
” nama kamu Bu Ki bukan?”
kembali Cia Bu Ki terkejut karena kakek ini mengetahui namanya.
” darimana kakek tau nama saya?bukankah saya tidak pernah memberitahukan pada kakek tentang nama saya?"
” ha ha ha....kamu lucu anak muda,bahkan saya tau nama ayah kamu,dan leluhur kamu.”
” tidak mungkin,tidak mungkin kakek tau,ini lelucon bagiku,karena ayah saya saya tidak tau leluhur kami kerena sejak bayi ayah sudah di tinggal mati oleh kedua orang tuanya.”
” itu sudah suratan takdir dewata anak muda,baiklah saya akan memberitahu bahwa keluargamu memiliki darah Pendekar rajawali,karena leluhurmu adalah salah satu Pendekar rajawali.”
Cia Bu Ki ternganga mendengar dewa hakiki bahwa darahnya masih ada hubungannya dengan Pendekar rajawali, membuat dirinya seakan tidak percaya dengan ucapan dewa hakiki.”
” ketahuilah anak muda,kamu masih cucu dari pendekar rajawali ke 4,dari Cia su yang,salah satu Pendekar rajawali dari negri han.”
” Cia su yang? siapa dia dan kenapa ada Pendekar rajawali dari negri Han.”
” hanya dewa yang bisa menjawabnya.”
” apakah kakek tidak mengetahuinya?”
” belum saatnya saya menjawab pertanyaan mu anak muda,saat ini saya akan membuat dirimu akan menjadi pendekar rajawali seperti leluhurmu dan menegakan keadilan di muka bumi ini.”
” menjadikan diriku seorang pendekar rajawali?”
” ya...karena takdir mu yang akan merubah semua hidupmu,dengan adanya kekuatan aneh di dalam tubuhmu yang berasal dari kapas lima naga,kamu akan menjadi Pendekar rajawali yang tersakiti.”
” tapi kek.”
Cia Bu Ki tidak dapat melanjutkan kata-katanya,karena dirinya seperti kehilangan kesadaran,dan kini dia berada seperti di dunia berbeda dengan begitu banyak wanita yang sangat cantik.
” Hem dimanakah aku?apakah ini mimpi?”
__ADS_1
” selamat datang Pendekar,kami akan melayani Pendekar sebaik mungkin.”
” siapa kalian?dimana saya sekarang berada?”
” Pendekar adalah tamu kehormatan kami,dan ratu telah mempersiapkan kamar khusus buat pendekar.”
” ratu?ada apa ini sebenarnya,bukankah saya berada di dalam istana perut bumi?"
wanita wanita yang kecantikannya bagaikan bidadari itu tersenyum, seolah-olah menertawai Cia Bu Ki yang sepertinya sedang kebingungan.
” Dina..ayu...apa yang kalian lakukan,jangan menggoda tamu kehormatan ratu,kalian akan mendapatkan hukuman berat bila ratu tau.”
” maaf yunda Sima,kami hanya kagum dengan kehormatan pemuda itu.”
” cepat pergi,sebelum ini saya laporkan pada ratu.”
” baik yunda sima.”
kedua gadis cantik itu pergi,mereka sepertinya sangat menghormati gadis itu.
” tunggu dulu,dimana ini? mengapa saya berada di tempat ini?”
” belum waktunya Pendekar mendapat jawaban dari pertanyaan Pendekar,karena saya hanya di perintahkan ratu untuk membawa Pendekar ke suatu tempat.”
” tidak...saya tidak ingin pergi,sebelum kamu memberitahukan pada saya dimana tempat ini.”
” baiklah Pendekar,saat ini Pendekar di istana bidadari,silahkan Pendekar ikut saya, atau pendekar akan di goda oleh para bidadari lain.”
Cia Bu Ki mengerutkan alisnya,andai ancaman wanita itu bukan soal wanita,mungkin dia siap menghadapi sampai titik darah penghabisan, tapi ini adalah soal wanita yang akan luluh hatinya apabila melihat wanita secantik bidadari-bidadari yang ada di sini mungkin Cia Bu Ki akan gila bila harus di repotkan oleh para bidadari yang akan menggoda dirinya.
Cia Bu Ki mengikuti langkah bidadari yang bernama Sima,dia memperhatikan tempat di sekitar,selama hidup baru kali ini dia melihat tempat seindah ini,bahkan pandepokan teratai kalah jauh dari tempat ini.
di sebuah telah putih,dan jernih mereka menghentikan langkahnya,Sima menepukan tanganya beberapa kali,lalu muncul wanita wanita cantik dari balik batu yang berukuran gajah jantan.
__ADS_1
mereka membawa pakaian berwarna putih lalu di berikan pada Sima.
” Pendekar bukalah pakaianmu?dan kenakan pakaian yang kami siapkan.”
” maaf nona,saya tidak ingin menggunakan pakaian itu.”
” Pendekar, pakaian Pendekar sudah kotor,ratu tidak ingin melihat tamunya menggunakan pakaian kotor dan bau.”
Cia Bu Ki mencium pakaian yang dikenakannya,jujur dia sendiri sampai bersin beberapa kali ketika mencium pakaiannya yang sudah bau asem karena sudah beberapa hari tidak ganti.
dengan wajah memerah dia pun menerima pakaiam pemberian Sima.
” maaf nona,dimana saya harus mengganti pakaian saya?”
” di sini.”
” di sini?”
Cia Bu Ki sampai kaget,bagaimana mungkin dia Menganti pakaian di hadapan wanita secantik Sima.
” jangan mesum Pendekar, saya akan pergi.”
Cia Bu Ki menggaruk-garuk kepalanya,dengan wajah merah karena malu.
ternyata nona Sima dapat membaca pikiran nya,membuat Cia Bu Ki senyum senyum sendiri karena menahan rasa malu.
buat pencinta PPE,marilah kita sambut kemenangan ini dengan terus bertawakal pada Allah SWT.
sebulan sudah kita lewati bulan yang penuh berkah dan ampunan, saatnya kita menjalin tali silaturahmi pada keluarga, tetangga dan sahabat.
selamat hari raya idul Fitri,mohon maaf lahir dan batin.
salam manis buat pecinta PPE.
__ADS_1
saatnya para raiders memberikan THR pada author.
🙏🙏🙏🙏🙏😂😂😂😂😂