkejut melihat Sita ada di kamarnya.
"Bunda, Ayah. Ayok ikut Sita sekarang! Waktu kita gak banyak!" seru Sita dengan nada yang masih sedikit berbisik.
"Kita mau kemana? Bunda sama Ayah harus tetap ada di sini!" tolak Rose dengan bersikukuh.
"Siapa yang menyuruh kalian tetap di sini? Bukankah udah gak ada lagi perjalanan dinas kalian? Bukankah kepala pemerintahan telah memecat ayah? Lantas siapa yang menyuruhnya?" cecar Sita dengan berbagai pertanyaan. Rose dan Jundi saling bertukar pandang. Keduanya terkejut saat Sita telah mengetahui semuanya.
"Bunda takut untuk menjawabnya, Sita .... " Rose menjawab dengan lirih. Kesadarannya pun belum benar-benar pulih.
"Jawab aja Bunda ... Ayah .... " Sita menatap kedua orang tuanya dengan penuh harap.
__ADS_1
Sambil menarik napasnya dalam-dalam, Jundi pun berkata. "Sulthan."
"Apa?" Sita terkejut mendengarnya. Haris pun seketika ikut masuk ke dalam kamar. "Kenapa bisa kak Sulthan melakukan semua ini?" lanjutnya menatap nanar Rose dan Jundi.
Sita dan Haris saling bertukar pandang. Rasanya tidak mungkin jika Sulthan yang telah melakukan semua ini.
"Mas, kita harus cari tanya langsung pada Kak Sulthan. Kenapa bisa dia melakukan ini?" Sita meluapkan emosinya. Ia tidak terima serta tidak tega melihat kedua orang tuanya diasingkan sangat jauh darinya. Bahkan perbedaan siang dan malam pun saling bersinggungan.
"Lebih baik kamu disini temani ayah sama bunda aja ya. Biar aku yang bertanya langsung pada kak Sulthan."
"Apa kamu yakin Mas?" tanya Sita. Kedua matanya mulai berkaca-kaca dan tersirat kekhawatiran disana.
"Kamu tenang saja. Yang terpenting, kamu dan kedua orang tuamu aman," bujuk Haris dengan kedua tangan yang menggenggam erat tangan sang istri.
Dengan segenap rasa yang ada, Haris membawa Sita ke dalam pelukannya. "Baik-baik Sayang. Aku akan segera kembali menjemputmu, juga kedua orang tuamu. Sekarang hanya kamu milikku yang paling berharga dari apapun di dunia ini."
"Segera kembali, kamu adalah separuh jiwaku sekarang. Kalau kamu tidak kembali, bagaimana dengan aku yang masih terus membutuhkanmu?" Sita semakin mengeratkan pelukannya.
Kedua orang tua Sita merasa terenyuh melihat pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
"Sita ... Bunda ingin mengatakan satu hal pada kalian ... kalau keberadaan kami di sini karena Sulthan ingin kamu (menoleh kepada Haris) keluar dari kebebasan. Dia hanya mau kamu ada yang mendampingi, Haris ... lagi pula, tidak apa kami berada di sini. Walaupun ayah belum ingin memiliki pekerjaan, setidaknya hidup kami sudah terjamin selama di sini."
Seketika, pelukan pun dilepaskan oleh Sita dari tubuh suaminya.
"Mak-maksudnya?" Kini berbalik Sita yang sukar mengerti keadaan yang ada. Entah karena Haris yang tidak jujur selama ini, atau kedua orang tuanya yang terlalu berpihak pada Sulthan.
Sita hanya mematung sambil melihat ke arah kedua orang tuanya lalu kepada Haris, secara bergantian.
Bersambung ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum, maaf udah nunggu lama banget, satu tahun lebih ya temen-temen? hehe maaf banget ya sekali lagi. Mumpung mulai ada mood.
Cerita ini InsyaAllah, sedikit demi sedikit akan othor tuntaskan. Terima kasih, dan sekali lagi mohon maaf ya. mungkin gak bisa up tiap hari 🙏🏻
sambil nunggu up, kalian bisa kok mampir ke novel baru othor yang lain hehe 😁
Wassalam.
__ADS_1