
fang su bertepuk tangan pada Cia Tze Zu yang berhasil membunuh banteng yang ukuranya lebih dari tubuhnya kurang dari dua menit.
sungguh kemampuan dan bakat yang sangat menakjubkan.
" selamat Zu kamu telah berhasil dalam tantangan ini."
" paman...saya merasa kasian melihat banteng itu paman,mengapa dia begitu bernafsu membunuhku?padahal saya tidak pernah mengganggunya atau menyakiti banteng itu paman?"
" itulah sifat binatang Zu,dia akan menyerang siapa saja bila instingnya ada makhluk yang dekat dengannya dan dia merasa kalau dirinya dalam bahaya."
" bukankah saya tidak pernah menyakiti banteng itu paman?"
" Zu...suatu saat kamu pasti akan mengerti,inilah kehidupan yang kuat pasti hidup dan yang lemah akan mati."
” maaf paman,saya tidak mengerti?”
" sudahlah Zu,kamu berlatihlah dengan giat suatu saat kamu akan mengerti.”
fang su yang tidak dapat menjelaskan arti hidup ini sesungguhnya hanya bisa mengalihkan pembicaraan dan memerintahkan Cia Tze Zu untuk berlatih.
__ADS_1
gerakan indah yang di peragakan oleh jurus jurus Cia Tze Zu membuat debu beterbangan,andai saja fang su dapat melihat langsung Cia Tze Zu berlatih,mungkin dirinya akan takjub dan kagum oleh anak Pendekar pulau es itu.
**
pulau putih,dimana pulau itu sangat misteri,jarang sekali orang dapat menemukan pulau ini,karena seperti di selimuti gaib dan banyak sekali pulau kecil yang menyerupai pulau ini.
ini adalah pulau es,dimana salah satu pendekar terbaik pada zamannya,yaitu pendekar pulau es yang sangat di segani oleh dunia persilatan.
saat ini pendekar pulau es sedang kehilangan kekuatan nya,karena dia terkena pukulan dari dewa emas yang berujung kekuatannya harus drastis menghilang.
tabib Lin qio sebagai tabib yang terkenal di daerah negri Han juga tidak mampu berbuat banyak,karena susahnya mencari daun dewa sebagai penawar pukulan dewa emas.
" tuan..apa saya harus kembali kepulau Jawa untuk mencari tuan muda?"
" Hem...sudahlah A heng,saya tidak apa apa,suatu saat dia akan kembali kemari."
" tetapi tuan,sudah satu bulan tuan muda tidak kunjung tiba membawa daun dewa itu,saya khawatir terjadi apa apa pada tuan muda."
" kamu jangan khawatir A Heng,tidak seorang pun yang dapat membuat anak saya terluka,saat ini dia sedang melawan ketidak Adilan di sana."
__ADS_1
" tapi tuan,bagaimana dengan keadaan pulau es,andai dunia persilatan tau kalau tuan sedang terluka."
" biarkan saja dunia persilatan tau,apa yang mereka bisa buat di sini,lihatlah siapa yang datang itu."
pendekar pulau es atau Cia tong lay menunjuk kearah tengah laut,walau kekuatannya hilang,tetapi mata tajam Cia tong lay tidak berpengaruh,karena dia mampu melihat sesuatu yang jaraknya sangat jauh.
A Heng melihat arah yang di tunjuk oleh Cia tong lay,tetapi dia tidak melihat apapun,karena dia hanya melihat ombak yang tenang sedang bekjar kejaran.
" maaf tuan,saya tidak melihat apapun."
" tunggu saja A Heng,sebentar lagi dia akan tiba."
A heng yang penasaran ucapan dari Cia tong lay,menunggu siapa yang telah datang, diapun menunggu di samping Cia tong lay yang duduk tenang sambil memandang ke laut lepas.
ucapan Cia tong lay terbukti benar,samar samar terlihat sesuatu yang bergerak di tengah lautan,a Heng memicingkan kedua matanya untuk memperjelas pengelihatannya.
semakin lama semakin terlihat jelas,itu adalah seseorang yang sedang terbang di atas lautan.
sungguh A Heng sangat terkejut,karena itu adalah manusia,mengapa dia bisa terbang di lautan?sungguh membuat A Heng semakin penasaran.
__ADS_1
dalam sekejab saja,orang itu sudah menjejakan kakinya di pulau es, Cia tong lay tersenyum,dan di sambut senyuman juga oleh orang asing menurut A heng.