
tepuk tangan terdengar dari arah belakang cia Bu Ki,ternyata Jaka sedang bertepuk tangan atas keberhasilan Cia Bu Ki dapat menahan amarahnya dengan melepaskan nenek tua yang bergelar pendekar tongkat gila itu.
" Bu Ki...saya sangat kagum atas sifat dewasamu dengan mengampuni nenek tua itu.”
" Hem...tuan,saya tidak melepaskannya begitu saja,karena saya ingin mengikutinya agar kita dapat menemukan siapa sebenarnya yang memiliki ajian pancasona itu.’’
” apa...”
Jaka sangat terkejut,kenapa dia tidak berpikir seperti Cia Bu Ki,dengan melepaskan salah satu dari mereka,itu akan memudahkan mereka mengejar markas dimana mereka akan menemukan para pendekar golongan hitam dan itu berarti akan lebih mudah untuk menemukan pemilik baru ajian pancasona.
" cepat tuan sebelum kita kehilangan jejaknya."
Cia Bu Ki menarik lengan Jaka yang masih terkejut dengan kecerdasan anak muda itu.
mereka berlari dengan cepat,dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya untuk mengikuti kemana perginya nenek tua itu.
hanya sekejab saja mereka telah menemukan NYI kasih atau si nenek peyot yang memiliki gelar pendekar tongkat gila.
tampak nenek itu sedang tertatih tatih berjalan menyusuri hutan lebat itu.
dirinya masih tidak menyangka tongkat yang telah menemaninya selama puluhan tahun harus patah menjadi dua oleh pemuda yang masih bau kencur itu.
baginya ini hanya mimpi buruk yang menimpanya,sungguh dia masih tidak menyangka pemuda itu memiliki kesaktian begitu rupa.
hingga dia harus lari terbirit-birit untuk menyelamatkan dirinya dari kematian yang sangat menyakitkan.
bagaimana andai dunia persilatan tau kalau bersama Ki Sono dia mengeroyok pemuda yang di katagorikan masih bau kencur dengan mudah membunuh Ki Sono dan dua murid dari pandepokan bayangan setan.
__ADS_1
bahkan dirinya sengaja di ampuni untuk memberi kabar pada para golongan hitam agar segera berhati hati karena pemuda itu akan datang untuk menghancurkan golongan hitam.
” ini tidak bisa di biarkan,aku harus ke lereng gunung Bromo untuk bertemu dengan memberitahukan pada Ki bajo agar mengumpulkan para pendekar hebat dari golongan hitam untuk memusnahkan pendekar muda itu.”
NYI kasih bergumam didalam hatinya,sambil menahan rasa sakit akibat luka yang ada di perutnya akibat terkena sabetan pedang naga milik pemuda itu.
NYI kasih terus berjalan,dan sesekali berhenti untuk memeriksa lukanya.
baginya lebih cepat sampai ke lereng gunung Bromo akan membuat hatinya lega dengan mengabarkan berita ini dan tentang kematian Ki Sono.
**
” Bu Ki apakah kita harus tetapi mengikutinya?”
” benar tuan,karena selama ini kita tidak tau kemana kita harus mencari pemilik ajian pancasona itu,dengan mengikuti nenek itu, sedikit banyak kita akan mendapat titik terang.”
” saya yakin dia akan meminta bantuan pada temannya tuan,karena saya mengancam padanya agar para golongan hitam untuk segera berhati-hati karena saya akan datang untuk menghancurkan mereka.”
Cia Bu Ki dengan santai menjawab keraguan Jaka,yang membuat Jaka terbelalak karena tidak menyangka pemikiran Cia Bu Ki sampai ke arah situ.
sungguh kecerdasan yang sangat luar biasa.
walau dirinya jauh lebih tua dari Cia Bu Ki tetapi dalam pemikiran dan kecerdasan Jaka masih kalah jauh dari Cia Bu Ki.
sungguh Jaka hampir saja berpikir kalau Cia Bu Ki bukanlah manusia biasa melainkan jelmaan dewa yang sengaja diturunkan ke tanah Jawa untuk memberantas keangkara murkaan yang di sebabkan oleh para Pendekar golongan hitam.
” Bu Ki aku percaya dengan rencanamu,tetapi bagaimana kalau saja saat ini para pendekar golongan hitam bersama tokoh-tokoh saktinya sedang berkumpul apa yang akan kamu lakukan?apakah kamu akan tetap melawan mereka?”
__ADS_1
” Hem...cuma satu jalan satu satunya tuan.”
” apa itu Bu ki?”
” kita harus kabur dari tempat itu?sehebat apapun ilmu kita bila harus dipaksakan untuk di gunakan sepenuhnya,kita akan mati konyol tuan,karena guru saya pernah mengajarkan satu hal.”
” apa itu Bu Ki?”
” dalam pertarungan bukan kekuatan saja yang harus di gunakan tuan,kecerdikan dan kecerdasan dalam mengambil kebijakan dalam menyerang atau bertahan berpengaruh penting untuk mencapai kemenangan.”
” benar sekali Bu Ki,saya dahulu sempat salah dalam mengambil keputusan.”
” apakah tuan pernah mengalaminya?”
" betul Bu Ki,saat saya harus membalas dendam akibat tewasnya istri saya dan saya harus melawan tokoh tokoh sakti golongan hitam,dan berakhir nyawa saya hampir saja melayang,dan inilah akibatnya Bu ki.”
Jaka memperlihatkan batas lengannya yang putus akibat di babat oleh NYI loro bersama rekan rekannya.
” maafkan saya tuan,yang telah membuat tuan bersedih.”
” tidak Bu Ki,kamu benar selama saya kenal kamu saya banyak belajar dari kamu tentang arti kehidupan walau usia kamu jauh lebih muda dari saya.”
” tuan terlalu merendah, seharusnya saya yang berterimakasih pada tuan yang telah membantu saya mendapatkan kipas lima naga dan bagaimana mendapatkan tenaga instans dari para makluk mengerikan di sekitar danau itu.”
Jaka dan Cia Bu Ki yang asik bercerita tentang pengalaman mereka semasa pertama kali jumpa membuat mereka lupa akan tujuan mereka semula mengikuti jejak NYI kasih.
sehingga saat mereka tersadar mereka sudah kehilangan jejak NYI kasih,dan membuat mereka menyesal akan kelalaian mereka.
__ADS_1