PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
KI BAJO MENDAPATKAN AJIAN PANCASONA


__ADS_3

setelah selesai berlatih cia Bu Ki mendekati Jaka yang sepertinya masih bingung apa yang telah terjadi.


dia masih heran mengapa dia sudah sampai di tempat ini.


seluruh tubuhnya juga merasa linu,jawaban Cia Bu Ki tentang dia terjatuh sama sekali dia tidak ingat apapun.


" tuan..apakah tuan sudah baikan?"


" tubuh saya terasa linu Bu Ki?apa yang sebenarnya yang terjadi?"


" tuan terjatuh mungkin karena kelelahan,sehingga tuan terjatuh."


" saya tidak ingat itu Bu Ki."


" sudahlah tuan jangan di ingat,itu akan membuat tubuh tuan Jaka semakin lemah,sebaiknya tuan beristirahat agar tubuh tuan fit kembali."


" baiklah Bu Ki,tetapi perut saya lapar."


" tuan tunggu di sini,saya akan ambilkan sesuatu,saya akan buatkan tuan sup mie."


" sup mie?makanan apa itu Bu Ki?"


" tuan tenang,di sini belum ada makanan seperti itu,saya akan buatkan."


Cia Bu Ki pun ke dapur,walau rumah itu sangat kuno tetapi nyai ronggeng sangat rajin,dia juga melengkapi bumbu bumbu masak yang ada di dapurnya.


Cia Bu Ki yang dahulu sering di ajarkan enci dan ibunya sewaktu di pulau es membuat mie,kini dia sangat lihat memainkan tepung yang tersedia di dapur.


sungguh indah gerakan Cia Bu Ki,seperti menari nari dia meliuk liukan tepung itu sehingga menjadi mie yang seperti tali dan di rebus.


hanya satu jam SOP mie telah siap saji.


aroma di dapur sangat wangi,sehingga aroma itu keluar dan terhirup oleh Jaka yang menanti apa yang di masak oleh Cia Bu Ki.

__ADS_1


" tuan..sup mie telah selesai,tuan bisa memakainya mumpung masih hangat."


" Bu Ki...sepertinya aromanya sangat lezat,apakah ini yang di namakan sup mie?"


" inilah mie tuan?apakah tuan pernah memakannya?"


" belum Bu Ki?bisakah saya makan sekarang?"


Cia Bu Ki hanya tersenyum,karena wajah Jaka yang cemberut karena di ajak terus mengobrol sehingga mie yang sudah di ujung bibir hanya menunggu saja di masukan.


" silakan tuan?"


Jaka pun memakan mie buatan cia Bu Ki,sungguh di luar dugaan Jaka, mie buatan Cia Bu Ki sungguh sangat nikmat,membuat dirinya dengan lahap memakan mie itu dan hanya hitungan menit mie sudah berpindah di perut Jaka.


" bagaimana tuan?apakah mie itu enak?"


" Bu Ki..sungguh saya belum pernah menikmati makanan seperti ini,mie ini sungguh sangat lezat."


" benarkah tuan?"


" suatu saat saya akan buatkan buat tuan lagi,sayang tepung di dapur sudah habis."


" boleh Bu Ki,kapan kapan ajarkan saya membuat mie ini Bu Ki,nanti saya akan buat warung mie bila pengsiun jadi Pendekar."


ha ha ha ...


suara tawa dua sahabat itu mewarnai tempat itu,setelah Jaka sembuh mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke gunung Kelud.


**


" bajo...hari ini tapamu sudah selesai,aku akan menurunkan ajian pancasona padamu"


Ki bajo perlahan membuka mata,dia melihat samar samar wajah Datuk Warso berada di hadapannya.

__ADS_1


" Datuk apakah aku sudah memenuhi syarat?"


" benar bajo,hari ini kamu akan menerima ajian itu,tetapi kamu harus membersihkan tubuhmu di air yang sudah saya beri mantra."


Ki bajo pun menuruti perkataan Datuk Warso,dia pun mandi di air yang telah di beri mantra oleh Datuk Warso.


setengah jam kemudian setelah Ki bajo berendam,dia keluar sungguh tubuhnya sangat segar seperti bayi yang baru saja di lahirkan.


" bajo kemarilah,ingat jangan sekalipun kau gunakan pakaianmu."


" baik Datuk."


Ki bajo berjalan tanpa sehelai benangpun mendekati Datuk Warso.


" duduklah,apapun yang kau rasakan jangan sekali kali kau lawan, biarkan ilmu pancasona masuk dengan mulus ke tubuhmu."


" baik Datuk."


Ki bajo pun memejamkan matanya,dia duduk bersila membelakangi tubuh Datuk warso.


Ki bajo merasakan dua telapak tangan di atas kepalanya, ternyata Ki Warso sedang memberikan ajian pancasona melalui ubun ubun Ki bajo.


perlahan tubuh Ki bajo bergetar,lama kelamaan getar itu semakin kuat.


teriakan Ki bajo tidak dapat di bendung lagi,karena rasa sakit yang ada di kepalanya sungguh sangat membuatnya tersiksa.


bahkan rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhnya membuat teriakanya semakin keras.


lama Ki bajo merasakan rasa sakit yang ada di tubuhnya,bukan Ki bajo saja yang merasakan rasa sakit itu.


bahkan Datuk Warso sendiri juga merasakan rasa sakit yang di alami Ki bajo,bahkan Datuk Warso sampai muntah darah,terlihat tubuh Ki bajo telah bermandikan darah datuk Warso.


hingga akhirnya ledakan petir di angkasa membuat bumi serasa berguncang,itulah tanda bahwa di dunia sedang adanya manusia sedang mendapatkan ilmu terlarang yaitu ilmu panca Sona yang sangat mengerikan itu.

__ADS_1


bahkan para Pendekar juga merasakan,apa yang telah terjadi ledakan petir yang sangat keras itu membuat seluruh dunia persilatan bertanya tanya,apa yang terjadi apakah petir itu memberikan suatu tanda yang buruk atau yang baik.


__ADS_2