
Cia Bu Ki sudah tidak sabar menunggu encinya,entah bagaimana keadaan encinya saat ini.
karena sejak kepergian ayah ibunya,sin Yuan li berkelana dan sekalipun tidak pernah pulang berkelana di dunia persilatan.
waktu yang di rasakan menjadi lama, Cia Bu Ki selalu memandang ke ujung laut,apakah ada tanda-tanda sin Yuan li akan tiba.
tetapi saat dia mulai lelah menunggu kepastian kapan enci tuan Li akan tiba,sebuah bayangan putih yang gerakannya sangat cepat melompat di atas air.
gerakannya juga sangat lincah.
wajah Bu Ki tersenyum,walau sudah sepuluh tahun lebih wajah encinya masih tampak seperti dulu,dari jauh Bu Ki sudah melihat dengan jelas raut wajah encinya yang tampak sedang menaklukan ombak yang terkenal sangat ganas itu.
sungguh wajah encinya mirip sekali dengan almarhum neneknya,cantik dan manis,bahkan neneknya dahulu di beri gelar bidadari berbaju merah.
tidak membutuhkan lama, encinya sudah menjejakkan kakinya di pulau es,tampak wajah encinya yang sedang menahan kerinduan ketika melihat suasana pulau es yang mulai berubah,dengan bangunan bangunan baru.
” selamat datang enci Yuan li.”
Cia Bu Ki yang sejak tadi menunggu kedatangan sin Yuan li mendekatinya dan langsung mengucapkan selamat datang padanya.
” Bu Ki kaukah itu?”
” benar nci,saya adalah Bu Ki keponakanmu sekaligus teman enci di masa kecil dahulu.”
tidak ada jawaban dari sin tuan li,dia langsung menubruk tubuh Cia Bu Ki dan memeluknya sangat erat.
rasa bersalah selama sepuluh tahun dan kerinduan dia tumpahkan di tubuh Cia Bu Ki.
air mata sin Yuan li tumpah ke punggung Cia Bu Ki,karena menunggu selama sepuluh tahun,stelah kepergian Cia Bu Ki yang di bawa oleh pertapa sakti Yap ho.
” Bu Ki apakah kamu merindukan enci?”
” ha ha ha pertanyaan enci sungguh lucu,buat apa saya menunggu enci sejak tadi di sini.”
” benarkah kamu merindukan encinmu ini?”
” Hem...apakah enci sakit?”
sin Yuan li kembali memeluk tubuh Cia Bu Ki,dan kembali menumpahkan air matanya di punggung Cia Bu Ki.
sungguh sin Yuan li sangat terharu,sejak sepeninggal ayah dan ibunya, dirinya bagaikan hidup sebatang kara.
__ADS_1
kakaknya sein Bu lebih asik dengan kesibukan istana,sedangkan Cia tong lay sibuk dengan ilmu bela dirinya, membuat dirinya seperti hidup kesepian,dan memilih pergi ke dunia persilatan membasmi bandit-bandit yang membuat onar di negri Han.
” enci Li,apa yang terjadi padamu?mengapa sepertinya enci sangat sedih?”
sin Yuan li melepaskan pelukannya, dirinya menatap wajah Cia Bu Ki yang berubah menjadi pemuda yang tampan,walau kulitnya agak sedikit hitam karena terdampar lama di pulau Jawa tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun.
” Bu Ki,enci sangat merindukanmu,enci menahan rasa bersalah selama sepuluh tahun sejak dirimu di culik di hadapan enci,kini kau sudah tumbuh dewasa enci akan menjagamu dan mempertaruhkan nyawa enci untukmu.”
” ha ha ha...enci Li,Bu Ki bukanlah anak kecil lagi,Bu Ki sekarang sudah menjadi pendekar yang memiliki ilmu tinggi,kalau enci tidak percaya enci boleh tangkap Bu ki.”
