
” Bu Ki darimana kau dapatkan kitab ini?ini kitab sangat terlarang Bu ki.”
” saya menemukannya di sebuah gua kecil tuan,apakah tuan mengenal kitab ini?”
Cia Bu Ki bertanya,karena dia tidak mengenal tulisan kuno jawa.
” Bu Ki ini adalah kitab tapak iblis,guru saya pernah bercerita dahulu kitab ini milik seorang pendekar yang sangat di takuti,bahkan dialah pendekar yang belum pernah terkalahkan di tanah Jawa ini.”
” Hem...apa kelebihan jurus ini tuan,mengapa pendekar di tanah Jawa yang terkenal memiliki kesaktian tinggi tidak dapat mengalahkannya.”
” entahlah Bu Ki,konon pemilik jurus tapak iblis tidak dapat di kalahkan,semua lawanya harus mengakui kehebatan pendekar ini dan harus jadi pengikutnya kalau tidak mau dia akan di bunuh dengan sangat tragis.”
” apakah tuan memahami tulisan yang ada di kitab ini?”
” ya saya dapat membacanya karena saya tau tulisan kuno itu.”
” tuan tidak ingin mempelajarinya?”
” tidak Bu Ki,karena jurus itu sangat berbahaya dan dapat mempengaruhi si pemilik jurus dengan pikiran yang sangat buruk.”
” bagaimana mungkin tuan,bukankah ini hanya sebuah jurus?andai kita menggunakan jurus ini di jalan yang benar jurus ini akan menjadi kebaikan?”
" Bu Ki...ketahuilah di dunia ini begitu banyak misteri,bahkan sebuah jurus saja dapat menyesatkan seseorang karena pengaruh gaib oleh kekuatan jurus itu.”
” sungguh sangat menyeramkan tuan,bagaimana nasib kitab ini?”
” sebaiknya kita musnahkan saja Bu Ki,agar tidak satupun orang yang akan mempelajari kitab ini.”
” tidak tuan,ini adalah peninggalan dan sejarah dunia persilatan di masa lalu,sayang kalau kitab ini di musnahkan.”
” apa yang kau lakukan dengan kitab itu Bu Ki?”
” sebaiknya tuan simpanlah,karena ini adalah peninggalan sejarah di dunia persilatan masa lalu di negri tuan.”
” Hem...baiklah Bu Ki,saya akan menyimpannya sebaik mungkin.”
kitab tapak iblis itu pun di simpan di balik baju Jaka,walau sedikit ragu Jaka tetap menerima usul Cia Bu Ki.
merekapun menuju desa untuk mencari jejak NYI kasih,semoga para penduduk desa itu melihat wanita yang sangat berbahaya itu.
**
malam yang semakin dingin Cia Bu Ki dan Jaka memasuki desa gelugur yang tampak mulai sepi,hanya suara jangkrik dan hewan hewan malam yang meramaikan suasana desa itu.
__ADS_1
mereka menyusuri desa dengan berjalan sambil memperhatikan rumah rumah penduduk yang tertutup rapat,hanya lampu obor yang menerangi halaman rumah penduduk masing masing.
tidak seorangpun penduduk gelugur tampak di desa itu,hingga di ujung desa tampak sebuah pos jaga dua orang sedang menahan kantuk dan sesekali mereka memukul nyamuk yang hinggap di wajah dan telinga mereka.
**
” no mengapa malam ini begitu dingin?”
” entahlah to,tidak biasanya?dah gitu banyak sekali nyamuk.”
” apakah kamu tidak lapar no?”
” lapar sih,tapi tenang to saya sudah bawa bekal, kebetulan istri saya tadi rebus singkong."
” mana no, cepat bawa kemari.”
” sabar to tidak usah buru-buru,singkong rebusannya banyak kok.”
