
” Ki apa yang harus saya lakukan?apakah saya harus berdiam diri saja?”
” tidak Bu Ki,kamu harus mencari jalan untuk mencari tau bagaimana untuk melepaskan diri dari gelang ini?”
” dimana saya harus mencari tau Ki?"
” saya pernah mendengar,kalau daeng Tampo memiliki adik seperguruan,carilah adik seperguruan daeng Tampo mungkin dia bisa membantu.”
Cia Bu Ki menggaruk-garuk kepalanya, dimana dia harus mencari adik seperguruan daeng tampo?itu lebih sulit di bandingkan mencari jarum di tumpukan jerami.
sungguh kini Cia Bu Ki bingung,bila dia melumpuhkan daeng Tampo,dan daeng Tampo lebih memilih mati dari pada melepaskan ajian pemikat Sukma pada tokoh aliran putih.
dan itu akan lebih berbahaya lagi,karena mereka juga akan ikut mati,sungguh menjadi dilema bagi Cia Bu Ki, solusi dari ini semua hanya satu.
mencari adik seperguruan daeng Tampo yang tak tau di mana keberadaan nya.
” baiklah ki Ageng,saya akan mencari adik seperguruan daeng Tampo,doakan saya Ki.”
Ki Ageng mengangguk, dia berharap Cia Bu Ki dapat menemukan adik seperguruan daeng Tampo,andai Cia Bu Ki tidak berhasil lebih baik dia mati bunuh diri dari pada harus menjadi mayat hidup,yang harus menuruti perintah Jaka,yang telah berubah menjadi pangeran kegelapan.
**
Cia Bu Ki keluar dari goa kampret,dan melepaskan totokan pada penjaga sehingga kini penjaga kembali sadar,tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.
setelah aman Cia Bu Ki bersiul sangat kuat dan Tintin muncul di angkasa menjemput dirinya,pikiran Cia Bu Ki bercampur aduk,dia bingung harus memulai darimana sehingga dia hanya diam ketika Tintin hanya membawanya berputar putar di angkasa.
suara Tintin yang keras menyadarkan Cia Bu Ki yang sedang memikirkan harus bagaimana menyelesaikan masalah yang sangat merumitkan pikiran nya.
saat Cia Bu Ki dalam kekalutannya,sebuah batu meluncur sangat deras ke arah mereka membuat Cia Bu Ki dan Tintin harus cepat menghindar,tetapi kini batu itu semakin banyak membuat Tintin harus mengenakan sayapnya agar batu itu berguguran ke bawah sebelum mengenai tubuhnya.
” Tintin sebaiknya kita kebawah apa yang terjadi,kita harus menghentikan orang itu yang akan mencelakai kita.”
__ADS_1
Tintin mengangguk dan meluncur dengan cepat kebawah,mencari orang yang telah menyerang mereka.
Cia Bu Ki melihat seorang lelaki paruh baya dengan kondisi punggungnya bongkok.
seperti anak kecil dirinya duduk di batu dan memandang Cia Bu Ki dan Tintin tepat berada di sampingnya.
” apakah kisanak yang telah menyerang kami?”
” aduh...maaf,saya mengira burung itu tidak ada pemiliknya..hu ...hu ..”
orang itu menangis menyesali perbuatannya, membuat Cia Bu Ki menjadi bingung.
” sudah sudah...jangan menangis.”
tetapi si bongkok malah menguatkan tangisnya, membuat Cia Bu Ki menjadi sangat bingung.
" Tintin sebaiknya kita pergi,mencari adik seperguruan daeng Tampo itu lebih baik daripada mengurai orang ini.”
” hu hu hu...kalian jahat.”
Cia Bu Ki melompat ke punggung Tintin dan bersiap pergi mencari adik seperguruan daeng Tampo,tetapi si bongkok berteriak dengan keras dan berwibawa.
” apa urusan kalian dengan adik seperguruan daeng Tampo?"
Cia Bu Ki menoleh pada si bongkok,dia hanya berbisik pada Tintin tetapi si bongkok mendengar bisikannya.
” apakah kisanak mengenal adik seperguruan daeng Tampo?”
” hu...saya yang bertanya mengapa kamu malah balik bertanya?”
” maaf kisanak,saya tidak dapat menjawab pertanyaan kisanak,ada hal yang sangat rahasia.”
__ADS_1
” baiklah pergilah,kalian tidak akan pernah menemukan orang yang kalian cari.”
” percuma bicara dengan orang yang kurang waras,Tintin sebaiknya kita pergi.”
tetapi Tintin tidak bergerak,dia hanya diam saja.
” Tintin apa yang ingin kau lakukan,mari kita pergi sebelum mereka mati Tintin.”
” anak muda, burung itu tidak ingin pergi mengapa kamu terus memaksanya.”
” Kisanak,saya sudah bersabar untuk tidak berdebat dengan kisanak, sebaiknya kisanak diam ini urusan saya dengan Tintin.”
” hu hu hu...ini aneh,saya bermimpi akan bertemu dengan seseorang yang akan menyelamatkan dunia ,tetapi mengapa saya bertemu dengan orang egois seperti dia.”
walau perkataan si bongkok pelan,tetapi jelas itu sebuah perkataan sindiran bagi Cia Bu Ki.
” kisanak,apa maumu?”
Cia Bu Ki mengerutkan dahinya,seakan merasa tersinggung dengan ucapan si bongkok.
” apakah kamu tersinggung anak muda,saya hanya berkata untuk diri sendiri.”
Cia Bu Ki tidak dapat berkata apa-apa lagi, pikirannya sedang buntu, bagaimana mencari adik seperguruan daeng Tampo,untuk melepaskan ajian pemikat Sukma.
” anak muda Pakah mamamu Bu Ki?"
Cia Bu Ki terkejut si bongkok mengetahui namanya.
” kisanak tau nama saya?siapa sebenarnya Kisanak?”
” baiklah Bu Ki,saya adalah daeng bongkok,orang yang kamu cari.”
__ADS_1
” apa kamu Adika seperguruan dari daeng Tampo?”
Cia Bu Ki tidak menyangka bahwa orang yang membuatnya kesal setengah mati adalah orang yang sedang di cari untuk melepaskan ajian pemikat Sukma pada tokoh aliran putih yang saat ini tidak berdaya di goa kampret.