
malam itu bu ki merenung untuk memikirkan sesuatu yang sangat membingungkannya.
di satu sisi saat ini ayahnya sedang dalam bahaya,karena andai saja tau dunia persilatan di negri han tau kalau ayahnya sedang terluka akibat bertarung dengan dewa emas.
sementara di aisi lain,dia juga harus membantu jaka untuk mencari pemilik ajian pancasona yang saat ini belum sempurna,dan harus di hentikan sebelum dia membuat kekacauan di pulau jawa ini.
" bu ki,apa yang kamu pikirkan?"
jaka datang dan langsung bertanya pada Cia Bu Ki yang sedang melamun.
" tuan...maaf saya tidak mendengar kehadiran tuan di sini."
" hem...apa yang kamu pikirkan bu ki?"
" tidak ada tuan,saya hanya memandang keindahan tempat ini tuan."
Cia Bu Ki sengaja berbohong pada jaka,untuk menutupi keresahan hatinya.
malampun semakin larut, Cia Bu Ki dan jaka akhirnya beristirahat di tempat itu karena besok mereka akan melanjutkan perjalanan untuk mencari pemilik ajian pancasona.
**
bayangan itu terus melesat,wajahnya tersenyum puas setelah ilmu yang di inginkan telah di dapatkanya,kini dirinya tidak takut lagi mati,karena ilmu yang di miliki sekarang dapat menghidupkanya kembali.
sebentar lagi aku akan sampai ke tujuan,semoga mereka tidak terlalu lama menunggu batin pria tua itu.
di kaki bukit bromo,telah berkumpul manusia sesat yang di kenal sebagai aliran hitam,mereka di undang oleh ki bajo.
tetapi wajah mereka tidak menunjukan rasa puas,karena sudah beberapa hari ini mereka harus menunggu ki bajo atau pendekar naga putih yang telah mengundang mereka.
" hem...kalau begini lebih baik kita pergi,buat apa kita di sini apakah ki bajo sudah tidak memandang muka kita lagi?"
" mungkinkah begitu,bukankah ki bajo selalu menepati janji sehingga kita golongan hitam menghormati dirinya dan mengangkatnya sebagai ketua dalam aliran kita?"
" tetapi kang,ini sudah lewat beberapa hari,dia belum muncul juga?"
" hem...tenanglah,mungkin kang bajo sedang dalam perjalanan menuju kesini."
ki sono yang mengetahui kegelisahan para Pendekar golongan hitam telah berkumpul berusaha menenangkan mereka.
__ADS_1
tidak lama berselang hembusan angin yang berbau amis,mewarnai tempat itu.
semua orang langsung mengenal itu adalah tanda kehadiran pendekar naga putih atau ki bajo.
" maaf saya sedikit terlambat."
para pendekar yang telah hadir langsung menatap pada bayangan yang baru saja tiba,mereka pun memberi hormat pada manusia itu yang tak lain adalah ki bajo yang mereka sudah angkat sebagai ketua dunia persilatan.
" terima kasih kalian telah hadir di sini,terutama pada dewi dara dan datuk rimba yang memenuhi undangan saya."
" ki bajo,dimana datuk warso?apakah dia tidak hadir?bukankah kamu sendiri yang mengundang datuk warso untuk pertemuan ini?"
" maafkan saya datuk rimba,saat ini Datuk Warso tidak dapat hadir karena tubuhnya sudah sangat lemah."
" ha ha ha...bisa juga si tua bangka itu menjadi lemah,sayang saya telah menjalin perjanjian denganya kalau tidak mungkin saya akan membunuhnya saat ini."
semua orang terkejut suara tawa datuk rimba yang mengandung tenaga dalam tingkat tinggi membuat semua pendekar terasa bergetar karena tawa datuk rimba.
" ki bajo,tidak usah basa basi,sekarang apa yang kamu inginkan dari kami sehingga kami harus berkumpul di sini?"
Ki bajo menoleh pada salah satu pendekar tua yang bersuara lantang,ingin sekali dia langsung menghantam sebuah pukulan pada Pendekar itu yang dibkenal kelabang ungu, tetapi sebagai ketua aliran hitam dia tidak akan bertindak semena mena di hadapan para pendekar aliran sesat,dan akan membuat pamornya turun.