” bagiku kamu adalah adik kecilku Bu Ki,baiklah saya akan menjajal kemampuan mu selama menghilang sepuluh tahun ini.”
sin Yuan li menerima tantangan Cia Bu Ki,mereka meloncat kesana kemari,sungguh kemampuan kedua Pendekar ini sangat mengagumkan.
keduanya bagaikan bayangan saja yang saling kejar kejaran,berusaha mendahului satu sama lain.
satu jam sudah mereka kejar kejaran,tetapi tidak sedikitpun rasa lelah tampak di wajah mereka,suara gelak tawa membuat penghuni pulau es,keluar dan melihat dua bayangan yang saling kejar kejaran seakan tidak memperdulikan mereka yang keheranan apa yang telah terjadi.
” adik li,Bu Ki berhentilah apakah kalian akan seperti ini sampai larut malam?”
suara teriakan yang berwibawa membuat kedua Pendekar ini berhenti,mereka pun tersenyum seakan tidak merasa bersalah telah membangunkan seluruh penghuni pulau es yang keheranan dengan apa yang terjadi
Cia tong lay berkelebat mendekati mereka.
” ayah enci Li tidak bersalah,Bu kilah yang bersalah dengan menantang enci Li untuk menangkap Bu ki.”
” Hem..sudahlah,kalian harus beristirahat,karena besok pagi kalian harus sudah pergi,menuju tiga negri untuk membantu mencari Tze Zu yang
menghilang dan sampai sekarang belum juga ditemukan.”
keduanya pun menuruti apa ya g di ucapkan oleh Cia tong lay,walaupun mereka masih ingin melepaskan kerinduan yang sudah sepuluh tahun tidak bertemu.
**
keesokan harinya,sin Yuan li yang sudah berganti baju, wajahnya tampak sangat cantik sekali,sin Yuan li memandang sekeliling istana pulau es,tidak ada sedikit pun perubahan.
dimana dia lahir di istana ini,sudah beberapa tahun ini dia meninggalkan istana ini,dia pun keluar istana pulau es dimana di hutan di daerah timur,pulau yang tidak di selimuti es dan di hutan kecil inilah ayah dan ibunya di kubur.
Sin Yuan Li memberi hormat pada makam ayah dan ibunya,tampak makam ayah dan ibunya terawat sangat baik,tidak ada sedikit pun lumut berada di nisan ayah dan ibunya.
” ibu ayah,Yuan Ki telah kembali,Yuan ii sangat rindu pada kalian.”
__ADS_1
tidak terasa air mata sin Yuan li jatuh membasahi pipinya.
” adik li,kamu sudah di sini?”
Cia tong lay yang terkejut melihat sin tuan Li pagi pagi sudah berada di makam kedua orangtuanya.
” kakak lay,kamu kemari juga?”
” setiap pagi saya selalu kemari adik Li,saya juga sangat rindu dengan suhu.”
sin Yuan li pun mengajak Cia tong lay untuk sembahyang bersama untuk menghormati arwah kedua orang tua mereka.
setelah selesai sin Yuan li dan Cia tong lay kembali.
dan menemui Cia Bu Ki yang sudah menunggu sejak tadi.
” enci Li apakah enci Li sudah siap?”
” sudah Bu Ki,mari kita segera berangkat.”
” tunggu dulu enci Li,kita akan memanggil Tintin.”
” Tintin?siapakah Tintin?”
Cia Bu Ki pun bersiul sangat nyaring membuat sin Yuan Li keheranan,apa yang di lakukan oleh Cia Bu Ki.
sebuah bayangan hitam muncul di angkasa dengan suara yang membuat tanah di pulau es bergetar.
Tintin pun berputar-putar di angkasa dan langsung turun ke pulau es tepat di samping Cia Bu Ki.
” bagus Tintin,kamu tepat waktu.”
” krakkk..krak...”
jawaban Tintin membuat tanah di pulau es bergetar.
” burung apakah itu Bu Ki?”
” ini Tintin enci,dialah yang akan membawa kita ke tiga negri.”
” kamu hebat Bu ki.”
__ADS_1
hanya itu yang terucap dari mulut sin Yuan Li.
setelah mereka berpamitan pada Cia tong lay dan yang lainnya,kedua Pendekar itupun melompat ke punggung Tintin dan terbang menuju tiga negri.