
" apa.."
datuk rimba pun tidak menyangka kalau saat ini ki bajo telah memiliki ajian pancasona.
semua para pendekar juga tidak menyangka kalau ki bajo memiliki ajian pancasona,yang membuat para pendekar bergidik juga.
bahkan kelabang ungu pun sampai mundur tiga langkah,rasa senangnya berubah menjadi keterkejutanya.
kelabang ungu tidak menyangka kalau ki bajo memiliki ajian pancasona.
tampak wajah ki bajo yang kembali hidup lebih segar dari pertama kali dia muncul.
matanya menatap kelabang ungu dengan sangat dingin,andai dirinya tidak kehilangan separuh kekuatanya karena ajian pancasona yang belum sempurna,mungkin kelabang ungu tidak mampu untuk membunuhnya.
" kelabang ungu,hari ini kau harus tewas di tanganku."
ki bajo mulai kembali menyerang kelabang ungu,kembali pertarungan di lanjutkan.
entah sudah berapa kali ki bajo harus tewas oleh pukulan beracun kelabang ungu,membuat tenaganya harus terkuras,tetapi tidak dengan ki bajo, setelah kebangkitanya setelah mati dirinya kembali segar.
dan terus menyerang kelabang ungu semakin gencar,hingga akhirnya ki bajo berhasil membuat suatu pukulan yang sangat dahsyat,membuat kelabang ungu harus terlempar cukup jauh dan memuntahkan darah segar yang amat banyak.
tidak ingin memberi kesempatan pada kelabang ungu,ki bajo segera melesat untuk memerikan suatu pukulan terakhir buat kelabang ungu,tetapi sebuah teriakan dari datuk rimba menghentikan langkah ki bajo.
__ADS_1
" tunggu dulu ki bajo,apakah kamu mengundang kami hanya untuk ini?"
ki bajo menghentikan seranganya dan melepaskan pukulan ke sebuah batu yang cukup besar membuat batu itu hancur berkeping keping,dan wajah kelabang ungu menjadi pucat,andai datuk rimba tidak menghentikan ki bajo mungkin nasibnya akan sama dengan batu yang tidak bersalah itu.
" maafkan saya datuk rimba,saya hanya tidak suka dengan dirinya yang sok jagoan,andai diriku tidak kehilangan tenagaku akibat ajian pancasona,mungkin dia tidak dapat membunuhku sampai ke sekian kalinya."
" hem..saya paham ki bajo,itu mungkin karena kesalah pahaman saja,yang terpenting hari ini kita sudah tau,kalau kita harus bersatu untuk menghadapi para aliran putih yang sepertinya mendapat angin segar dari pendekar muda yang saat ini memiliki mustika kipas lima naga."
ki bajo menghela nafasnya,dia memandang kelabang ungu,dan menatap semua pendekar aliran hitam yang ada di hadapanya.
" baiklah,hari ini saya melepaskanya datuk rimba, karena saya memandang muka datuk,tetapi lain kali saya akan menghabisi dirinya datuk."
datuk rimba mengangguk tanda setuju,dia pun kembali berdiskusi pada semua pendekar dan kini para pendekar hanya menyetujui keputusan ki bajo,yang harus mencari pemuda yang memiliki kipas lima naga,selama dirinya menyempurnakan ajian pancasona dan mengembalikan kekuatanya yang hilang.
**
" ada apa tuan?"
" lihatlah sinar keemasan itu?"
" ada apa dengan sinar keemasan itu tuan?"
" itulah energi daun dewa yang kita cari,dan sebentar lagi kita akan sampai ke tempat itu mari kita cepat ke sana."
__ADS_1
jaka tidak menyangka,ternyata saat ingin mencari pendekar yang berhasil mendapat ajian pancasona,mereka harus di pertemukan dengan daun dewa yang mereka cari selama ini.
langkh mereka berhenti di sebuah bukit,dimana sebuah tumbuhan yang memiliki aura dan cahaya berwarna keemasan ada di hadapan mereka.
" bu ki lihatlah,itulah daun dewa,ternyata kita sangat beruntung karena daun ini tumbuh dalam setahun sekali."
" bolehkah saya mengambilnya sekarang tuan?'
" jangan dulu bu ki,kamu tidak akan mampu meraihnya sebelum matahari berada tepat di atas kita."
merekapun menunggu hingga matahari berada tepat di atas kepala mereka, setelah itu dengan cepat jaka langsung menyambar daun dewa,karena waktu yang hanya beberapa detik karena bila sedetik saja waktu terbuang bunga itu tidak dapat di sentuh karena matahari sudah bergeser.
dan mereka jarus menunggu besok lagi,saat matahari tepat di atas kepala.
" ambilah bu ki,simpanlah daun ini,setelah itu pulanglah ke pulau es,dan maafkan saya karena tidak dapat menemani untuk ke pulau es."
" tuan..saya telah memikirkan selama beberapa hari ini,dan saya akan tetap di pulau jawa ini tuan menemanimu untuk menghadapi orang yang memiliki ajian pancasona."
" tetapi bu ki,bagaimana keadaan ayahmu bukankah itu obat untuk menyembuhkan ayahmu bu ki?"
" nyawa ayahku memanglah sangat penting bagiku tuan,tetapi kerusakan yang akan di buat oleh pemilik ilmu setan itu jauh lebih penting tuan."
" bu ki..."
__ADS_1
jaka tidak percaya dengan perkataan pemuda yang ada di hadapanya,walau umurnya sangat muda tetapi pikiranya begitu matang untuk mengambil keputusan yang sangat menyentuh hatinya.
jaka pun memeluk bu ki,dirinya sangat terharu,karena cia bu ki lebih memilih menyelamatkan dunia persilatan dari pada harus kembali untuk membawa obat buat kesembuhan ayahnya.