PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
BERHADAPAN DENGAN DATUK RIMBA


__ADS_3

" Bu Ki apa apaan ini?mengapa kita lari seperti ketakutan?"


Jaka yang sedikit protes pada Cia Bu Ki,karena dia tidak ingin di anggap seorang pengecut.


tetapi Cia Bu Ki tidak menghiraukan jaka,dia terus berlari dan masih menggandeng tangan Jaka.


hingga di kedua bukit yang di bawahnya aliran sungai yang sangat deras.


" Bu Ki..lepaskan saya,apa kata dunia persilatan dan menganggap kita sebagai seorang pengecut."


" tuan...kita bukanlah seorang pengecut,tetapi kita sengaja menghindar untuk menghindari pertempuran yang akan membuat kita rugi sendiri dan akan kehilangan tenaga terlalu banyak."


" Hem...justru mereka akan menertawakan kita Bu Ki?"


" tuan...saya pernah belajar teknik perang dari guru saya,dalam situasi yang tidak menguntungkan lebih baik kita mundur,bukan berarti kita menyerah tetapi untuk mengatur strategi agar esok kita lebih siap untuk berperang tuan."


Jaka tersentak,penjelasan Cia Bu Ki sangatlah benar dan diapun meminta maaf pada Cia Bu Ki.


" maaf Bu Ki, ternyata dengan umurmu semudah ini kamu memiliki pengetahuan yang sangat luas."


Jaka menyadari kesalahannya dan pergi mengikuti kemana Cia Bu Ki membawanya.


**

__ADS_1


sepasang pendekar pedang iblis yang mengikuti jejak Cia Bu Ki di dua bukit yang di bawahnya sungai deras kehilangan jejak mereka,dan membuat mereka harus memutuskan untuk terus mengejar atau kembali ke tempat dimana raja naga hitam tewas.


" kang mas, sepertinya kita kehilangan jejak mereka?saya yakin pembunuh raja naga hitam berilmu sakti buktinya setelah membunuh raja naga hitam dia tidak kehilangan kekuatannya dan terus pergi begitu cepat."


" kakang juga berpikiran seperti itu nimas,apa sebaiknya kita kembali dan memeriksa siapa sebenarnya pembunuh raja NAGA HITAM itu."


" mari kakang,kita harus cepat sebelum Mayat raja hitam di makan binatang buas."


mereka pun kembali untuk mengetahui siapa sebenarnya pembunuh raja naga hitam,karena mereka tidak sempat memeriksa mayat mayat raja naga hitam karena terburu-buru mengejar siapa pembunuh raja naga hitam.


tetapi mereka sangat terkejut karena mayat raja naga hitam telah hilang bersama para anggotanya.


" kakang di manakah mayat raja naga hitam? mengapa menghilang?"


" benar kakang?"


" ini tidak bisa di biarkan,mundurlah ni mas,saya akan meratakan tempat ini."


wajah Ki Rono memerah, urat-uratnya menegang dan tampak tersembul dari kulitnya, tangannya tampak bersinar kemerah merehan dan di hempaskanya ke depan membuat suara ledakan yang sangat keras.


sungguh menakjubkan,pohon yang ada di hadapan pendekar pedang iblis harus roboh sejauh ratusan meter,sungguh kemarahannya sangat mengerikan,kini terbentuk jalan baru karena pohon pohon itu roboh.


" kakang..apa yang kamu lakukan?mengapa kakang membuang tenaga percuma."

__ADS_1


" Hem...maafkan saya nimas,emosi saya tidak dapat saya kendalikan,hanya inilah yang dapat kita lakukan."


" terserah kakang sajalah,mari kitabtinggalkan tempat ini,lebih baik kita ke gunung Bromo untuk mengatakan pada Ki bajo,kalau saat ini naga hitam telah tewas."


" baiklah nimas,mari kita pergi.."


merekapun pergi ke gunung Bromo untuk memberitahukan pada Ki bajo.


**


" berhenti kalian?serahkan kipas lima naga padaku."


Datuk rimba yang berpisah dengan para pendekar lain,dan kini telah berhasil menemukan Cia Bu Ki bersama Jaka yang baru saja telah membunuh raja naga hitam.


" Hem...orang tua,apakah kamu sudah tidak waras?tiba tiba meminta hak yang bukan milikmu?"


Jaka langsung menjawab gertakan Datuk rimba.


" ha ha ha...baiklah kalau kalian tidak ingin menyerahkan secara baik baik saya akan membunuh kalian dengan kejam."


Datuk rimba yang tidak banyak bicara langsung menyerang Jaka yang kebetulan menghalangi pandangan Cia Bu Ki.


serangan harimau Sumatra langsung dengan cakar Yang sangat kuat mengarah pada Jaka,membuat jaka harus menghindar kalau tidak ingin tubuhnya tercabik cabik oleh cakar harimau milik Datuk rimba.

__ADS_1


__ADS_2