
Jurus pedang yang di mainkan oleh Cia Bu Ki sangat sempurna,memang ada kesamaan nama dalam jurus pedang naga tetapi jurus yang Cia Bu Ki mainkan lebih berbobot dan lebih cepat serta mengandung kekuatan yang sangat dahsyat.
" Bu Ki?darimana kamu belajar ilmu pedang itu?sungguh jurus yang sangat indah?"
" inilah jurus pedang naga langit tuan."
" apa...."
Jaka hampir tidak percaya bagaimana mungkin?jurus pedang naga langit hampir sama dengan pedang ciptaan kakek gurunya,pedang naga dan pedang langit,Jaka seakan tidak percaya dengan ucapan Cia Bu Ki.
" ada apa tuan?apakah tuan terkejut?"
" Bu Ki bagaimana mungkin nama jurus yang kamu mainkan seakan sama dengan pedang yang saya miliki dan pedang yang saat ini kamu genggam?"
" entahlah tuan,apakah ini hanya kebetulan atau memang sudah di takdirkan oleh para dewa,saya sendiri tidak mengerti tuan."
Jaka menghempaskan tubuhnya ke rumput yang sangat tebal, dirinya seakan tidak percaya dengan apa yang di jalaninya selama bersama Bu Ki.
semua seakan terjadi secara kebetulan tanpa dia dan Cia Bu Ki sadari.
" Bu Ki...apakah ini hanya mimpi?ataukah saya belum dapat menerima kenyataan yang sebenarnya?"
Cia Bu Ki mendekati Jaka yang terbaring di rumput tebal itu, dirinya juga menghempaskan tubuhnya di samping tubuh Jaka yang memandang kosong ke angkasa.
mereka tenggelam dalam pikiran masing masing,seakan tidak percaya dengan kejadian yang saat ini melanda diri mereka.
tetapi sesuatu yang sangat cepat telah menghampiri mereka.
Jaka dan Cia Bu Ki yang memiliki panca Indra yang terlatih dengan sigap bangkit dan menghindar.
karena ada sesuatu yang membahayakan telah mendekati mereka.
" tuan awas...."
ratusan jarum yang sangat cepat menyerang mereka berdua membuat Cia Bu Ki segera mengambil pedang masing masing untuk menangkis serangan jaruam itu.
__ADS_1
tring tring tring...
ratusan jarum itu jatuh ke tanah saat bertemu dengan pedang naga dan pedang langit.
sungguh serangan yang sangat mematikan andai saja sedetik saja mereka tidak menyadari bahaya sedang mengancam mereka.
" ha ha ha..., ternyata kalian di sini,baguslah kali ini kalian tidak akan kami lepaskan."
tiga bayangan yang sangat cepat menghampiri tempat itu.
Jaka hampir saja terperanjat ketika mengetahui siapa yang datang.
Ki Sono dan kedua pendekar dari pandepokan bayangan setan tersenyum kecut pada mereka berdua.
" Ki Sono...apa yang kamu lakukan?apakah kau begitu pengecut hingga menyerang kami seperti itu?"
" ternyata kamu masih kenal saya Jaka?baguslah katakan pada pemuda itu untuk segera menyerahkan kipas lima naga,dan nyawa kalian akan kami ampuni."
" apakah kami tidak salah dengar?apa kamu sudah tidak waras Ki Sono?"
" saya sangat waras Jaka,ketahuilah walau kalian memiliki ilmu sangat tinggi kalian tidak akan lolos dari Kematian."
suitan panjang membuat tempat itu kini berkumpul dengan para pendekar golongan hitam.
Jaka seakan tidak percaya bagaimana mungkin kini para pendekar golongan hitam berkumpul di tempat itu.
" Bu Ki..apakah akan kita hadapi mereka?atau kita lari saja dari tempat ini?"
Jaka berbisik pada Cia Bu Ki untuk meminta pedapat padanya karena kini bermunculan para pendekar golongan hitam.
" tenang tuan,kita dapat menghadapi mereka,jumlah mereka tidak lebih dari 20 orang,dan yang memiliki kemampuan tinggi hanya lelaki tua itu dan dua orang yang dekat bersamanya."
" maksud kamu Ki Sono lelaki tua yang itu?"
Jaka menunjuk dengan mulutnya ke arah Ki Sono dan dua pendekar dari pandepokan bayangan setan.
__ADS_1
" benar tuan,selebihnya mereka hanya pendekar biasa mungkin pengikut dari orang tua itu."
" mungkin juga Bu Ki,apakah kamu mampu menghadapi ketiga Pendekar itu Bu Ki?"
" sepertinya saya dapat mengalahkan mereka tuan, sebaiknya tuan lumpuhkan para pengikut mereka tuan agar saya lebih konsentrasi menghadapi ketiga pendekar itu."
" baiklah Bu Ki,hati hati Bu Ki,mereka memiliki pengalaman dan kelicikan, sebaiknya kamu gunakan kipas lima naga untuk mengalahkan mereka Bu Ki "
" belum saatnya tuan, pedang ini mampu menghadapi mereka."
Jaka melihat keseriusan Cia Bu Ki hanya mengangguk, dia percaya kemampuan Cia Bu Ki yang semakin hari dirinya semakin kuat.
" bangsat...apa kalian berdua sedang berdoa menanti ajal kalian?"
Ki Sono sangat marah,karena dirinya seperti di kacangin oleh dua pendekar golongan putih itu.
" Ki Sono..apakah kau ingin kipas lima naga,baiklah rebutlah kipas itu dari pemuda itu."
" kau...."
Ki Sono langsung melepaskan pukulan jarak jauh pada Jaka,karena telah memandang remeh kemampuannya.
mengetahui pukulan yang mengandung tenaga dalam tinggi,Jaka bersiap menyambut pukulan jarak jauh dari Ki Sono.
tetapi sebuah bisikan halus pada diri Jaka,agar menyimpan tenaga dalamnya untuk melumpuhkan para pengikut pendekar tua itu.
" tuan..menyingkirkan,simpan tenaga dalamu."
Cia Bu Ki melesat cepat ke depan Jaka,dan menyilangkan tangan ke dadanya menyambut pukulan jarak jauh dari Ki Sono.
ledakan keras terjadi,debu beterbangan ke udara menutupi tubuh Cia Bu Ki yang menyambut pukulan jarak jauh dari Ki Sono.
sungguh pukulan yang sangat dahsyat,Ki Sono tersenyum melihat pemuda itu sepertinya sudah tidak waras menahan pukulan jarak jauhnya.
tetapi senyumannya mendadak menghilang ketika, Cia Bu Ki berjalan dari ledakan dan debu yang menutupi tubuhnya tanpa sedikitpun terluka.
__ADS_1
" kau...manusia atau setan.."
Ki Sono seakan tidak percaya,pukulan jarak jauhnya yang dapat meratakan bongkahan batu sebesar tubuh gajah dengan mudah,kini seperti tidak berarti apa apa di hadapan seorang pemuda yang ada di hadapannya.