
keempat kepala menggelinding dengan mata melotot seakan belum ingin mati,pak Darto yang kehilangan keluarganya harus memenggal kepala mereka yang tega membunuh istri dan anak-anaknya yang tidak berdosa.
setelah puas membalaskan dendam pada keempat Pendekar golongan hitam itu pak Darto berteriak sejadi jadinya membuat para penduduk keluar dan heran mengapa pagi pagi seperti ini ada orang berteriak sangat histeris.
merekapun bertanya tanya pada tetangga masing masing dan mencari darimana sumber suara teriakan itu.
setelah mengetahui kalau sumber suara teriakan itu berasal dari rumah besar milik kepala desa atau pak Darto mereka pun beramai ramai menuju rumah pak Darto.
alangkah terkejutnya mereka saat melihat tampak darah dimana-mana,dan Pak Darto masih berteriak histeris dengan seluruh tubuh bermandikan darah.
para penduduk memberanikan diri untuk mendekati pak Darto dan mencoba bertanya apa yang terjadi.
tetapi yang di tanya hanya diam seribu bahasa.
mereka yang penasaran mencoba memeriksa seluruh rumah pak Darto dan bertapa terkejutnya mereka saat melihat mayat tanpa kepala sebanyak empat orang.
dan yang membuat mereka sangat terkejut saat memeriksa kamar pak Darto,tampak keluarga pak Darto juga telah menjadi mayat dengan masing masing lidah menjulur keluar.
para penduduk berhamburan keluar,merka tidak sanggup untuk melihat Mayat mayat yang sangat mengenaskan.
bahkan ada yang muntah muntah karena sangking ngerinya melihat mayat mayat itu.
stelah beberapa jam,suasana yang ribut kembali tenang,saat Warto dan Paino berhasil menenangkan pak Darto dan mendapatkan keterangan yang masih belum jelas.
yang pasti tamu pak Darto yang mereka antar bukanlah pelaku sebenarnya,tetapi keempat mayat tanpa kepala itulah dalang semuanya.
dan pak Darto telah menghabisi mereka yang tegabunuh keluarga nya.
walau mereka belum percaya atas keterangan pak Darto, setidaknya pak Darto sudah mulai tenang dan kini sedang tak sadarkan diri karena tragedi yang membuatnya tidak dapat menahan kesedihannya.
para penduduk pun berinisiatif untuk menguburkan mayat mayat itu,di belakang rumah pak Darto.
dua hari kemudian pak Darto sudah siuman,tetapi kini pak Darto bukan seorang pak Darto yang menjabat sebagai kepala desa.
pak Darto kini telah hilang ingatan,dia menjadi gila akibat keluarga nya tewas dengan cara yang sangat mengenaskan.
**
Cia Bu Ki dan Jaka yang telah mengetahui kemana NYI kasih pergi,dengan cepat mengejar NYI kasih.
tujuan mereka ke lereng gunung Bromo dimana saat ini naga putih atau Ki bajo memilik markas di sana.
berhari hari mereka mengejar NYI kasih tetapi sepertinya NYI kasih tidak dapat di temukan,sungguh NYI kasih bagaikan hilang di telan bumi.
__ADS_1
” Bu Ki,apakah kita terus mengejar nenek tua itu?”
” tunggu dulu tuan,biarkan saja nenek tua itu duluan sampai ke gunung Bromo,dan kita tidak usah repot-repot membuat mereka keluar dari sarangnya.”
” sepertinya rencana itu sangat brilian Bu ki,dengan itu kita tidak usah buang buang tenaga membuat kekacauan di markas mereka.”
” begitulah tuan, sebaiknya kita kurangi tenaga untuk mengejar NYI kasih,dan kita nyatai saja tuan.”
” baiklah Bu Ki, sebaiknya kita nikmati pemandangan alam sekitar,sudah lama saya tidak melihat gadis gadis manis nan cantik.”
” tuan tuan...”
Cia Bu Ki tersenyum melihat kenakalan Jaka kembali kambuh.”
di sebuah desa mungkin mereka singgah,desa ini lumayan ramai dan bisa di katakan ini adalah sebuah kota kadipaten,karena masyarakatnya yang sudah mulai maju dan banyak sekali pedagang dari luar daerah mencari keberuntungan masing-masing.
