
Jaka menelan ludahnya,saat melihat Bu Ki makan dengan lahapnya,selera makanya hilang,pikiranya berkecamuk.
ingin rasanya dia mengatakan sesungguhnya bahwa saat ini dirinya hanya memiliki dua koin perak,dan hanya cukup untuk dua piring nasi liwet yang ada di warung itu.
" tuan..mengapa kamu diam saja,apakah makanan di sini kurang enak?"
cia Bu Ki yang mulutnya penuh dengan nasi liwet merasa heran mengapa Jaka yang biasanya makan melebihi porsinya kini hanya memandang nasi liwet yang hangat yang ada di depannya.
" tidak mengapa Bu Ki, sepertinya saya masih kenyang?"
Jaka sengaja berbohong pada Cia Bu Ki.
cia Bu Ki mengehentikan makannya dan meneguk air dari cangkir bambu.
dia tidak percaya pada Jaka,baru saja dia mengatakan kalau dirinya lapar,kenapa belum sedikitpun menyentuh makanan dirinya mengatakan sudah kenyang.
sungguh membuat cia Bu Ki bingung sendiri,karena Jaka sangat susah di tebak.
tapi ya sudahlah,lebih baik saya makan,dari pada harus memikirkan pendekar dari pulau Jawa ini batin Cia Bu Ki.
" pelayan...tolong berikan saya nasi liwet lagi."
cia Bu Ki kembali memesan nasi liwet,yang membuat wajah Jaka berubah.
" saudara Bu Ki,ini ambilah bagian saya,saya lagi tidak selera makan."
" apakah tuan serius?"
" makanlah Bu Ki."
Jaka memberikan jatah makanya,walau di dalam hati mengumpat,dasar...apa anak ini tidak tau kalau saat ini saya juga lapar?
cia Bu Ki yang sengaja mengerjai Jaka,langsung melahap nasi liwet milik Jaka.
sebentar saja nasi liwet sudah habis berpindah ke perut cia Bu Ki.
tapi memang cia Bu Ki sedang lapar,karena sudah beberapa hari harus menggunakan tenaga dalam untuk mengejar Jaka,kembali cia Bu Ki memanggil pelayan membuat nasi liwet lagi.
__ADS_1
Jaka hampir saja berteriak,karena uangnya tidak akan cukup membayar makanan itu.
tetapi,cia Bu Ki yang sepertinya sangat menikmati nasi liwet itu Jaka pun mengurungkan niatnya.
" tuan...sepertinya makanan Jawa sangat nikmat,mengapa tuan tidak ingin mencicipinya."
" makanlah Bu ki."
Jaka hanya bisa menahan ludahnya saat melihat Bu Ki sangat menikmati makanan nasi liwet yang hangat.
" tuan tuan..apakah tuan ingin menikmati wedang jahe? wedang jahe kami sangat terkenal di desa ini?"
pemilik warung menawarkan minuman khas warungnya yang sangat di gemari di desanya.
" maaf pak,kami tidak.."
" buatkan dua tuan."
cia Bu Ki memotong perkataan Jaka yang ingin menolaknya,membuat wajah Jaka memerah,dengan apa dia harus membayar semua yang di pesan Cia Bu Ki.
" tuan..tenang,saya masih ada beberapa uang untuk makan sepuasnya di sini tuan."
" apa Bu Ki?kamu memiliki uang?"
cia Bu Ki tidak menjawab,dia malah mengeluarkan uang hasil dari kerjanya bersama juragan somat dan bonus besar yang di berikan juragan somat.
" dasar kau Bu ki,..."
Jaka hanya bisa menyumpah di dalam hati,dan langsung memanggil pelayan untuk memesan nasi liwet sebanyak yang Bu Ki makan.
cia Bu Ki hanya tersenyum,dasar pendekar pulau Jawa satu ini susah di tebak,hanya itu yang ada di pikiran cia Bu Ki.
**
setelah cia Bu Ki membayar makanan yang mereka habiskan,bahkan Jaka sampai mengeluarkan suara aneh dari mulutnya tanda kekenyangan.
mereka pun melanjutkan tujuan mereka ke pandepokan putri Kirana.
__ADS_1
sesampai di depan pandepokan putri Kirana Jaka berjalan santai menemui dua wanita yang sedang berjaga.
tampak mereka mengobrol kecil,dan akhirnya kedua penjaga itu menunduk hormat pada Jaka.
" Bu Ki kemarilah, sepertinya kita beruntung,nyai darsih sedang berada di pandepokan."
cia Bu Ki pun mendekati Jaka dan mengikuti Jaka yang melenggang masuk kedalam pandepokan putri Kirana.
Jaka sangat mengenal pandepokan putri Kirana,sudah beberapa kali dia berkunjung di pandepokan ini bahkan dia sangat berjasa saat pandepokan putri Kirana di serang oleh golongan hitam seperti salah satu pemimpin dari golongan hitam pendekar naga putih dan murid muridnya.
**
nyai darsih saat itu sedang melakukan kegiatan sehari harinya memantau latihan para murid muridnya yang di pandu oleh salah satu tangan kanannya, putri Andini yang wajahnya bagaikan rembulan malam yang sangat indah.
" nyai..bagaimana kabarmu?"
" Jaka..kau kah itu?pantas sejak tadi mata saya kedutan ternyata kamu Jaka yang akan datang?"
jaka di sambut sangat ramah oleh ketua pandepokan putri Kirana,dan di persilahkan kan masuk ke ruang tamu yang ada di halaman dekat ruang latihan.
" nyai perkenalkan sahabat saya dari negri Han,dia bernama cia Bu Ki."
" salam..."
cia Bu Ki memberi hormat pada nyai darsih Dan di balas senyuman oleh nyai darsih yang senyumannya sangat menyejukkan hati bagi siapa saja yang melihatnya.
" ada apa Jaka,sepertinya ada hal sesuatu yang sangat penting hingga kamu jauh jauh datang kemari."
" tidak nyai,kami hanya singgah kebetulan kami melewati pandepokan putri Kirana nyai."
" Hem..jangan berbohong Jaka,saya sudah sangat mengenalmu,pasti ada hal sesuatu yang ingin kau tanyakan pada saya."
Jaka hanya senyum senyum sendiri,kini mereka sangat serius berbincang tanpa melibatkan cia Bu Ki yang hanya bisa mendengar pembicaraan mereka.
sementara di ruang latihan,tampak kegaduhan kecil dimana para murid dari perguruan putri Kirana yang seluruhnya adalah wanita, sangat terpana saat melihat Cia Bu Ki bersama Jaka menemui guru mereka nyai darsih.
walau mereka bukan pertama kali melihat bentuk seorang pria,tetapi wajah cia Bu Ki yang memiliki paras yang sangat tampan membuat konsentrasi mereka terpecah sehingga putri Andini harus menghukum para gadis gadis itu.
__ADS_1
jujur putri Andini juga berdebar jantungnya saat pandangannya tidak sengaja bertemu dengan pandangan cia Bu Ki membuat rona wajahnya juga memerah.
untung saja putri Andini menyadari kesalahannya dan segera mengalihkan pandanganya pada para murid murid pandepokan putri Kirana.