
Cia Bu Ki terkejut mendengar teriakan di dalam goa,dan ingin segera melumpuhkan para penjaga dan masuk ke dalam goa ingin mengetahui apa yang telah terjadi.
tetapi saat dirinya ingin bergerak,Jaka orang yang telah mengkhianati dirinya,muncul dengan sebuah pedang langit di pinggangnya, membuat Cia Bu Ki mengurungkan niatnya untuk bertindak.
” mengapa dia muncul di sini?bagaimana saya harus menolong para pendekar yang tertahan?"
Cia Bu Ki menggerutu di dalam hatinya,sungguh kemunculan membuat Cia Bu Ki bingung,andai dia langsung masuk kemungkinan besar itu akan menambah masalah,dan untuk menyelamatkan para tokoh golongan putih akan menjadi berantakan.
Cia Bu Ki hanya bisa diam,dia tidak ingin rencana yang di susunnya hancur berantakan,lebih baik dia menunggu Jaka dan Ki bajo serta daeng Tampo meninggalkan goa kampret,itu lebih baik dari pada bertempur langsung akan membuat suasana bertambah runyam.
**
Jaka masuk ke dalam goa kampret,dan melihat para tokoh-tokoh golongan putih itu bergulingan menahan rasa sakit yang ada di leher mereka,Jaka tersenyum puas,sungguh siksa yang di buat daeng Tampo membuatnya merasa bahagia.
” daeng Tampo hentikan,jangan biarkan mereka mati,itu akan membuat keinginan mereka terkabul,"
” baik pangeran.”
daeng Tampo pun kembali membacakan mantra,dan perlahan rasa sakit yang menyiksa mereka berkurang dan hilang sama sekali seperti sedia kala.
para tokoh aliran putih itu terduduk lemas,bahkan ada juga yang tidak bisa duduk hanya bisa memandang langit langit goa mencoba mengambil nafas yang terhenti beberapa detik yang lalu.
” apakah kalian masih keras kepala,atau menerima tawaran saya untuk menjadi abdi kami paling setia dan mendapat kenikmatan yang kalian inginkan,saya memberikan waktu bagi kalian satu hari,setelah itu saya akan memerintahkan daeng Tampo untuk menyiksa kalian,sampai kalian merasakan hidup kalian seperti di neraka.”
para tokoh golongan putih itu hanya bisa diam,mereka tidak dapat menjawab tawaran Jaka,rasa sakit yang mereka rasakan jauh lebih pedih di bandingkan pedang yang melukai tubuh mereka.
sungguh mereka tidak mengira, ternyata ajian pengikat sukma lebih kejam dari pada ajian raja petir,lebih baik mereka mati daripada harus berkhianat dengan aliran putih.
” ingat hanya satu malam,jangan mencoba kabur dari tempat ini karena itu akan membuat diri kalian merasakan siksa yang lebih dahsyat dari yang kalian alami.”
setelah itu Jaka memberi kode pada Ki bajo dan daeng Tampo untuk segera meninggalkan goa kampret,dan memberi mereka untuk berpikir menerima tawaran darinya.
Jaka melangkahkan kakinya dengan perasaan yang sulit di lukiskan,baru kali ini dia merasakan rasa bahagia yang membuatnya memuji kemampuan daeng Tampo dan Ki bajo abdi setianya.
Cia Bu Ki melihat Jaka dan daeng Tampo serta Ki bajo keluar dari goa kampret merasa penasaran, dirinya tidak mendengar lagi teriakan para tokoh aliran putih itu meraung kesakitan.
” apakah mereka telah tewas?mengapa keadaan dalam goa sama sekali tidak ada kehidupan, Cia Bu Ki menunggu mereka menjauh,dan bertindak melumpuhkan semua penjaga.
__ADS_1
setelah dia merasa yakin Jaka dan lainnya sudah jauh,dan keadaan telah aman, Cia Bu Ki segera bertindak,dengan sekali gerak,dia berhasil melumpuhkan semua penjaga tanpa mereka sadari apa yang terjadi pada mereka.
Cia Bu dengan sangat hati-hati masuk kedalam goa kampret,untuk menghindari jebakan yang kemungkinan di pasang.
tetapi setelah sampai dimana para tokoh aliran putih duduk merenung tanpa sedikitpun bersuara.
Cia Bu Ki merasa sangat heran,apa yang di lakukan Jaka pada mereka,mengapa mereka seperti orang bodoh seperti otak mereka baru saja di cuci.
Jaka mencari Ki Ageng Permana,orang yang sangat dekat dengannya.
para tokoh aliran putih itu tidak menghiraukan Cia Bu saat melintasi mereka, sepertinya keinginan hidup mereka sudah tidak ada lagi,yang ada hanya kematian dan ketakutan akan siksa yang di berikan daeng Tampo.
