
Jaka sangat bersemangat menyerang Cia Bu Ki,sehingga Cia Bu Ki juga harus segera menundukan Jaka agar dia dapat menundukan nyai ronggeng agar Jaka kembali sadar.
serangan Jaka sangat membuat Cia Bu Ki sangat kerepotan,di sisi lain Cia Bu Ki tidak ingin melukai Jaka,tetapi di sisi lain dia tidak dapat terus menghindar.
dalam pertarungan yang sangat dramatis, Cia Bu Ki masih menunggu dan mencari jalan bagaimana menundukan Jaka,dan akan menyerang nyai ronggeng.
saat satu kesempatan walaupun itu sangat nihil, Cia Bu Ki langsung menyerang bagian daerah sensitif Jaka sehingga Jaka harus menghindar agar tidak terkena pukulan Cia Bu Ki.
tetapi itu hanya trik agar Jaka lengah,serangan Cia Bu Ki berubah arah dan langsung menuju syaraf Jaka yang paling pital.
sebuah totokan dari Cia Bu Ki berhasil di lepaskan di tubuh jaka,sehingga dirinya mengalami kekakuan.
tubuhnya seakan seperti patung dan tidak dapat bergerak.
akhirnya Jaka hanya berdiri dengan mata masih menatap dengan pandangan kosong.
sihir yang ada di tubuh Jaka begitu kuat.
walaupun kini tubuhnya dalam keadaan tertotok tetapi,pandanganya yang kosong dan mulutnya meraung Raung.
melihat Jaka tidak berdaya hanya beberapa gerakan dari pemuda itu,nyai ronggeng sadar bahwa pemuda itu bukanlah pendekar biasa.
tetapi ada sesuatu kekuatan yang ada di tubuhnya yang begitu dahsyat sehingga ilmu sihir nya tidak berarti apa apa pada pemuda itu.
" siapa sesungguhnya dirimu?"
__ADS_1
nyai ronggeng yang masih dalam keterkejutan nya seakan tidak percaya kalau Cia Bu Ki masih berumur masih muda.
karena sekilas dia melihat jurus jurus yang di gunakan begitu indah dan sangat sempurna.
" aku adalah malaikat kematianmu,aku akan mencabut nyawamu agar kamu tidak membuat korban lagi."
" tidak...kau bukan malaikat kematian."
nyai ronggeng mundur beberapa langkah,dirinya sedikit ciut Dengan ucapan Cia Bu Ki yang mengaku sebagai malaikat kematianya.
" hari ini hari terakhirmu,aku akan mencabut nyawamu."
" tunggu dulu...,andai kau membunuhku,temanmu akan tewas bersamaku,setidaknya dia akan gila andai dia selamat dari sihirku yang mengusai tubuhnya."
" apa perduliku,andai temanku tewas dia akan bangga bisa menjadi salah satu bagian dalam menghancurkan keangkara murkaan dari dunia ini."
jurus satu satunya dia hanya langkah seribu untuk menyelamatkan dari kemarahan pemuda itu.
dengan sedikit trik,dia melemparkan sebuah bola kecil dan meledak di udara yang mengeluarkan asap putih tebal,sehingga tempat itu yang Liputi halimun tipis,semakin pekat karena asap yang di timbulkan asap putih dari bola yang meledak.
kesempatan ini di gunakan nyai ronggeng untuk kabur dari tempat itu.
tetapi dirinya sangat terkejut karena di depannya pemuda itu melepaskan sebuah pukulan dan langsung menghantam perutnya.
Des...
__ADS_1
akchrkk....
suara teriakan keluar dari mulut nyai ronggeng,dan tubuh nyai ronggeng mundur beberapa langkah,dan langsung terduduk dengan lutut sebagai tumpuannya.
nyai ronggeng memegangi perutnya,yang rasanya sangat mulas,dia tidak sanggup untuk berdiri lagi.
jalan satu satunya dia harus menggunakan senjata rahasia berupa beberapa pisau kecil dan di lemparkan oleh nyai ronggeng ke arah Cia Bu Ki.
karena saat ini nyai ronggeng tidak dalam keadaan stabil,kecepatan pisau itu sangat lambat dan dengan mudah Cia Bu Ki menepis dengan tangannya,sehingga pisau pisau itu terjatuh dan ketanah.
Cia Bu Ki melangkah mendekati nyai ronggeng,membuat nyai ronggeng wajahnya pucat pasi.
ancaman pemuda itu sangat menakutkan.
selama ini dia yang selalu bermain dengan kematian para korban korban nya,kini dia yang harus merasa di permainkan oleh seorang pemuda yang di anggap ingusan tapi memiliki kemampuan yang sangat dahsyat.
" tolong..jangan Bu yg aku,berikan aku hidup."
" Hem...kamu sudah berbuat yang tidak baik,dan telah menyusahkan banyak orang,hari ini aku akan membunuhmu."
" jangan...."
hanya itu yang keluar dari bibir nyai ronggeng karena nyawanya telah hilang saat Cia Bu Ki melapsakan pukulan dan memecahkan kepala nyai ronggeng.
tubuh nyai ronggeng tergeletak tak berdaya,dengan kepala pecah.
__ADS_1
tak lama terdengarlah suara jerit Jaka yang sangat menggetarkan tempat itu.
Cia Bu Ki menoleh kearah Jaka,tak lama berselang Jaka pun pingsan setelah suara teriakan yang sangat mengerikan itu.