Cia Bu Ki yang saat ini sedang bingung dengan keuangan mencari jalan agar dua keping perak tersisa dapat bertahan di desa itu.
” ada apa Bu Ki? sepertinya kamu kebingungan?”
” tidak apa-apa tuan,saya hanya sedang memperhatikan keadaan tempat ini yang ramai?”
” jangan berbohong Bu Ki,saya sudah hapal dengan wajahmu itu,apakah kamu sedang bingung tentang ini?”
” tuan darimanakah kamu dapatkan itu?apakah kamu mencuri?”
” ha ha ha...apa kamu lupa Bu Ki?saat kita di pandepokan teratai?saya di beri Hadian koin emas ini oleh nyai.”
” jadi tuan selama ini menyembunyikan dari saya?”
Bu Ki menggaruk-garuk kepalanya,merasa di pecundangi Jaka,karena selama dalam perjalanan uangnya lah yang menghidupi mereka.
” tidak Bu Ki,saya hanya menyimpan koin ini,karena nyai berpesan pada saya agar hemat dalam perjalanan menumpas kejahatan.”
” begitukah?kebetulan koin saya hanya tinggal dua keping perak tuan.”
” jangan khawatir Bu Ki,dengan koin ini kita akan bersenang senang.”
Jaka membawa Cia Bu Ki ke sebuah restoran yang sangat mahal.
tampak pelayanan restoran itu wanita wanita cantik,membuat mata Jaka hampir tidak berkedip memandang para pelayan restoran itu.
setelah memesan makanan,Jaka permisi pada Cia Bu Ki untuk keluar karena dirinya sedang ada urusan penting yang tidka boleh di ikuti atau di ketahui oleh Cia Bu Ki.
__ADS_1
” Bu Ki,saya akan keluar sebentar,kamu makanlah sepuasnya,bila kamu bosan menunggu saya,carilah penginapan.”
” hendak kemanakah tuan?”
” untuk kali ini saya tidak bisa memberitahukan padamu Bu ki.”
Jaka pun memberi setengah koin emas pada Cia Bu Ki,dan segera keluar dari restoran itu.
Jaka berjalan kembali kearah mereka datang,dia lega dapat menjauh dari Cia Bu Ki,dan dia memperhatikan sebuah rumah besar dan penuh di warnai Bunga-bunga indah,dan tampak para gadis sedang bersolek.
” ini dia sudah sangat lama saya tidak datang di tempat ini,maafkan saya Bu Ki,saya harus meninggalkan kamu di restoran itu.”
Jaka berbisik di hatinya,dan mulai melangkahkan kakinya memasuki rumah bordil.
” selamat datang tuan silahkan nikmati para gadis kami yang tuan”
” apakah kamu mucikari di sini?”
” benar tuan,saya akan panggil beberapa gadis agar tuan lebih muda memilih.”
mucikari itupun menepuk tangannya dua kali,dan para gadis datang menghampiri mucikari itu.
” sialhkan tuan pilih.”
Jaka mengamati para gadis yang memakai bedak yang sangat tebal.
tetapi tidak satupun Jaka tertarik pada para gadis itu,sehingga dia bertanya pada mucikari itu lagi.
” apakah tidak ada gadis yang lain selain mereka?”
” ternyata selera tuan tinggi juga,baiklah tuan bisa pesan salah satu gadis saya dialah primadona di rumah bordil ini.”
” dimana dia?kenapa dia tidak ikut berkumpul kisanak?”
” sebentar tuan,saat ini dia sedang melayani seseorang.”
” kalau memang dia dapat memuaskan saya,baiklah saya akan manunggu stelah dia selesai melayani tamunya.”
” jangan khawatir tuan,kalau tuan merasa tidak puas tuan bisa pulang dari tempat kami tanpa harus membayar.”
mucikari itu sangat percaya diri, mempromosikan salah satu gadis kebanggaan nya pada jaka.
lalu jaka di persilahkan untuk duduk dan di suguhkan minuman arak terbaik yang di miliki rumah bordil itu.
__ADS_1