PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
SURAT DARI KAKEK SIN LIONG


__ADS_3

” hujan sudah berhenti, sebaiknya kami harus pergi dahulu Bu Ki,kami harap kamu dan Pendekar pulau es mau membantu kami dalam menghentikan Jaka yang masih dalam pengaruh tapa iblis.”


” saya dan ayah saya akan mengejar Jaka Ki Ageng,saya juga merasa bersalah mengapa dahulu tidak menghancurkan kitab itu,andai saya dahulu mendengar usulan dari tuan Jaka,mungkin situasi tidak seperti ini.”


” sudahlah Bu Ki,ini semua sudah takdir dewa, sebaiknya kita segera menemukan dimana Jaka berada.”


” saya setuju Ki Ageng,saya dan ayah saya akan segera menemukan tuan jaka.”


ki Ageng mengangguk setuju,harapan tertumpu pada kedua Pendekar dari negri Han itu,semoga Jaka segera di temukan.


mereka pun berpisah,Ki Ageng dan nyai darsih pamit meninggalkan Cia Bu Ki dan Cia tong lay.


**


sepeninggal Ki Ageng Permana dan nyai darsih Cia tong lay dan Cia Bu Ki terlibat dalam pembicaraan yang sangat serius.


” Bu Ki...ada satu hal yang ingin ayah sampaikan padamu.”


” katakanlah ayah,Bu Ki siap mendengarnya.”


” ayah akan menurunkan ilmu ciptaan kakek liong padamu,karena sebelum kakek liong pergi dia berpesan agar kamu juga mempelajari jurus ini.”


” apa..kakek sudah wafat?”


Cia Bu Ki sangat terkejut mendengar berita kalau kakeknya sudah meninggal.


walau sudah beberapa hari ini dia bersama ayahnya,tetapi Cia Bu Ki tidak pernah menanyakan kabar kakeknya,karena keadaan ayahnya yang masih dalam penyembuhan.


Cia Bu Ki sangat bersedih,saat di pulau es dahulu dia sangat manja pada kakeknya,bahkan dia sering di bela apa bila dia nakal pada encinya sin Yuan li.

__ADS_1


tak terasa air matanya menetes di pipinya.


Cia Bu Ki melihat kesedihan anaknya dan langsung memeluk Cia Bu Ki yang tidak menyangka kakeknya begitu cepat meninggalkannya.


” Bu Ki,ini ada sebuah surat dari kakek liong padamu,saat kakek liong meninggal dia berpesan agar surat ini kamu baca.”


Cia tong lay memberi sebuah surat pada Cia Bu Ki,surat yang belum pernah dia buka,karena itu adalah wasiat dari ayah angkatnya sekaligus gurunya.


dengan perasaan bersedih dan mata berkaca kaca, Cia Bu Ki membuka surat itu,dan di baca di dalam hati.


” cucuku Bu Ki,mungkin saat kamu baca surat ini,kakek sudah tidak ada lagi di dunia ini.kakek hanya minta maaf karena membiarkanmu harus berpisah dari kedua orang tuamu saat tuan Yap ho menculikmu dari pulau es.


pesan kakek hanya satu buatmu Bu Ki,jadilah manusia seputih kertas,pergunakan Ilmi yang kamu miliki untuk membantu kaum yang lemah dan memerangi kejahatan di dunia ini.


Bu Ki,kakek bangga padamu seperti kakek bangga pada ayahmu.


kakek sangat sayang padamu Bu ki,selamat tinggal Bu Ki, selamat tinggal cucuku.”


setelah membaca isi surat itu,cia Bu Ki memandang kelangit,sungguh dia sangat rindu pada kakeknya yang begitu cepat meninggalkannya.


lalu matanya menatap ayahnya yang mulai tampak keriput di sela sela matanya.


Kemabli di peluknya tubuh ayahnya yang mulai sudah menua,walau umur ayahnya belum terlalu tua,tetapi beban pikiran telah membuat nya jauh lebih tua dari umur sesungguhnya.


” ayah..maafkan Bu Ki ayah,Bu Ki belum bisa membanggakan kakek.”


” Bu Ki...kakek sangat bangga padamu nak,ayah juga sangat bangga padamu nak, sebaiknya kita pergi dari tempat ini dan mencari manusia iblis itu agar tidak terlalu banyak memakan korban.”


” baiklah ayah.”

__ADS_1


merekapun pergi meninggalkan tempat itu, Cia Bu Ki kagum pada ayahnya,walau kekuatan ayahnya belum kembali sempurna,tetapi dia harus sekuat tenaga mengejar ayahnya yang melesat jauh meninggalkannya.


**


” ayah tunggu.”


” ada apa Bu Ki?”


” saya sudah sangat lelah ayah, sebaiknya kita beristirahat.”


” bila kita beristirahat,mungkin temanmu itu sudah membunuh puluhan korban Bu Ki,ayah sudah pernah melawan manusia seperti itu Bu Ki,semakin dia memakan korban banyak semakin kuat lah dirinya.”


” tapi ayah,saya sudah sangat lelah.”


” jangan lemah Bu ki.”


Cia tong lay pun mendekati tubuh Cia Bu Ki,lalu kedua tangannya berputar sembilan puluh derajat ke atas,membuat tidak buah Cia Bu Ki dengan ajaib berputar sendiri.


semakin lama putaran itu semakin cepat sehingga kini tubuh Cia Bu Ki tidak terlihat bentuk lagi,hanya bayangan saja yang terus berputar.


Cia Bu Ki pun kaget,dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


bagaikan terbelenggu rantai baja yang kuat dia hanya pasrah apa yang di lakukan ayahnya padanya.


tetapi Cia Bu Ki mulai merasakan sakit yang amat sangat membuat dia merintih kesakitan,dan semakin lama sakit itu menyiksa tubuhnya.


rintihan itu berganti menjadi teriakan yang sangat panjang, Cia Bu Ki tersiksa oleh rasa sakit yang ada di dalam tubuhnya.


dia tidak bisa berpikir lagi apa yang dilakukan ayahnya pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2