
tubuh tabib Lin Qio gemetar menahan rasa dingin yang ada,di tambah bajunya saat ini basah kuyup akibat air terjun yang ada di luar goa.
tabib Lin Qio mencoba mengusir hawa dingin dengan cara mengeluarkan tenaga dalam agar rasa dingin yang ada di tubuhnya menghilang.
walau rasa dingin itu perlahan mulai hilang,tetapi tabib Lin Qio masih merasakan sedikit rasa dingin.
tabib Lin dengan mengendap endap,berusaha mencari tau darimana berasal hawa dingin yang tadi menyiksa tubuhnya.
**
perjalanan jauh telah membuat Cia Bu Ki harus beristirahat,dia sendiri bingung mengapa ini terjadi padanya,selama kembali dari tanah Jawa, sedikitpun Cia Bu Ki tidak pernah keluar ke dunia persilatan.
bahkan dirinya juga belum kembali ke pulau es.
ayahnya melarang untuk itu semua,karena harus berkonsentrasi dalam menyempurnakan jurus yang dia dapatkan di alam bidadari.
” Tintin sepertinya sangat sulit mencari dalang dari semua ini,para pendekar yang mencari ku hanya ingin menangkap dan ingin membunuhku,bagaimana kita harus segera memecahkan semua ini?”
Tintin memandang ke langit,andai dia dapat berbicara pada Cia Bu Ki,dia akan membantu memecahkan masalah tuannya itu,apa yang di pikirkan Tintin Cia Bu Ki hanya menghela nafas panjang seakan beban hidupnya sangat besar.
__ADS_1
” Tintin sebaiknya kita kembali ke pulau es,aku akan meminta petunjuk ayah bagaimana dapat memecahkan masalah ini.”
tetapi Tintin menggelangkan kepalanya,walau Tintin tidak dapat berbicara,Tintin dapat mengerti ucapan Cia Bu Ki.
” ada apa Tintin?apakah kita harus memecahkan masalah kita sendiri?”
Tintin mengangguk,lalu dia memberikan sebuah topeng milik Bu Ki.
” apakah aku selamanya harus memakai topeng ini Tintin?”
kali ini Tintin diam,dia tidak mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya.
setelah Cia Bu Ki naik ke punggung Tintin pun terbang ke angkasa,dia tidak ingin Cia Bu Ki menjadi cengeng, masalah ini harus Cia Bu Ki yang membereskannya.
Tintin terbang menuju ke arah barat,dengan instingnya sebagai binatang ajaib,dia dapat melihat dimana puncak masalah yang terjadi,di sebuah kota yang kecil Tintin mendaratkan kakinya tidak jauh dari kota kecil itu.
walaupun kota ini kecil,tetapi tampak benteng kota yang megah dengan beberapa prajurit tampak sedang berjaga jaga.
” mau apa kita di kota ini tintin,?
__ADS_1
Tintin mendorong Cia Bu Ki dengan kepalanya,agar Cia Bu Ki meninggalkan dirinya dan masuk kedalam kota itu.
Cia Bu Ki mengerti maksud dari Tintin,dia pun mengelus kepala Tintin dan pergi ke arah kota.
untuk menutupi jati dirinya, Cia Bu Ki tetap menggunakan topeng pemberian dari Ki Ageng Permana saat di tanah jawa.
tetapi Cia Bu Ki bingung bagaimana melewati para penjaga,andai dirinya tetap menggunakan topeng,itu sama saja akan membuat para penjaga curiga dan berusaha untuk meminta dirinya agar melepaskan topeng yang ada di wajahnya.
” Hem..baiklah,aku akan melewati tembok itu.”
Cia Bu Ki mengambil beberapa batu kecil yang ada di jalanan, dan langsung menyambut para penjaga yang ada di atas,inilah totokan jarak jauh.
para penjaga yang seakan menjadi patung,tanpa bisa melihat Cia Bu Ki yang melewati mereka dengan sangat cepat.
setelah Cia Bu Ki masuk kedalam kota,tanpa terlihat oleh para penjaga, Cia Bu Ki pun kembali menyambit mereka,dan akhirnya totokan jarak jauh dari mereka bebas,tanpa mereka sadari kalau mereka baru saja kena totok jalan darahnya.
” baiklah,aku akan mencoba mencari tau akar permasalahannya di sini.”
Cia Bu Ki tampak sangat semangat,dengan dorongan dari Tintin kini dirinya kembali bersemangat untuk mencari akar dari permasalahan dirinya.
__ADS_1