
tidak terasa Jaka dan Cia Bu Ki sudah menyelusuri pandepokan,dan mereka kembali dimana nyai darsih dan Jaka sedang duduk membicarakan sesuatu yang sangat serius.
Jaka melihat Bu Ki yang tersenyum di samping Putri Andini,membuat Jaka sedikit iri pada Cia Bu Ki.
beruntung sekali anak itu?Hem...tapi selagi dirinya masih di jalan yang benar saya akan selalu mendukungnya walau nyawa ini jadi taruhannya.
" Bu Ki bukankah itu namamu?"
" benar nyai?"
" bagaimana dengan gurumu apakah dia baik baik saja?"
" nyai mengenal guruku?"
" bahkan guru Jaka sahabat baik guru mu Bu Ki."
cia Bu Ki seakan tidak percaya,bahwa gurunya adalah sahabat dari nyai darsih dan guru Jaka.
apakah ini hanya kebetulan atau ini telah di gariskan oleh para dewa sehingga cia Bu Ki berkumpul dengan orang-orang yang mengenal gurunya.
" maaf nyai,guru tidak pernah bercerita tentang ini?"
" ya sudahlah,malam ini kalian berdua harus menginap di pandepokan ini,karena ada sesuatu yang akan saya sampaikan padamu."
" tentang apa nyai?"
" sebaiknya kalian istirahat lah dahulu,nanti malam saya akan memanggilmu di mana saya akan menceritakan tentang apa yang kamu cari bu Ki."
cia Bu Ki tidak dapat berkata apa apa lagi,dia hanya memandang Jaka,dan ingin mendapat penjelasan dari Jaka tentang rahasia dimana dia sedang mencari mustika lima naga.
**
cia Bu Ki dan Jaka mendapat kamar khusus tamu di pandepokan putri kencana.
kamar mereka berpisah hanya di batasi oleh dinding saja.
dengan pemandangan yang sangat indah, Cia Bu Ki duduk di jendela melihat bulan purnama yang sangat indah.
tampak sekelebat bayangan menuju bukit yang sangat mencurigakan.
cia Bu Ki yang penasaran ingin mengejarnya,tetapi saat dia ingin mengejar bayangan itu,pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
" siapa?"
" saya kisanak,maaf kisanak di panggi guru keruangan nya."
__ADS_1
" baiklah tunggu,saya akan kesana."
Cia Bu Ki pun tidak jadi mengejar bayangan itu,dia hanya memperhatikan bayangan itu kemana arahnya.
dengan mata yang sudah sangat terlatih cia Bu Ki sangat jelas melihat bayangan itu di bawah sinar bulan purnama.
setelah tau kemana arahnya cia Bu Ki pun keluar dari kamarnya,tampak seorang gadis manis yang bernama Putri senja sedang menunggu cia Bu Ki.
" maaf nona,membuat nona menunggu?"
" tidak apa apa Kisanak,guru sudah menunggu."
putri kencana pun membawa Cia Bu Ki keruangan nyai darsih dimana Jaka sudah berada di sana.
" Bu Ki duduklah,ada hal sesuatu yang ingan saya sampaikan padamu."
" ada apa nyai?sepertinya ada hal yang sangat penting."
" kemarilah Bu Ki."
kali ini Jaka mengajak cia Bu Ki duduk di sampingnya,bu Ki pun menuruti ajakan Jaka.
" Bu Ki sesuai perjanjian kami dahulu,bahwa gurumu tuan Yap ho datang ke pulau Jawa ini untuk menyembunyikan mustika kipas lima naga dari incaran orang-orang yang serakah maka kami pun membantunya untuk menyembunyikan mustika itu."
" tidak juga Bu Ki,saya hanyalah salah satu yang menghadiri diskusi itu,yang ikut dengan gurumu hanyalah seseorang yang saat ini menjadi guru dari Jaka."
" apa...."
Jaka dan Cia Bu Ki terkejut dan hampir tidak percaya, bagaimana mungkin selama ini mereka bersama tidak mengetahui kalau kipas lima naga di ketahui oleh guru Jaka.
" kenapa kalian terkejut?itu hal yang lumrah,kalian di takdir kan bertemu dan menjadi sahabat sama seperti kedua guru kalian."
Cia Bu Ki dan Jaka saling berpandangan, ternyata pertemanan mereka bukan suatu kebetulan saja tetapi sudah di takdir kan oleh sang Dewata.
