
" cahaya apa itu Ki Ageng?mata saya tidak kuat untuk memandangnya?"
"kerahkan tenaga dalam mu Bu Ki,jangan sampai cahaya itu merusak matamu.''
" baik Ki..."
cia Bu Ki pun dan Ki Ageng Permana menggunakan tenaga dalam mereka untuk melindungi cahaya yang sangat terang.
mereka berusaha mendekati cahaya itu.
tetapi ada kekuatan gaib yang membuat langkah mereka menjadi sangat berat.
" Ki..apa yang terjadi?mengapa langkahku begitu berat?"
" masih mendingan kamu anak muda,saya sendiri sudah tidak dapat melangkah sepertinya ada kekuatan gaib yang membuat diriku tertahan."
" apa yang harus saya lakukan Ki?"
" cepat kamu dekati cahaya itu,sebelum cahaya itu hilang dan kita akan kembali kehilangan mustika kipas lima naga anak muda."
" baik Ki..."
Cia Bu Ki pun berusaha mendekati cahaya itu, sedang-kan Ki Ageng Permana tidak dapat bergerak lagi dia hanya berdiri mematung melibat Cia Bu Ki perlahan mulai mendekati cahaya yang sangat menyilaukan itu.
**
" ha ha ha..kamu di sini pendekar pedang langit?sebaiknya kamu serahkan nyawamu karena telah membunuh NYI loro."
" serahkan nyawaku?apakah kamu tidak salah?dengan kemampuanmu seperti itu Ki Sono?"
" jangan sombong dulu pendekar pedang langit,sayang dahulu kamu harus terjatuh ke jurang sehingga nyawamu selamat,tapi saat ini kamu akan menyusul NYI loro ke akhirat."
__ADS_1
" silahkan kalau kamu sanggup"
Ki Sono langsung menyerang Jaka,dan pertarungan terjadi di halaman rumah nyai Ambar ulan membuat kegaduhan kecil yang membuat penghuni dari kediaman rumah Ambar ulan yang terkenal pondok teratai keluar menyaksikan apa yang terjadi.
Jaka dan Ki Sono bertarung sangat sengit,Ki Sono yang di kenal pendekar wajah pucat,wajahnya se pucat mayat menyerang Jaka dengan tangan kosong.
walau pertarungan sedikit seimbang tetapi kecepatan Jaka membuat serangan Ki Sono sangat mudah di hindari.
membuat Ki Sono harus menggigit jari semua serangannya gagal.
" mengapa terburu buru Ki Sono,kami sudah berada di sini."
dua pendekar kembar yang di kenal pendekar kembar dari neraka yang dahulu hampir saja membunuh Jaka ikut menyerang dan membuat Jaka mulai sedikit kewalahan.
apa lagi saat ini murid dari Ki bajo juga tidak mau kalah,Jaka mulai terdesak sehingga dia harus menggunakan pedang langitnya untuk menangkis semua serangan dari pendekar golongan sesat itu.
tampak para pendekar golongan sesat itu mulai mengambil alih pertarungan,durasa yang memiliki kemampuan hampir setara dengan Ki Sono juga berhasil melepaskan beberapa pukulan sehingga membuat Jaka harus terdorong mundur.
" baiklah kalau itu yang kalian inginkan,jangan pernah menyesal dengan apa yang kalian lakukan hari ini."
cras....
sebuah sabetan yang di karenakan pedang langit membuat satu teriakan yang sangat memilukan,ternyata durasa harus merasakan ketajaman pedang langit.
durasa terlempar ke samping dan harus menghentikan pendarahan yang ada di lenganya,karena luka yang di akibatkan oleh pedang langit cukup dalam.
tetapi keunggulan Jaka hanya sekejab saja,kini dia harus mulai kewalahan menghadapai serangan kembar dari neraka welo dan wolo.
senjata yang di gunakan oleh welo dan wolo sangat aneh,sebuah dayung dan tombak membuat pedang langit susah untuk menjangkau tubuh mereka.
Jaka juga berhasil terkena totokan dari dayung yang di gunakan oleh wolo sehingga pedang langitnya hampir terlepas dari tanganya.
__ADS_1
sungguh Jaka harus berjuang menghadapai para pemimpin golongan hitam itu.
nyai Ambar ulan yang melihat Jaka mulai terdesak langsung menyerang mereka dan membuat welo dan wolo harus mengurungkan niatnya untuk kembali menyerang Jaka yang mundur karena terkena totokan dari dayung wolo.
kini Jaka yang di bantu oleh nyai Ambar ulan dapat mengimbangi permainan para pemimpin golongan hitam itu.
**
cia Bu Ki yang terus berusaha mendekati cahaya yang sangat menyilaukan itu membuat dirinya terpana,saat dia melihat kipas lima naga yang berputar putar di udara.
kipas lima naga, Cia Bu Ki tertegun melihat keindahan dari mustika sakti itu.
cahaya terang yang keluar dari kipas lima naga ternyata berasal dari sebuah batu permata yang sangat indah.
cahaya yang di keluarkan juga bermacam macam warna tetapi yang lebih mendominasi cahaya putih yang kebiru biruan.
Cia Bu Ki berusaha meraih mustika itu,tetapi semakin mustika itu di raih semakin menjauh sehingga Cia Bu Ki harus mengingat bagaimana saat gurunya memberikan mantra agar kipas lima naga dapat di raih.
Cia Bu Ki pun merapalkan mantra yang di ajarkan gurunya,sungguh ajaib kipas itu kini mulai mendekat dan kini kipas lima naga itu sangat dekat dengan Cia Bu Ki.
Cia Bu Ki pun membuka matanya,kini kipas lima naga itu tidak lagi mengeluarkan cahaya yang snagat menyilaukan,dengan sangat mudah dia meraih kipas lima naga dan di dekapnya sehingga kipas itu hilan dan telah menyatu dengan tubuhnya.
perubahan di dalam tubuh Cia Bu Ki pun di rasakannya,tubuhnya seakan sangat ringan dengan menyatunya mustika kipas lima naga yang saat ini berada di dalam tubuhnya.
matanya begitu jernih,dan dari belakang Ki Ageng Permana yang telah bebas dari pengaruh gaib menegurnya.
" anak muda selamat dirimu kini telah memiliki mustika kipas lima naga,sekarang saya sudah lega karena amanah selama ini saya jaga telah berada di tangan pemiliknya."
" terima kasih Ki Ageng?"
cia Bu Ki sangat terkejut dengan suaranya,mengapa suaranya berubah apa yang telah terjadi?
__ADS_1
" anak muda jangan terkejut,dengan suaramu,karena itu pengaruh dari mustika kipas naga yang menyatu dari dalam tubuh mu,sebaiknya kita kembali karena firasatku mengatakan temanmu dan nyai Ambar ulan sedang dalam bahaya."
tanpa bertanya Cia Bu Ki pun mengikuti Ki Ageng Permana,kali ini kembali Cia Bu Ki terkejut langkahnya begitu ringan sehingga Ki Ageng harus jauh ketinggalan dari dirinya menunuju pondok teratai Dimana Jaka saat ini sedang bertarung dengan para pemimpin dunia hitam.