PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
CIA TZE ZU BERHASIL MENAKLUKAN TANTANGANNYA.


__ADS_3

" paman..apa yang sedang paman pikirkan?"


fang su menoleh suara anak kecil yang tak lain adalah Cia Tze Zu.


walaupun saat ini Cia Tze Zu belajar ilmu darinya,tetapi fang su melarang Cia Tze Zu untuk memanggil dirinya guru dan alasan hanya dirinya sendiri yang tau.


" Zu...apakah kamu sudah selesai berlatih?"


" sudah paman,mengapa pertanyaan saya tidak paman jawab?"


" pertanyaan yang mana Zu?"


fang su mencoba mengulangi pertanyaan Cia Tze Zu untuk mentutupi kegugupannya.


" paman saya bertanya mengapa paman melamun dan apa yang paman pikirkan?"


Zu melengkapi pertanyaan pada fang su.


" Zu saya tidak memikirkan apa apa Zu,paman hanya sedang melihat tempat itu."


fang su menunjuk ke arah selatan, yang membuat Zu sangat heran karena fang su adalah manusia buta bagaimana fang su dapat melihat tempat yang ada di depannya.


dengan seusia Cia Tze Zu yang masih kecil hanya bisa menggelengkan kepalanya.


tetapi dia tidak ingin membantah fang su dia hanya bisa memandang kedepan Dimana fang su juga arah wajahnya juga kedepan.


" Zu...kamu mirip sekali dengan ayahmu."


kembali Cia Tze Zu heran, bagaimana dia tau kalau wajahnya mirip ayahnya,walau ibunya pernah berkata kalau wajah ayahnya mirip sekali dengan dirinya.


" paman.. bagaimana paman tau kalau wajah saya mirip ayah?"


" entahlah Zu,paman hanya merasa seperti itu,paman harap kamu akan menjadi seperti ayahmu menjadi pendekar yang sejati."

__ADS_1


" apakah paman sangat mengenal ayah saya?"


" bukan mengenal saja Zu,paman sangat mengidolakan ayahmu Zu."


" saya jadi ingin sekali melihat ayah paman."


" sabar Zu,berlatihlah sebaik mungkin paman yakin kamu akan bertemu dengan dengan ayahmu kelak."


" benarkah paman?"


fang su hanya menganggukkan kepalanya,dan berdiri meninggalkan Zu yang masih duduk.


" paman...hendak kemanakah paman?"


" Zu...paman lapar,paman ingin mengisi perut dahulu."


fang su menjawab sambil masih berjalan ke tempat kediamannya.


Cia Tze Zu hanya memandangi kepergian fang su,diapun berjalan kearah telaga yang ada di tempat itu, airnya sangat jernih Cia Tze Zu pun mendekatkan wajahnya pada air telaga itu,tampak bayangan wajahnya.


Zu berbicara di dalam hati,tekadnya sudah bulat suatu saat dia akan pergi ke negri Han atau ke pulau es untuk bertemu dengan ayahnya yang semenjak dia kecil belum sekalipun dia bertemu dengan ayahnya.


**


" Zu...hari ini kamu harus dapat menaklukkan binatang itu,ingat Zu kamu harus dapat menaklukan binatang itu hanya 2 menit."


" baik paman."


Cia Tze Zu pun mendapat tantangan dari fang su untuk menaklukan hewan banteng yang tubuhnya jauh lebih besar dari tubuhnya, sungguh membuat orang lain yang melihatnya harus menarik nafas,karena tubuh Cia Tze Zu yang kecil,tidak mungkin dia dapat menaklukan banteng yang begitu besar.


bahkan fang su memberinya waktu 2 menit,sungguh tidak wajar tantangan yang di berikan oleh fang su.


terhadap anak sekecil Cia Tze Zu.

__ADS_1


mata merah dengan hidung mendengus dengus membuat banteng itu terlihat sangat seram, tatapan yang menyala terhadap Cia Tze Zu membuat orang bergidik ngeri.


hitungan detik kemudian banteng itu berlari mengejar Cia Tze Zu yang masih berdiri menanti kedatangan banteng itu.


sungguh keberanian Cia Tze Zu sangat di acungi jempol,di usianya yang masih kecil sedikitpun dia tidak takut akan banteng yang siap mencabik cabik tubuh mungilnya.


tetapi kini Cia Tze Zu membuktikan dia adalah anak pendekar pulau es,dan cucu dari panglima Lao Tze yang kesaktianya tidak dapat di ragukan lagi.


dengan hanya menggeser sedikit tubuhnya,banteng itu harus kecewa karena serudukan nya harus meleset dan kini banteng itu melewati tubuh Cia Tze Zu yang masih berdiri tenang.


" 1 satu menit sudah terlewat Zu."


teriak dari fang su,untuk memperingatkan Cia Tze Zu.


banteng itu yang sangat kesal karena sasarannya meleset kini berbalik dan kembali menyerang Cia Tze Zu.


kali ini dengan melipatkan kecepatan dan kekuatannya banteng itu memburu tubuh Cia Tze Zu.


debu berterbangan hingga menutupi tubuh sang banteng,dan langsung berlari memburu Cia Tze Zu.


kali ini banteng itu yakin cia Tze Zu akan hancur karena tanduknya yang runcing akan menembus tubuh anak kecil itu yang masih diam saja.


Des...


pukulan tangan Cia Tze Zu langsung mengena kepala banteng yang bersamaan sudah mendekati tubuh Cia Tze Zu.


tubuh banteng yang berlari sekuat tenaga harus berhenti ketika telapak Cia Tze Zu mengenai batok kepalanya.


sungguh kekuatan yang di peragakan oleh Cia Tze Zu luar biasa.


banteng itu jatuh dan tewas seketika dengan tulang kepala hancur tanpa sedikitpun mengeluarkan darah.


Cia Tze Zu berhasil membunuh Bateng itu kurang dari dua menit,membuat fang su hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


sungguh bakat dan kekuatan anak ini seperti ayahnya,dia yakin suatu saat anak ini akan lebih hebat atau setara dengan nama besar pendekar pulau es ayahnya sendiri.


__ADS_2