PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
SURAT DARI TABIB LING


__ADS_3

Pelabuhan kambang putih adalah pelabuhan yang sangat terkenal pada masa itu,pelabuhan ini sangat ramai,banyak para saudagar mendarat di pelabuhan ini dari berbagai negara.


pelabuhan kambang putih menjadi salah satu titik pusat para saudagar menjejakan tanah di wilayah pulau Jawa.


hari itu Cia Bu Ki dan Jaka baru saja tiba di pelabuhan ini mereka memperhatikan tempat dimana manusia sangat ramai.


pelabuhan di pulau Jawa bukanlah pelabuhan kembang putih saja,tetapi pelabuhan kembang putih lah yang sangat terkenal pada jaman itu.


" Bu Ki apakah kamu tidak lapar?sudah beberapa hari ini kita belum makan."


" saya juga lapar tuan,mari kita cari warung makan."


Cia Bu Ki dan Jaka pun mencari rumah makan, kebetulan di tempat itu tempat itu banyak sekali rumah makan menjamur karena sistem perdagangan yang begitu maju.


mereka pun memasuki sebuah rumah makan yang begitu ramai,tampak berbagai manusia yang berbagai etnis sedang berkunjung di rumah makan itu.


salah satu etnis Tionghoa memperhatikan Cia Bu Ki.


seperti nya dia pernah melihat Cia Bu Ki,tetapi dia entah dimana sehingga dia memperhatikan kan Cia Bu Ki begitu teliti.


" Bu Ki...apakah kamu tidak merasa sejak tadi kamu di perhatikan oleh seseorang di ujung sana."


" saya tau tuan,tetapi saya biarkan saja, seperti nya dia mengenal saya,mana tau dia bisa di jadikan petunjuk."


" Hem...ternyata kamu sangat cerdas Bu ki."


Jaka memuji kecerdasan Cia Bu Ki.


tidak lama berselang orang itu sepertinya sangat penasaran mulai mendekati Cia Bu Ki dan Jaka yang sedang menikmati hidangannya.


" maaf apakah tuan dari negri Han?"


Cia Bu Ki menoleh,pada orang yang sejak tadi memperhatikannya.


" benar tuan,ada yang bisa saya bantu?"


" tidak saya hanya penasaran seperti nya saya pernah melihat tuan, tetapi entah dimana?"


" Hem..melihat saya?"


tetapi orang itu untuk melanjutkan perbincangan ya sangat ragu.

__ADS_1


" maaf seperti nya saya salah orang tuan."


dia pun meminta maaf pada Cia Bu Ki dan kembali ke tempat duduknya.


" Bu Ki apa yang kalian bicarakan?"


" tidak ada apa apa tuan,katanya dia pernah melihat saya tapi entah di mana."


" Hem...orang yang sangat aneh?"


mereka pun melanjutkan menyantap hidangan mereka yang tertunda.


Cia Bu Ki tidak mengetahui kalau orang itu adalah salah satu penghuni pulau es.


dia di utus oleh ayahnya Cia tong lay,untuk mencari Cia Bu Ki di pulau Jawa.


karena saat ini Cia tong lay sedang dalam keadaan terluka akibat harus berhadapan dengan dewa emas,dari negri tang karena berselisih paham.


dewa emas datang ke pulau es,karena merasa dirinya di tantang oleh pendekar pulau es Cia tong lay dan mereka beradu kekuatan.


walau dewa emas harus mengakui kekuatan Cia tong lay,tetapi saat ini Cia tong lay harus terluka oleh sebuah pukulan dewa emas.


kini Cia tong lay harus terbaring sakit,dan hanya satu obat yang bisa menyembuhkannya.


tabib Ling sudah berusaha mencari daun ini dari berbagai toko obat di negri Han,tetapi tidak satupun toko obat menjual daun itu.


sehingga tabib Ling meminta bantuan salah satu penghuni pulau es untuk mencari anaknya cia Bu Ki yang berada di pulau Jawa.


sudah berbulan bulan cia tong lay merasakan sakit akibat harus bertarung dengan dewa emas,walau fisiknya sehat tetapi tidak dengan tenaga dalamya.


cia tong lay merasakan hal yang aneh,kini dia harus merasakan seperti orang biasa karena tidak bisa mengunakan ilmu silat atau tenaga dalamnya.


untuk mengembalikan kekuatanya Cia tong lay harus meminum ramuan obat yang bahan bakunya tidak ada di negri Han.


**


Cia Bu Ki dan Jaka telah selesai menyantap hidangan yang ada di atas meja,kini mereka sangat kenyang sehingga Jaka mengeluarkan suara aneh dari mulutnya.


" Bu Ki sebaiknya kita harus bergerak cepat untuk menanyakan kapal yang akan menuju ke negrimu."


" sebaiknya begitu tuan,mari tuan kita pergi ke dermaga itu sepertinya ada kapal besar sedang memuat barang barang yang dagangan tuan."

__ADS_1


mereka pun kembali kepelabuhan,tetapi belum sampai mereka ke pelabuhan kembali orang yang di warung tadi menghentikan langkah mereka.


" maaf tuan,saya menggangu tuan."


" Hem...ada apa lagi tuan,apakah tuan sudah mengingat pernah bertemu dengan saya dimana?"


" sudah tuan,karena tuan adalah tuan muda saya dari pulau es?"


" apa...?"


Cia Bu Ki hampir saja jatuh pingsan sangking terkejutnya karena di hadapanya saat ini adalah salah satu penghuni pulau es.


" saya adalah A Heng,saya di utus oleh tabib Ling untuk memberi kabar pada tuan muda."


" kamu adalah penghuni pulau es?"


" benar tuan muda, saya di utus oleh tabib Ling untuk mencari tuan muda sampai ke pulau Jawa ini."


" ada apa kakek Ling mencari saya?"


" begini tuan muda,ini ada surat dari tabib Ling karena saat ini ayah tuan muda sedang membutuhkan pertolongan dari tuan muda."


" pertolongan?apa yang terjadi dengan ayah?saya pun hendak ke pulau es saat ini."


" di surat itu telah di jelaskan tuan muda."


Cia Bu Ki pun baru menyadari dan membaca isi surat itu.


sungguh hatinya terkejut karena ayahnya saat ini terluka.


itu sangat berbahaya,karena andai saja dunia persilatan tau,saat ini ayahnya kehilangan kekuatan,para musuh ayahnya akan menyerang pulau es dan bisa bisa membunuh ayahnya.


" kapan itu terjadi A heng?"


" sekitar sebulan yang lalu tuan,untunglah saya baru saja sampai semalam pagi dapat bertemu tuan muda di sini."


" A Heng,kamu kembalilah ke pulau es,saya akan kesana bila menemukan obat untuk menunjukan ayah."


" baik tuan muda,semoga tuan muda berhasil menemukan obat itu."


kemudian Cia Bu Ki mengajak Jaka yang hanya bisa melongo,karena arahnya berbalik bukan ke pelabuhan untuk menanyakan kapal yang akan berangkat ke negri tirai bambu tetapi kembali ke tempat mereka semula.

__ADS_1


maaf beberapa hari ini saya tidak update,karena hp saya lagi eror,dan tidak dapat menulis.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2