
Tubuh mereka melesat bagaikan busur panah yang baru saja di lepaskan menuju gunung Kelud.
wajah mereka menampakan mereka sedang berpikir,apa yang akan terjadi di masa depan.
hingga akhirnya selama beberapa hari,mereka tanpa henti berlari begitu cepat lalu mereka menghentikan langkahnya.
sebuah manusia yang sangat di kenal oleh Jaka sedang berdiri menghadang langkah mereka.
" dara..?apa yang kau lakukan di sini?"
" kang Jaka,sukurlah aku bertemu denganmu,sebaiknya ikut saya kang."
Jaka menoleh Bu ki untuk mengikuti, mereka.
Bu Ki hanya berpikir,bagaimana Jaka memiliki teman secantik dara.
padahal selama ini dia di perkenalkan dengan nyai nyai tua .
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam membisu,dan tanpa sedikitpun berbicara.
tiba saat di sebuah tempat dimana terdapat bunga bunga sangat indah mereka menghentikan langkahnya.
" kang Jaka tunggulah sebentar,karena guru akan tiba sesaat lagi."
mereka pun menunggu seseorang yang di sebut guru, Cia Bu Ki hanya bisa diam dan bertanya di dalam hatinya siapa sebenarnya dara itu.
tidak lama kemudian seseorang muncul,dia adalah seorang wanita yang sangat berwibawa,jaka dan dara langsung berlutut dan memberi hormat pada wanita itu.
" guru.."
jaka dan dara begitu kompak.
" berdirilah."
mereka pun berdiri dan melihat wanita yang setengah baya itu dengan sangat hormat.
wanita itu memandang Cia Bu Ki,walau dia tidak mengenal Cia Bu Ki,tetapi dirinya tertegun,karena merasakan aura kekuatan dari dalam tubuh anak muda itu.
walau dirinya sangat heran dengan kehadiran Cia Bu Ki yang ada bersama kedua muridnya,tetapi di tidak mempermasalahkan tentang itu.
" jaka,maaf kalau saya menyuruh dara untuk menghentikan perjalananmu."
" maaf guru,sepertinya ada hal yang guru sampaikan pada saya secara langsung."
" benar jaka,tetapi.."
wanita itu menoleh pada Cia Bu Ki,jaka baru tersadar kalau saat ini dia melupakan Cia Bu Ki.
__ADS_1
" maaf guru,dia adalah bu ki,dia teman saya,kalau guru tidak ingin dia berada di sini saya akan menyurunya menjauh sebentar."
" bu ki,apakah dia orang negri han?dari matanya sepertinya dia bukan orang jawa?"
" benar guru,dia tersesat di pulau jawa dan akhirnya bertemu dengan saya dan kami bersahabat sudah sangat lama."
lalu jaka menceritakan tentang Cia Bu Ki,membuat wanita itu seakan tidak percaya dengan pemuda yang ada di hadapannya itu.
" apa..dia.."
" benar guru,dialah pewaris kipas lima naga yang di titipkan di pulau jawa ini."
" hem...ternyata akhirnya sejarah akan berubah,dengan adanya pemuda itu aliran kita akan berjaya kembali.''
wanita itu adalah nyai bhanuwati atau pendekar selendang sutra guru dari dara dan jaka.
nyai bhanuwati adalah adik seperguruan dari ki ageng jawala guru utama jaka,sehingga dia juga mengetahui rahasia mustika kipas lima naga yang di simpan.
setelah ki ageng jawala meninggal,nyai bhanuwati juga mengundurkan diri dari dunia persilatan dan selama bertahun tahun tidak muncul di dunia persilatan.
tetapi setelah tanda bahwa petir yang menguncang seluruh negri nyai bhanuwati memerintahkan dara yang selama ini setia menemaninya untuk mencari jaka.
dengan kesaktian nyai bhanuwati yang memiliki kelebihan dari panca indranya jaka yang akan ke gunung Kelud akan melewati tempat pengasinganya,dan dara di perintahkan untuk menghentikan jaka.
**
" saya juga sudah mengetahuinya guru,karena tanda itu juga saya dengar."
" baguslah..dara akan menemanimu untuk mencari pemilik ilmu iblis itu."
" apakah guru sudah mengetahui siapa pemilik ilmu iblis itu?"
" belum jaka,kamu harus mencarinya,karena saat ini dirinya sangat mudah di kalahkan."
" sangat mudah di kalahkan?"
" benar jaka,ilmu pancasona memanglah ilmu iblis,dan pemiliknya tidak dapat mati walau tubuhnya telah berpisah sekalipun, tetapi ilmu itu memiliki kelemahan jaka."
" kelemahan guru?"
" ya jaka,ilmu itu belum sempurna, karena pemiliknya baru saja mempelajari ilmu itu,dan butuh tiga bulan purnama untuk menyempurnakan ilmu itu,kamu harus cepat mencari pemilik ilmu itu jaka.'
" baiklah guru,saya akan berusaha semampu saya untuk mencari pemilik ilmu iblis itu."
" lebih cepat lebih baik,saya akan memberi kamu keris ini jaka."
nyai bhanuwati pun memberikan sebuah keris kecil yang berwarna keemasan pada jaka.
__ADS_1
" keris apakah ini guru?"
" ini adalah keris untuk membunuh pemilik ilmu pancasona,usahakan keris itu masuk ke ubun ubunya,tetapi saat pemilik ilmu pancasona telah sempurna keris ini sudah tidak ada artinya sama sekali jaka."
" jadi bagaimana saya harus membunuhnya guru?"
" hanya satu jalan untuk membunuhnya jaka."
" apa itu guru?"
" tubuhnya harus terpisah dari kepalanya, setelah itu kuburlah kepala itu jauh dari tubuhnya, karena walaupun tubuhnya terpisah pemilik ilmu pancasona tidak akan mati jaka."
" baiklah guru,saya akan melaksanakan apa yang guru perintahkan."
" jaka saya yakin temanmu itu mampu mengalahkan pemilik ilmu iblis itu."
jaka pun menoleh pada Cia Bu Ki yang duduk termenung tidak jauh dari mereka.
" saya juga yakin guru."
" dara kamu ikut jaka."
" baik guru."
" tunggu dulu guru,biarkan saya dan bu ki saja yang mencari orang itu, dan dara tetap bersama guru."
" apakah kamu yakin tidak ingin di bantu oleh dara jaka?"
nyai bhanuwati menatap jaka penuh keheranan,padahal dahulu jaka sangat suka di temani oleh dara.
" benar guru,teman saya itu orangnya sangat pemalu dia tidak suka di temani wanita saat di dalam situasi seperti ini."
" hem... baiklah,sekarang saya dan dara pamit dulu."
nyai bhanuwati pun lenyap lewat ajian halimun yang di miliki nyai bhanuwati.
setelah kepergian nyai bhanuwati dan dara jaka mendekati Cia Bu Ki yng sedang melamun.
" bu ki maaf,saya tidak mengikutkan kamu dalam pembicaraan dengan guru saya."
" tidak mengapa tuan,saya mengerti kok,sepertinya ada sesuatu yang sangat penting ya tuan?"
" benar Bu Ki,ini masalah tanda beberapa hari yang lalu."
jaka pun menceritakan tentang pembicaraan dengan gurunya dan mendapat tugas baru.
cia Bu Ki semakin bingung,antara memilih membantu jaka dan mencari daun dewa untuk kesembuhan ayahnya.
__ADS_1