PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
PERTEMUAN YANG TIDAK TERDUGA.


__ADS_3

" masih jauh nyai?"


" di balik bukit itu,kita akan sampai kisanak,beruntung guru saat ini sedang di sana karena dia sedang menunggu seseorang."


" menunggu seseorang?"


" benar kisanak,sebulan lalu dia mengatakan akan menunggu seseorang yang katanya sangat penting hingga dia rela berdiam di bukit Sawur keming tempat tinggalnya."


" kalau begitu mari kita bergegas ke sana,takutnya guru nyai sudah tidak berada di sana lagi "


" tenang kisanak,kalau guru sudah tidak berada di sana pasti bukit itu juga menghilang dari sini."


" apa..?bagaimana mungkin?"


" entahlah hanya guru yang tau,karena saya tidak pernah di beri tau oleh guru tentang ini kisanak."


Jaka dan Cia Bu Ki harus beradaptasi dengan kecepatan nyai Sarah Wati,mereka hanya menggunakan beberapa persen saja dari kecepatan mereka berlari.


hingga akhirnya mereka sampai di hutan Pinus dimana hutan ini sangat bersih,bahkan daun daun tidak satupun jatuh ketanah.


membuat Jaka dan Cia Bu Ki sangat heran.


" tempat apa ini nyai?sepertinya penghuninya sangatlah bersih dan rajin."


" inilah tempat guru saya kisanak,ingat kisanak guru saya tidak suka dengan orang yang kotor."


Jaka dan Cia Bu Ki hanya bisa mengiyakan perkataan dari nyai Sarah Wati.


" sebentar,kalian tunggulah di sini,saya akan ketempat guru apakah kisanak dapat di terima oleh guru."


" baiklah kami akan kami akan tunggu di sini."


Jaka dan Cia Bu Ki pun menunggu di sebuah batu di bawah pohon Pinus,mereka sangat kagum dengan penghuni hutan Pinus ini,sangat bersih sehingga Jaka dan Cia Bu Ki sangat nyaman menunggu di tempat itu.


tak terasa mereka pun tertidur hingga tanpa sadar mereka sudah satu hari tertidur di tempat itu.


saat Jaka dan Cia Bu Ki terbangun mereka sangat terkejut,karena telah berada di sebuah rumah yang sangat besar.

__ADS_1


" tuan dimanakah kita?bukankah kita tadi di dalam hutan Pinus?"


" tenang Bu Ki, sepertinya tempat ini aman,kalau tidak mungkin kita sudah menjadi mayat di sini."


mereka pun mengamati tempat itu kamar yang sangat bersih dan wangi,sepertinya pemilik kamar adalah seorang wanita.


Tak lama kemudian pintu kamar di ketuk.oleh seseorang yang tidak lain adalah NYI Sarah Wati.


" kisanak,apakah kalian sudah bangun?"


" dimana kami sekarang nyai?"


" kalian sedang berada di tempat guru saya,keluarlah guru sedang menunggu kalian."


Jaka dan Cia Bu Ki pun segera keluar,tampak nyai Sarah Wati yang sudah berganti pakaian dan wajahnya terlihat cantik sekali sampai Jaka hampir tidak percaya dan mengucek ngucek matanya.


" apakah ini mimpi nyai?"


Jaka seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" kisanak,kalian bersihkan diri kalian di telaga biru yang ada di samping rumah ini."


Jaka dan Cia Bu Ki mengikuti nyai Sarah Wati dari belakang sampai ke telaga biru,yang sangat indah.


aroma wangi tercium di tempat itu,karena air telaga yang mengeluarkan wangi yang sangat menyejukkan hati mereka.


" mandilah kisanak,saya akan pergi dulu."


" apa nyai tidak ikut bersama kami mandi."


Jaka mulai menggoda nyai Sarah Wati.


" maaf kisanak,saya harus pergi dulu karena banyak yang harus saya kerjakan."


Cia Bu Ki tersenyum saat melihat wajah Jaka yang sedikit kecewa atas penolakan dari nyai Sarah Wati.


Jaka langsung menyeburkan dirinya,saat nyai Sarah Wati meninggalkan mereka, Cia Bu Ki yang tidak ingin ketinggalan dari Jaka pun ikut menyeburkan diri ke telaga biru itu.

__ADS_1


sungguh mereka sangat beruntung,bisa mandi di telaga biru,bahkan nyai Sarah Wati saja belum pernah mandi di telaga biru itu karena telaga biru adalah telaga keramat,hanya orang-orang terpilihlah yang di ijinkan mandi di telaga biru itu.


setelah puas dan cukup,mereka pun keluar dari telaga biru itu,tetapi mereka heran di sebuah batu telah tersedia pakaian bersih dan berwarna putih bersih.


" kisanak pakailah pakaian itu,guru telah menyediakan pakaian untuk kisanak berdua."


setelah itu nyai Sarah Wati kembali pergi.


setelah mereka selesai memakai pakaian yang telah di sediakan,seorang wanita muncul,dan membawa mereka ke hadapan seorang wanita yang usianya mungkin sudah ratusan tahun,tetapi wajahnya tidak menua hanya rambutnya saja yang putih semua.


" duduklah..."


" terima kasih nyai."


" apakah kalian ingin bertemu dengan Ki Ageng Permana?"


" benar nyai?apakah nyai mengenalnya?"


" ada urusan apa kalian ingin bertemu dengan Ki Ageng Permana?"


Jaka dan Cia Bu Ki tidak langsung menjawab, mereka hanya saling pandang,tidak mungkin mereka menceritakan rahasia yang selama puluhan tahun di simpan.


salah satunya adalah Ki Ageng Permana yang harus bersembunyi dari orang orang yang mengincar mustika kipas lima naga.


" maaf nyai,saya tidak dapat menjelaskannya,karena ini rahasia yang harus kami jaga nyai."


" Hem..baiklah,saya juga tidak dapat memberi tahukan pada kalian dimana saat ini Ki Ageng Permana berada."


" tapi nyai,mengapa demikian?"


" kalian pasti telah tau jawabanya."


Jaka dan Cia Bu Ki hanya bisa terdiam,mereka bingung harus berbuat apa.


" nyai....biarkan mereka bertemu saya..."


" Permana..."

__ADS_1


ucapan nyai Ambar ulan guru dari nyai Sarah Wati membuat Jaka dan Cia Bu Ki sangat terkejut,ternyata kakek tua yang baru saja datang adalah Ki Ageng Permana.


__ADS_2