PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
RENCANA PULANG KE PULAU ES


__ADS_3

Ki suro yang awalnya tidak percaya dengan kemampuan Cia Bu Ki,Ki i dia pun mengakui dengan kekalahan dari pendekar seruling hitam dia pun mendekati Cia Bu Ki dan memberikan ucapan selamat.


" maaf Pendekar muda,awalnya saya tidak percaya dengan kemampuanmu kini mataku sudah terbuka ternyata kamu pantas menjadi Pendekar yang di perhitungkan di tanah Jawa ini."


" tuan terlalu memuji,saya hanyalah memanfaatkan kelemahan para pendekar dan mendapat kemenangan dengan mudah."


" ha ha ha ...kamu memang rendah hati,pantas pendekar seperti Ki Ageng Tirtayasa,sangat yakin kamu dapat mengalahkan pendekar naga putih."


Ki suro pun kembali ke tempat duduknya,walau dia kalah dari pendekar muda itu,tetapi hatinya tidak terlalu berkecil hati karena para pendekar yang hadir telah menyaksikan kehebatan pemuda itu.


setelah pertemuan para golongan putih bubar,karena telah mendapatkan keputusan keputusan untuk menegakan keadilan,walau nyawa mereka harus melayang.


Kini nama Cia Bu Ki melambung tinggi,namanya selalu menjadi buah bibir di setiap pertemuan para pendekar.


sebagai pendekar dari negri tirai bambu yang memiliki kesaktian yang luar biasa.


**


" tuan...setelah saya pikirkan selama beberapa hari ini,saya akan kembali ke pulau es,karena saya rindu dengan kedua orang tua saya."


" Hem..apakah kamu tidak akan kembali kemari lagi Bu Ki?karena saat ini pulau Jawa sangat membutuhkan dirimu Bu Ki."


" seperti yang saya katakan tuan,saya akan kembali ke pulau Jawa ini,karena ada sesuatu yang membuatku untuk tetap tinggal di pulau Jawa ini tuan."


" apakah itu Andini Bu Ki?maaf saya terlalu jujur untuk mengatakan ini, karena saya tidak ingin Pendekar seperti kamu terlalu memikirkan wanita."


Jaka memancing Cia Bu Ki untuk mengakui kalau dia juga mencintai murid nyai darsih itu.


" tuan...bukan itu,tetapi ada suatu hal yang membuat hatiku untuk tetap tinggal di tempat ini tuan."


" kalau boleh tau,apa itu Bu Ki?jangan bilang kalau kau juga menyukai nyai Sarah wati,Bu Ki."


" maaf tuan,nyai Sarah Wati bukanlah tipe saya,ini bukan menyangkut masalah wanita tetapi ini menyangkut tentang,saya sendiri bingung untuk mengatakanya."

__ADS_1


" kerepmulah Bu Ki."


" maaf tuan,apa itu artinya?"


" lupakanlah Bu ki,."


Jaka hanya tersenyum sendiri,dia memandang jauh ke hamparan luas yang ada di hadapanya lalu kembali melihat Bu Ki yang masih melamun.


" Bu Ki..kapan kamu berangkat ke pulau es?"


" sepertinya lebih cepat lebih baik tuan,mungkin besok pagi saya akan pergi."


" apa..secepat itu kamu pergi?"


" benar tuan,hati saya mengatakan ada sesuatu terjadi di pulau es tuan."


" terjadi sesuatu?dari mana kamu tau Bu Ki?"


" saya tidak tau tuan,hanya hati saya yang mengatakan begitu."


" semoga saja begitu tuan,semoga itu hanya perasaan saya saja tuan."


" Bu Ki bolehkah saya ikut denganmu?"


Cia Bu Ki memandang Jaka yang sedang menggaruk kepalanya.


" apakah tuan serius ingin ke pulau es?"


" benar Bu Ki,saya juga ingin berpetualang ke negrimu,sepertinya itu sangat seru."


" begini tuan,pulau es sangat jauh dari pulau ini tuan,tetapi andai tuan ingin ikut bersamaku saya akan senang,karena ada kawan ngobrol tuan."


" benarkah Bu Ki,apakah saya tidak akan merepotkan dirimu?"

__ADS_1


" tidak tuan,justru saya akan merasa senang andai tuan Jaka mau ikut ke pulau es tempat tinggal saya."


" terima kasih Bu Ki."


Jaka memeluk Cia Bu Ki.


" ada apa ini tuan,lepaskan nanti apa yang di katakan orang lain bila melihat tuan memeluk saya?"


" maaf Bu Ki,saya sangat bahagia karena kamu telah memperbolehkan saya untuk ikut ke pulau es."


" tuan akan senang di sana,karena pulau itu sangat indah,nanti tuan akan saya kenalkan dengan enci saya."


" enci kamu."


" benar tuan,namanya sin Yuan Li,putri dari kakek saya."


" apakah dia cantik Bu Ki?"


" tuan Jaka,jangan mulai deh."


Cia Bu Ki mendelik pada Jaka.


" maaf Bu Ki,saya khilaf."


Jaka yang keceplosan,meminta maaf pada Cia Bu Ki.


" baiklah tuan,mari kita menghadap nyai Ambar ulan dan Ki Ageng Permana.


mereka pun kembali ke pondok teratai,untuk berpamitan dengan nyai Ambar ulan dan Ki Ageng Permana.


**


keesokan harinya Jaka dan Cia Bu Ki melesat meninggalkan pondok teratai menuju dermaga.

__ADS_1


dimana dermaga ini sangt terkenal,tempat para saudagar masuk ke wilayah tanah Jawa.


__ADS_2