PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
MENUJU GUNUNG SELAMAT


__ADS_3

Cia Bu Ki membuat obat agar luka di tubuh Andini segera sembuh,diapun mencari dedaunan untuk mengobati luka di perut Andini agar cepat mengering.


dan Cia Bu Ki juga memberi ramuan agar Andini dapat memiliki tenaga kembali setelah kehilangan banyak darah.


setelah ramuan selesai,cia Bu Ki pun mengoleskan ramuan itu keluka yang ada di perut Andini yang masih tidak sadarkan diri,dan memberi minum obat agar Andini cepat sadar.


setelah menunggu satu jam,perlahan mata Andini terbuka walau luka di tubuhnya masih terasa sakit,tetapi itu jauh berkurang sebelum di obati oleh Cia Bu Ki.


Andini menoleh kesekitar,tampak Cia Bu Ki berada di sampingnya dengan raut wajah cemas memandang dirinya.


” Bu Ki,kamu kah itu atau aku hanya bermimpi?"


” Andini ini aku,kamu tidak bermimpi Andini?”


” Bu Ki...”walau harus menahan rasa sakit,Andini berusaha bangkit dan memeluk tubuh Cia Bu Ki, ingatannya sungguh tidak akan terlupakan,dimana pandepokan putri kencana harus di bantai, oleh orang yang tidak di kenal dan membunuh para murid pandepokan putri kencana.


beruntung dirinya di selamatkan oleh gurunya nyai darsih,tetapi nyai darsih berhasil di tangkap dan di bawa entah kemana.


Andini di perintahkan pergi,setelah mendapat luka di perutnya dan dirinya berusaha menerobos pertarungan yang tidak seimbang itu.


sungguh Andini tidak pernah berpikir sekalipun,di depannya adik adik seperguruan nya di bantai tanpa tersisa,dan dia harus melarikan diri karena di perintah oleh nyai darsih.

__ADS_1


setelah puas memeluk tubuh Cia Bu Ki dan menumpahkan kesedihannya di punggung Cia Bu Ki Andini pun melepaskan pelukannya.


Andini menatap wajah Cia Bu Ki seakan masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


” Andini apa yang terjadi?”


” Bu Ki,mereka sangat kejam mereka telah membunuh semua adik seperguruan ku.”


Isak tangis Andini tidak dapat terbendung lagi,dia kembali menangis.


” ya Andini,tetapi dimanakah nyai darsih Andini?”


” Hem...apakah nyai darsih selamat dari peristiwa itu Andini?"


” guru berhasil mereka tangkap dan di bawa ketempat mereka?”


” setelah saya berhasil keluar,saya tidak dapat bergerak karena luka di perut saya sudah banyak mengeluarkan darah,sehingga saya harus berlindung di bawah pohon itu bersembunyi,dan saya sempat melihat guru berhasil mereka tangkap dan di bawa ke...”


” kemana Andini?"


wajah Bu Ki tegang,karena penasaran Andini menghentikan ucapannya.

__ADS_1


” yang saya dengar,mereka menuju gunung selamat,dan saya juga mendengar samar samar tentang goa kampret.”


” Hem...bagus Andini,kita harus segera ke sana menyelamatkan nyai darsih.”


” tapi Bu Ki,mereka sangat banyak dan kuat,bagaiman kamu ingin menyelamatkan guru,kita harus meminta bantuan pada yang lain.”


” tidak Andini,itu akan memakan waktu yang sangat lama, kita harus bertindak cepat sebelum mereka melukai nyai darsih.”


” tap Bu Ki..."


Andini menghentikan ucapannya,karena mulutnya di tutup oleh jari Cia Bu Ki dan terdengar siulan aneh,dan terdengar suara burung mendekati mereka.


wajah Andini pucat, melihat Tintin sangat besar, sehingga dirinya tidak dapat berkata-kata lagi,takut melihat Tintin seakan mulutnya terkunci.


” Tintin kita harus segera ke gunung selamat untuk menyelamatkan nyai darsih.”


cia Bu Ki pun menggendong Andini,dan meloncat ke punggung Tintin,dan terbang menuju gunung selamat.


Andini yang berada di punggung Tintin ingin rasanya menjerit ketakutan,tetapi karena Cia Bu Ki bersamanya, dirinya pun merasa nyaman.


mereka melesat ke arah gunung selamat,untuk membebaskan nyai darsih dan mungkin para pendekar golongan putih juga tertawan di gunung selamat.

__ADS_1


__ADS_2