” Ki Ageng..”
Cia Bu Ki mendekati Ki Ageng yang duduk termenung.
Ki Ageng menoleh ke arah Cia Bu Ki, tatapannya kosong seolah Ki Ageng tidak mengenal Cia Bu Ki.
” Ki Ageng ini saya Bu Ki.”
" saya Bu ki.”
” Bu Ki siapa?”
Cia Bu Ki terkejut mendengar Ki Ageng Permana tidak mengenalnya,sungguh membuat hati Cia Bu Ki teriris melihat Ki Ageng Permana tidak mengenalnya,begitu dahsyat nya jika dan lainnya menyiksa para tokoh aliran putih,sehingga mereka lupa akan diri sendiri dan orang terdekat mereka.
Cia Bu Ki berusaha mengembalikan ingatan Ki Ageng,jurus totokan yang di pelajari dari gurunya mulai menotok semua urat syaraf Ki Ageng Permana,dan sangat berhasil Ki Ageng seakan tersadar dari mimpi dan memeluk Cia Bu Ki.
” Bu Ki apakah yang kau lakukan di sini?apakah kau juga tertangkap?bukankah kau telah kembali ke pulau es?”
” tenang Ki Ageng,saya akan menjawab pertanyaan Ki Ageng satu persatu, sebaiknya kita pergi dari sini ki.”
” tidak Bu Ki, keluar dari tempat ini akan membuat diriku akan mendapat hukuman yang sangat sulit untuk di gambarkan Bu Ki,sebaiknya kamu pergi Bu Ki,karena kamu tidak memakai gelang yang ada di leher seperti diriku.”
Cia Bu Ki melihat gelang yang ada di leher Ki Ageng Permana, Cia Bu Ki mencoba menyentuh gelang itu sungguh dirinya sangat terkejut, gelang itu mengeluarkan daya listrik yang sangat kuat membuat telapak tangannya kebas akibat tersengat listrik dari gelang tersebut.
” gelang apa ini Ki Ageng?mengapa gelang ini mengeluarkan kekuatan yang mengerikan?”
__ADS_1
” inilah gelang yang membuat kami tersiksa Bu Ki,gelang ini adalah ajian pemikat Sukma,dan gelang ini tidak dapat Kemi lepaskan selain orang yang memiliki ajian pemikat Sukma sendiri yang melepaskan dari leher kami.”
” ajian pemikat Sukma?”
” ya Bu Ki,kami akan menjadi mayat hidup yang tidak akan bisa kami hindarkan,dan kami akan menuruti kemauan dari si pemilik ajian ini,atau kami akan tersiksa dan itu lebih baik dari kematian.”
” sungguh kejam ajian itu Ki Ageng,apa yang harus aku lakukan demi menyelamatkan Ki Ageng dan yang lainnya.”
” kamu harus mencari cara bagaimana melepaskan ajian pemikat Sukma ini di leher kami.”
” baiklah Ki Ageng,saya akan memaksa mereka akan melepaskan ajian pemikat Sukma pada leher Ki Ageng dan yang lainnya.”
tetapi saat Cia Bu Ki akan pergi,Ki Ageng menahannya.
” apa yang akan kemu lakukan Bu Ki?"
" saya akan melumpuhkan mereka dan memaksa mereka untuk melepaskan ajian pemikat Sukma itu.”
” tidak Bu Ki,itu akan membuatmu tertangkap dan harapan dunia persilatan akan musnah.”
” jangan khawatir Ki Ageng,saya yakin dapat melumpuhkan mereka.”
” tidak...apakah kamu tidak tau Jaka telah menjadi pangeran kegelapan, dirinya tidak akan mudah kamu kalahkan,apa lagi di bantu oleh Ki bajo dan daeng Tampo,jangan bertindak gegabah Bu Ki."
cia Bu Ki memandang Ki Ageng,ucapan Ki Ageng penuh teka teki,seakan tau kemampuan Jaka setelah berhasil selamat dari kematian yang membuatnya menjadi orang yang sangat di takuti di dunia persilatan.
selamat menjalankan ibadah puasa,semoga kita di beri kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini.
ikuti terus kelanjutan cerita putra putra Cia tong lay atau pendekar pulau es dalam menegakkan keadilan di dunia persilatan.
dalam cersil PPE 3 dan PPE 4 dalam dua negri yang berbeda dan nuansa yang berbeda.
salam manis PPE.
like,komen dan vote masih di tunggu.
terimakasih.
__ADS_1