PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
TERNYATA JAKA MASIH HIDUP


__ADS_3

Cia Bu Ki melompat dari pohon satu ke pohon lainnya, gerakannya begitu sangat lincah,bahkan hampir sedikit pun tidak mengeluarkan suara di batang batang pohon.


sungguh ilmu meringankan tubuh Cia Bu Ki sudah sangat sempurna,filingnya sungguh sangat bagus,arah yang di tujunnya sudah mendekati goa kampret,tetapi saat mulai mendekati goa kampret, Cia Bu Ki melihat sebuah pandepokan yang cukup besar,dan bisa menampung murid lebih dari tiga ratus orang.


Cia Bu Ki mengamati pandepokan itu,walaupun terlihat kuno dengan bangunan dari papan,tapi terlihat sangat rapi tanpa penjagaan seorangpun di gerbang utama.


setelah setengah jam, Cia Bu Ki mengamati dan memastikan kalau pandepokan itu tidak memiliki penjagaan yang ketat, Cia Bu Ki memutuskan pergi,karena sepertinya ada sesuatu yang aneh,keadaan pandepokan itu sangat sepi,dan hanya beberapa orang saja yang berlatih.


tetapi saat Cia Bu Ki akan meninggalkan tempat itu,dia melihat orang yang sangat di kenalnya,sungguh dia harus mengucek kedua matanya.


bagikan mimpi,dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya,itu adalah Jaka teman sekaligus sahabat yang telah tewas akibat keserakahannya,di tangan ayahnya atau Pendekar pulau es.


sungguh Cia Bu Ki harus menampar pipinya sendiri,Jaka telah tewas dan menjadi debu oleh kipas lima naga.


bagaiman mungkin saat ini dia melihat Jaka masih hidup dan berada di pandepokan di gunung selamat ini.


sungguh tidak mungkin terjadi,dan tidak dapat di percaya andai Cia Bu Ki tidak menyaksikan sendiri Jaka masih hidup.


tak berapa lama,Ki bajo dengan seorang muncul dari sebuah rumah,dan menghadap Jaka dengan penuh hormat.

__ADS_1


” Ki bajo,bagaimana dengan tawanan kita?"


” saat ini kita sudah mendapat lebih dari dua puluh tokoh tokoh golongan putih pangeran.”


Cia Bu Ki hampir saja melompat ke bawah pohon saat Ki bajo memanggil Jaka dengan sebutan pangeran.”


” bagus Ki bajo,kita akan terus mengumpulkan tokoh tokoh golongan putih,untuk kita peralat menggulingkan pemerintahan.”


” tapi pangeran,kita masih ada sedikit masalah,Ki Ageng Permana atau Pendekar tua,sangat sulit untuk di ajak bekerja sama,dan itu bisa mempengaruhi tokoh tokoh yang lainnya,untuk berpegang pendiriannya untuk tidak mau di ajak bekerja sama dengan kita.”


” Hem.......bagaiman pendapat daeng Tampo?”


” maaf pangeran,saya masih memiliki senjata untuk membuat mereka menurut pada kita pangeran,tetapi itu sangat beresiko bagi kita pangeran.”


” saya masih punya ajian pengikat sukma,dengan ajian pengikat sukma, mereka mau tidak mau harus menurut apa yang saya perintah pada mereka,kalau tidak mereka akan mati dengan sangat tersiksa.”


” ajian pemikat Sukma?apa bedanya dengan jaring pemikat Sukma itu daeng Tampo?”


” maaf pangeran,biar saya yang menjelaskannya.”

__ADS_1


” katakanlah Ki bajo.”


” jaring pemikat Sukma adalah jaring yang hanya bisa memikat satu orang saja pangeran, sedangkan ajian pemikat Sukma sebuah ajian yang dapat mengikat berapa saja tanpa ada batas.”


” sungguh menarik,tetapi mengapa memiliki resiko?”


” maaf pangeran,ajian pemikat Sukma sebuah ajian yang di letakan di sebuah gelang leher,dan itu sangat beresiko karena mereka yang tidak mau mengikuti kemauan daeng Tampo,gelang itu akan mengikat leher si pemakai Sampai mati pangeran.”


Cia Bu Ki yang mendengar pembicaraan mereka sungguh sangat terkejut,karena ada ilmu yang sangat kejam seperti ajian pemikat Sukma.


Ki Ageng harus segera di selamatkan agar tidak terjerumus oleh ajian pemikat Sukma.


” bagus saya suka dengan senjata seperti itu, segera lakukan agar mereka mau menurut,dan bekerja sama dengan kita.”


” siap pangeran,kami undur diri dahulu.”


Ki bajo dan daeng Tampo kembali memberi hormat dan pergi ke arah dimana para tawanan sedang meringkuk di goa kampret.


Jaka yang saat ini di sebut sebagai pangeran pun Kembali masuk kesebuah ruangan yang cukup rapi,dan menghilang di balik pintu.

__ADS_1


” aku harus segera menyelamatkan Ki Ageng,dan nyai darsih,sebelum ajian pemikat Sukma membelenggu leher mereka.”


Cia Bu Ki mengikuti Ki bajo dan daeng Tampo, jaraknya sengaja sedikit jauh agar Ki bajo tidak curiga,dan itu dapat menggagalkan rencana Cia Bu Ki untuk menyelamatkan Ki Ageng dengan Pendekar lainnya.


__ADS_2