Paino pun mengeluarkan bekalnya,dan di buka di depan Warto yang tampak sedang kelaparan.
aroma singkong rebus membuat perut Warto dan Paino mengelitik dan suara perut mereka terdengar berulang kali dan membuat keduanya senyum senyum sendiri.
” santap..”paino langsung memberi aba-aba pada Warto untuk segera menyikat singkong rebus itu.
mereka pun menoleh, ternyata ada dua orang sedang berada di dekat mereka.
hampir saja Paino yang berteriak saking dia kaget melihat dua orang di samping mereka tiba tiba saja muncul,tanpa terdengar sedikitpun suara langkah mereka.
” siapa kalian?apakah kalian manusia atau setan?”
Warto memberanikan diri bertanya pada dua orang itu yang tak lain adalah Jaka dan Cia Bu Ki.
” maaf kisanak kalau kehadiran kami berdua membuat kisanak terkejut,kami adalah pengembara yang sedang kemalaman.”
Jaka menjawab pertanyaan Warto agar mereka tidak curiga.
” dari manakah kedua kisanak ini?”
” kami dari kulon,kami sedang mencari seorang nenek tua,dan tubuhnya kurus.”
” nenek tua?”
” benar kisanak,kebetulan nenek itu sangat berbahaya,kami ingin menangkapnya.”
__ADS_1
Paino dan Warto saling pandang,mereka saling berbisik apakah salah satu dari mereka melihat nenek yang di maksud Jaka dan Cia Bu Ki.
” maaf Kisanak,kami tidak melihat nenek yang kisanak maksud.”
” oh begitukah?terima kasih kisanak,tolong bila para penduduk melihat nenek itu jangan bertindak,karena nenek itu manusia yang sangat berbahaya.”
” berbahaya bagaimana kisanak,bukankah dia hanya seorang nenek-nenek,yang lemah dan tidak berdaya?”
” dia bukan nenek sembarangan kisanak,dengan hanya sendiri nenek itu dapat dengan mudah menghancurkan desa ini hanya sekejab.”
” apa?”
Warto dan Paino melompat sangking kagetnya dan hampir saja singkong rebus yang ada di depan mereka tumpah.
untung saja Jaka segera menangkap singkong rebus itu,kalau tidak mungkin mereka akan melupakan kelezatan singkong rebus yang ada di hadapannya.
” mengapa kalian terkejut?”
Jaka hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
Warto dan Paino kembali saling pandang,mereka seakan tidak percaya dengan cerita Jaka,tetapi mereka pernah mendengar seorang pendekar sanggup menghancurkan sebuah desa sekalipun dalam waktu sekejab.
mungkinkah yang dimaksud dengan Jaka, bahwa nenek itu adalah seorang pendekar?mungkinkah yang di hadapan mereka juga adalah pendekar.
” maaf kisanak,kalau begitu kisanak berdua adalah pendekar juga,benarkah yang saya maksud kisanak?”
” Hem.... Pendekar? baiklah kami memang adalah pendekar,kami ke desa ini untuk mengejar nenek berbahaya itu."
” kalau begitu tolonglah desa kami kisanak,jangan sampai nenek yang kisanak maksud datang dan menghancurkan desa kami.”
” tenang kisanak,sebaiknya kita santap singkong ini bersama.”
” silahkan kisanak.”
ketegangan Warto dan Paino kembali mencair,karena kali ini Jaka menawarkan singkong milik mereka sendiri yang masih ada di tangan Jaka.
merekapun menyantapnya singkong rebus tanpa tersisa dalam sekejab.
**
setelah selesai menyantap singkong rebus,Warto dan Paino meminta izin untuk ronda,Jaka dan Cia Bu Ki di tinggalkan di pos ronda itu.
tetapi setelah dalam perjalanan Warto dan Paino akhirnya memutuskan kerumah kepala desa untuk melaporkan cerita Jaka.
__ADS_1
tentang nenek tua yang memiliki kesaktian tinggi dan sangat berbahaya.