
para penduduk itu di perkirakan berjumlah lebih dari sepuluh orang dengan wajah yang menahan rasa takut tetap menaiki puncak bukit sicaulu,tak sepatahpun mereka mengeluarkan kata.
mereka hanya berjalan dan tidak menoleh ke kanan dan kek kiri,pandangan mereka lurus kedepan.
setelah sampai di puncak bukit,para penduduk berhenti.
tandu yang mereka bawa pun letakan di sebuah batu yang sangat besar serta sesaji mereka letakan di bawah batu itu.
salah satu dari mereka mengangkat kedua tangannya,dan berteriak dengan kerasa.
” siluman ular,inilah tumbal kami tahun ini,kami harap siluman ular tidak mengganggu kami.”
ternyata pria yang di perkirakan berumur lebih dari 40 tahunan itu adalah ketua adat dari para penduduk.
mereka rela memberikan tumbal pada siluman ular agar desa mereka tidak di serang oleh siluman ular.
tetapi setelah ditunggu beberapa saat siluman ular yang di maksud tidak muncul juga,membuat para penduduk saling pandang satu sama lain.
” siluman ular kami telah membawa tumbal yang kau inginkan,apakah kamu tidak menginginkan tumbal yang kami bawa?"
kembali ketua adat berteriak,tetapi tidak ada jawaban dari siluman ular itu,walau siluman ular itu tidak pernah muncul saat penyerahan tumbal,tetapi suara yang sangat berat selalu saja terdengar untuk menerima tumbal dari para penduduk.
setelah menunggu lama,para penduduk mulai membuka suara,untuk mengambil keputusan apakah mereka menunggu atau kembali ke desa dan meninggalkan tumbal yang mereka bawa.
” bagaimana tuan wun?apakah kita harus tetap di sini?”
” benar apa yang di katakan oleh E Ong tuan wun,kita harus segera mengambil keputusan apakah kita tetap di sini atau”?
” atau apa?”
__ADS_1
” kita kembali ke desa,saya takut lama lama ada di sini.”
” Hem...kamu dasar penakut,apa kamu saja yang takut saya juga takut.”
tuan wun membentak A meng,yang sepertinya membuat yang lain akan ikut ikutan takut."
” maaf tuan wun,bukan itu maksud saya.”
a meng berusaha membela dirinya di depan tuan wun selaku tetua adat di desa sicaulu.
” sudah sudah... sebaiknya kita tunggu sebentar lagi,kalau satu jam ke depan siluman ular itu tidak muncul juga, sebaiknya kita pulang dan kembali membawa tumbal ini ke desa.”
” tetapi tuan wun,bagaimana andai siluman ular itu datang kemari dan melihat tumbal tidak ada,dan desa kita bisa menjadi kemarahan siluman ular itu,dan itu akan memakan korban jiwa yang sangat banyak.”
” benar tuan wun,saya tidak ingin menjadi korban keganasan siluman ular itu.”
” Hem...apa yang harus kita lakukan,apakah kita akan membawa tumbal ini pada siluman ular di gua itu?”
pertanyaan tuan wun tidak satupun ada yang menjawab,mereka takut salah jawab karena daerah gua siluman ular sangat terlarang bila di masuki.
siluman ular pernah berkata,jangan sekali-kali masuk ke gua siluman ular,jika ada yang berani melanggar siluman ular akan menghabisi orang yang melanggar larangan itu beserta keluarganya walau keluarga nya tidak ikut bersalah.
larangan itu membuat penduduk desa sangat takut,apa lagi hukuman yang akan di dapatkan,akan menghabisi seluruh keluarga beserta keturunannya.
sungguh hukuman yang sangat mengerikan,membuat para warga desa sicaulu mengganggap gua siluman ular lebih tempat terlarang yang tidak boleh di masuki.
” kenapa kalian diam?keputusan ada di tangan kalian semua.”
tuan wun membalikan tubuhnya,dan mendekati bayi yang sudah berhenti menangis,dan sedang tidur karena kelelahan menangis tanpa di perdulikan oleh orang-orang yang mengantarnya ke Bukit sicaulu.
__ADS_1
” kasian kamu nak,kamu harus menjadi keganasan siluman ular sebelum kami dapat memanggil ayah dan ibu pada kedua orang tuamu.”
tuan wun memandangi bayi yang sangat imut itu, wajahnya seperti bakpao putih mulus dan kemerahan.
” kalian pergilah,biarkan bayi itu di situ.”
suara menggetarkan tempat itu,membuat angin meniup semua yang ada di tempat itu,daun daun beterbangan,dan tanah bergetar.
tuan wun langsung bersujud pada batu itu di ikuti oleh para penduduk.
” siluman ular,terimalah tumbal kami tahun ini,semoga siluman ular senang dan tidak murka pada penduduk penduduk desa sicaulu.”
” baiklah kalian boleh pergi.”
para penduduk segera bangkit dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa sekalipun dari mereka menoleh ke belakang,karena itu akan membuat siluman ular murka.
**
” belum saatnya enci Li,tunggu dirinya muncul.”
” saya sangat benci dengan hal seperti ini Bu Ki,ingin rasanya saya menghancurkan siluman ular itu hingga dirinya tidak dapat berengkarnasi kembali.”
” tunggu enci Li,saya merasakan kekuatan lain dari siluman ular itu.”
” kamu benar Bu Ki,saya juga merasakannya,bahkan ini jauh lebih besar dari siluman kecil itu.”
” sepertinya ini perjalanan yang menarik enci Li.”
senyum Cia Bu Ki membuat sin Yuan Li heran,sebuah masalah di anggap menarik membuat sin Yuan Li menggelengkan kepala.
__ADS_1