" ya kami telah dengar itu,"
teriakan para para pendekar yang hadir di tempat itu.
ki bajo pun mengangkat tangannya untuk membuat suasana kembali tenang.
" apakah kalian tau,kalau mustika itu sangat berbahaya?"
pertanyaan ki bajo saling pandang,walau mereka mendengar kalau mustika kipas naga berbahaya tetapi mereka tidak berpikir bahwa kipas lima naga bisa saja melenyapkan nyawa mereka dalam sekejab.
'' maaf ki bajo,apa kehebatan kipas lima naga itu?'
" hem...pengetahuan kalian ternyata tidaklah sebesara mulut kalian?baiklah kipas lima naga memiliki kelebihan dalam senjata mustika lainya,bahkan naga putih milik saya enggan untuk berhadapan dengan kipas lima naga itu."
" apa..."
keterkejutan para pendekar yang hadir membuat mereka saling berbisik, sebagian dari mereka menyesal tidak ikut dalam memperebutkan mustikanitu saat kipas lima naga sedang dalam tidak ada tuannya.
__ADS_1
" saat ini,kita harus berhati hati,karena saat ini golongan putih sedang di atas angin,karena pemuda itu adalah salah satu dari mereka,saya mempringatkan kalian untuk segera bersatu meringkus pemuda itu andai bertemu denganya."
" ha ha ha..bagaimana kami dapat melawanya ki bajo?sementara dirimu saja tidak mampu untuk melawan pemuda yang saat ini pemegang mustika kipas lima naga itu."
kelabang ungu mengejek ki bajo,karena secara tidak langsung ki bajo ingin mengorbankan mereka agar berhadapan dengan pemuda itu.
" lancang dirimu kelabang ungu,apakah dirimu ingin mampus?"
ki bajo yang berusaha sabar terpancing dengan perkataan kelabang ungu.
" ha ha ha... buktikan ki bajo,kalau kau dapat membunuhku,apakah dengan naga putihmu yang ompong itu kau dapat dengan mudah membunuhku?"
kelabang ungu sengaja memancing kemarahan ki bajo,dia yakin ki bajo tidaklah sehebat beberapa puluh tahun lalu,saat dia berhasil menggemparkan dunia persilatan dengan naga putih yang ada di tubuhnya.
" hem...kau sendiri yang ingin cari mampus kelabang ungu,baiklah sampaikan salamku dengan penghuni neraka kelabng ungu."
bersamaan itu ki bajo menyerang kelabang ungu,serangan yang sukar dilihat oleh mata biasa membuat para pendekar yang hadir mundur,mereka sengaja memberikan ruang pada mereka untuk bertarung.
pertarungan tingkat tinggi sungguh sangat menghibur mereka yang bersikap aneh.
beginilah para aliran hitam saat berdiskusi,pasti ada salah paham dan berujung pertarungan dan membuktikan siapa yang paling unggul di antara mereka.
kelabang ungu tersenyum,dugaan dirinya sangat benar,karena gerakan ki bajo sunngguh jauh berubah,hanya hitungan jurus saja tampak ki bajo mulai kelelahan,gerakanya pun semakin lambat.
inilah efek dari mempelajari ajian pancasona,dirinya saat ini sangat mudah lemah,tenaganya pun terkuras,ajian pancasona yang di miliki ki bajo,belumlah sempurna sehingga tenaganya mulai habis,gerakanya pun melambat sehingga suatu pukulan yang sangat mematikan dari kelabang ungu berhasil mendarat di dada ki bajo,sehingga jantung ki bajo pecah dan ki bajo tewas seketika.
para pendekar tertegun, mereka seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini,dengan mudah sekali ki bajo tewas saat berhadapan dengan
kelabang ungu.
tetapi kenyataannya ki bajo saat ini tewas dengan wajah keungu unguan,tanda pukulan kelabang ungu mengandung racun yang sangat ganas.
kelabang ungu tertawa puas,karena berhasil membunuh ki bajo.
tetapi tawanya berhenti,saat teriakan dari mayat ki bajo,dengan sangat keras dan langsung terbang ke udara dengan sebutan.
Pancasona....
semua pendekar yang berada di situ seakan tidak percaya karena ki bajo kini hidup lagi dengan ajian pancasona.
__ADS_1