" tapi nyai bagaimana mungkin Bu Ki menanyakan dimana letak kipas lima naga pada orang yang telah tiada."
" Hem...itulah yang menjadi alasan mengapa Bu Ki dan kamu Jaka saya panggil kemari."
" apa yang nyai sampaikan pada kami?"
" ada satu pendekar tua yang juga mengetahui tempat dimana letak mustika naga itu di simpan."
" pendekar tua?bukankah hanya guru saya yang menemani letak dimana mustika itu di simpan?"
" benar Jaka,tetapi guru kamu telah memberitahukan pada pendekar tua,Dimana letak mustika itu,karena dia yakin umur guru kamu tidak akan panjang,sehingga pendekar tua harus mengetahui tempat dimana mustika itu di simpan."
__ADS_1
" siapakah pendekar tua itu nyai?guru tidak pernah bercerita tentangnya."
" dia adalah Ki Ageng Permana,dia di kenal sebagai pendekar tua karena wajahnya yang menua padahal dirinya pada masa itu masih seusia saya."
" dimanakah kami harus mencari pendekar tua itu nyai?"
" Hem...sejak saat itu,pendekar tua tidak pernah lagi muncul di dunia persilatan,entah dimana dia sekarang,tetapi saya pernah mendengar pendekar tua itu pergi ke arah selatan."
" sungguh sangat membingungkan,bagaimana kami harus mencari pendekar tua itu nyai,sementara saat ini dia tidak pernah muncul lagi di dunia persilatan."
" kamu percaya dengan takdir bukan?takdir akan membawa kalian berdua dan dapat bertemu dengan pendekar tua itu."
" baiklah nyai,kami akan mencari pendekar tua itu ke selatan."
cia Bu Ki dan Jaka akhirnya memutuskan mencari pendekar tua atau Ki Ageng permana.dari pada mereka harus mencari mustika kipas lima naga tanpa arah,akan sangat membingungkan.
" jawaban itu yang saya tunggu,lebih cepat kalian menemukan pendekar tua,akan lebih baik,karena saat ini golongan hitam juga ingin mendapatkan mustika kipas lima naga yang kabarnya bisa meratakan gunung sekalipun."
Cia Bu Ki dan Jaka,pun pamit besok pagi pagi mereka akan pergi ke selatan di mana pendekar tua berada di suatu tempat yang mereka juga belum tau.
setelah itu Jaka dan Cia Bu Ki undur diri untuk istirahat,mereka pun kembali ke kamar masing masing.
cia Bu Ki yang masih memikirkan apa yang akan dilakukan mencari orang yang tidak tau dimana tinggalnya, akhirya teringat bayangan hitam yang menuju bukit tadi.
" Hem..sebaiknya aku mengejar orang itu,siapakah dia atau jangan jangan dia akan membahayakan pandepokan ini."
cia Bu Ki melompat lewat jendela dan menuju ke arah Bu kit.
**
di sebuah batu besar di puncak bukit,seorang gadis sedang duduk menatap rembulan,wajahnya yang sangat cantik di terpa sinar bulan yang sangat indah sehingga tampak wajah gadis itu begitu sempurna.
dia adalah putri Andini,malam ini dia tidak dapat tidur,entah apa yang ada di pikirannya,pertemuan tadi siang dengan seorang pemuda yang selalu terbayang di pelupuk matanya membuat dirinya harus menyendiri di atas bukit sambil memandang bulan yang begitu indah.
wajah pemuda itu tidak dapat di lupakan, senyuman nya membuat wajahnya terbayang bayang di pelupuk matanya membuat dirinya harus tersenyum senyum sendiri.
" Andini.. sedang apa malam malam begini sendiri di sini?"
suara orang yang sangat di kenal sedang menegurnya.
putri Andini sangat terkejut,dia tidak menyadari kalau bukanlah dia sendiri yang ada di tempat itu.
ternyata orang yang mengganggu pikirannya sedang ada di belakangnya membuat dirinya hampir tidak percaya.
dan ingin berlari meninggalkan tempat itu,tetapi dirinya tertahan saat tangan cia Bu Ki menahannya sehingga putri Andini hanya tertunduk malu dan tidak dapat menatap cia wajah cia Bu Ki yang sangat dekat dari wajahnya.
__ADS_1