
” baiklah tabib Lin,sejak suhu membunuh majikan pulau neraka,sudah tidak terdengar lagi Pulu itu bahkan dunia persilatan sudah tidak memperhitungkan kedahsyatan Pendekar yang dahulu telah menggegerkan dunia persilatan.”
” Hem...bukankah istana pulau neraka telah hancur?dan para penghuni pulau neraka keluar dari sana.”
” benar tabib Lin,sebelum istana pulau neraka hancur,suhu telah menyelamatkan saya,kalau begitu saya harus ke sekte lembah neraka,sudah puluhan tahun sekte lembah neraka sudah tidak terdengar.”
” saya setuju tuan Cia, sebaiknya tuan Cia selidiki siapakah yang telah menggunakan racun api itu,hanya lembah neraka lah kemungkinan bisa menjawab misteri ini.”
” terima kasih tabib Lin,kalau begitu saya berangkat.”
” tunggu...apakah tubuhku yang tua ini sudah tidak berguna lagi?”
” ha ha ha....tabib Lin,maaf kan saya,berpegangan yang erat tabib Lin,kita akan melakukan perjalan di udara agar lebih cepat.”
sebelum tabib Lin berkata iya, tubuhnya sudah terangkat ke udara.
hari yang sudah gelap,tidak membuat Cia tong lay menunda kepergiannya untuk pergi ke lembah neraka,dia ingin membantu putra nya melewati misteri yang terjadi.
Cia tong lay mendaratkan kakinya di sebuah lembah yang sangat sepi.
” tabib Lin kita sudah sampai, sebaiknya kita berhenti di sini,saya sudah amati lembah ini sepertinya sangat sepi.”
” tuan Cia,sekte lembah neraka sejak song Piu tewas oleh tuan sin liong,sekte ini memindahkannya agar tidak dapat di temukan.”
” Hem....mungkin lembah ini penuh jebakan, sebaiknya kita tunggu sampai besok pagi,agar kita dapat menghindari bila jebakan jebakan itu akan merenggut nyawa kita.”
” saya setuju tuan cia.”
__ADS_1
perasaan tabib Lin mulai sedikit tenang,jarang sekali dirinya harus melewati jalur udara,saat di Cia tong lay dirinya hanya bisa memejamkan mata.
**
suara burung membangunkan tabib Lin Dan Cia tong lay,hari tampak mulai terang,sinar matahari mulai mengintip dari balik celah dedaunan.
” tuan Cia apakah kamu sudah bangun?”
” sudah tabib lin.”
” apa yang harus kita lakukan sekarang?”
” kita harus menyusuri lembah ini tabib Lin, sepertinya itu ada jalan setapak mungkin itu jalan para murid sekte lembah neraka.”
” baiklah tuan cia.”
hampir satu jama mereka berjalan dengan hati hati sambil mengamati tempat itu apa bila ada sesuatu yang akan membahayakan perjalanan mereka.
memang sesuatu pun terjadi,ratusan anak panah dari berbagai arah menghujani mereka.
" awas tabib lin.”
Cia tong lay berusaha meruntuhkan ratusan anak panah itu dengan kedua tangannya yang begitu cepat.
bahkan tabib Lin juga sibuk menangkis ratusan anak panah itu yang sepertinya tidak henti-hentinya meluncur ke arah mereka.
” tuan Cia, sepertinya anak panah ini tidak akan habis.”
__ADS_1
” benar tabib Lin,cepat mendekat tabib Lin,kita harus segera meninggalkan tempat ini ke tempat yang aman.”
tabib Lin pun mendekati Cia tong lay,mereka pun melompat ke udara,tetapi ratusan anak panah itu sepertinya punya mata,anak panah itu mengikuti mereka yang berusaha menghindar ke udara.
” tabib Lin, sepertinya ada beberapa mesin di ujung sana,saya akan mengucurkan mesin itu.”
” apa yang harus saya lakukan tuan Cia?”
” sebaiknya tabib Lin mundur,mencari tempat yang lebih aman.”
” baiklah tuan cia.”
tabib Lin yang masih sibuk menangkis anak panah yang mengarah padanya,dan dia pun mundur meninggalkan Cia tong lay yang juga masih sibuk meruntuhkan anak panah yang menyerang dirinya.
dengan pukulan jarak jauhnya Cia tong lay pun menghancurkan beberapa mesin panah yang menyerang mereka.
sungguh luar biasa,lembah mereka Semaju ini,mereka dapat menciptakan mesin anak panah yang dapat melepaskan anak panah secara otomatis.
Cia tong lay hanya bisa menggelengkan kepalanya,sungguh mesin ini luar biasa,yang dapat membuat dirinya kerepotan.
” tabib Lin, kemarilah sekarang kita sudah aman.”
tabib Lin pun mendekati Cia tong lay kembali,dia memperhatikan begitu banyak anak panah yang hancur jatuh ke tanah.
dan di mencium racun api.
” tuan Cia,dugaan kita benar anak panah ini telah di beri racun api,ini pasti ada kaitannya dengan lembah neraka ini.”
__ADS_1
tabib Lin Qio menjadi lebih semangat,walau dirinya hampir saja tewas andai Cia tong lay tidak mampu meruntuhkan ratusan anak panah itu yang menyerang mereka.