
teriakan demi teriakan orang lembah neraka membuatbuat suasana bergidik ngeri,darah berceceran,tidak satupun sisa sisa penghuni lembah neraka di biarkan hidup,karena itu akan menjadi duri di dunia persilatan.
kali ini Cia tong lay yang biasanya tenang,menjadi murka,iblis yang telah tewas mereka hidupkan kembali dan saat ini putra iblis itu sedang meneror dunia persilatan dengan mengatasnamakan putra sulungnya.
sungguh Cia tong lay tidak terima,lembah mereka kini berbau amis darah, Cia tong lay membantai dengan pedang tanpa wujud,membuat mereka tidak mampu untuk menghindari kematiannya.
bahkan tabib Lin mendengar jeritan demi jeritan manusia yang meregang nyawa.
hanya sepuluh menit Cia tong lay telah Kembali,dan dengan wajah sedikit senyum seakan dirinya menjelma sebagai Malaikat maut bagi para penghuni lembah neraka.
” tuan Cia kau...”
” benar tabib Lin,saya sudah membereskan mereka semua,malam ini kita bisa tidur tenang,dan kitab jurus inti es yang kedua telah berada di tanganku.”
nada Cia tong lay begitu datar, membuat tabib Lin sedikit takut untuk menyinggung perasaan Cia tong lay.
dia hanya mengangguk saja,saat Cia tong lay membawanya kembali terbang dan kembali ke pulau es.
**
malam itu Cia Bu Ki yang penasaran,masuk kedalam kamar Cuan Mey,tampak mayat Cuan Mey yang pucat pasi yang telah di beri obat pengawet agar mayat Cuan Mey tidak cepat membusuk.
Cia Bu Ki memeriksa mayat Cuan Mey,dia tau kalau orang yang telah memperkosa gadis ini orang yang sama yang telah memfitnah dirinya.
” aku harus mencari orang itu,mungkin orang itu masih di kota ini, sebaiknya aku cepat bertindak sebelum kehilangan orang yang selama ini telah memfitnah diriku.”
setelah tidak menemukan apa apa di kamar dan di tubuh mayat Cuan Mey, Cia Bu Ki pun meninggalkan kamar Cuan Mey dan pergi dari perguruan angsa putih.
di kegelapan malam,Cia Bu Ki harus tidur di sebuah pohon rindang,karena tidak mungkin dirinya melepaskan topengnya dan tidak mungkin dirinya harus mencari penginapan dengan wajah aslinya.
walau Cia Bu Ki harus tidur di atas pohon,tetapi dia selalu waspada,andai orang itu akan mencari korban lagi.
__ADS_1
**
nasib beruntung ternyata masih berpihak pada Cia Bu Ki,saat dirinya akan memejamkan mata,sebuah bayangan melesat sangat cepat ke sebuah gedung yang bisa di katakan lebih mewah dari gedung lainnya yang ada di kota batu
Cia Bu Ki yang penasaran,berusaha mengejar tanpa di ketahui orang yang mengendap endap itu.
Cia Bu Ki melompat ke atas gedung lain,agar orang itu tidak curiga kalau saat ini dirinya sedang di ikuti oleh Cia Bu Ki.
hampir saja Cia Bu Ki berteriak kaget,saat wajah orang itu terkena sinar lampu, Cia Bu Ki sangat mengenali wajah orang itu.
itu adalah wajah dirinya sendiri,yang sepertinya sedang berusaha masuk ke sebuah gedung yang mewah.
dengan kelincahannya dirinya sangat mudah masuk melalu atap gedung, Cia Bu Ki pun tidak ingin kehilangan buruannya segera menyusul.
tetapi baru saja Cia Bu Ki berada di atap gedung yang sama.
orang yang berwajah mirip dengan dirinya keluar dan membawa seorang gadis.
**
di sebuah gedung yang tidak berpenghuni,orang misterius itu yang tidak lain adalah song Lao putra dari song kian yang telah membuat kekacauan di dunia persilatan dengan menyamar sebagai Cia Bu Ki saat Inis Edang tersenyum puas.
wajah yang penuh nafsu memandang gadis yang saat ini di bawah pengaruh totokan song Lao.
” ha ha ha, ternyata aku tidak salah,kamu sangat cantik nona.”
gadis itu hanya bisa menangis dengan wajah tegang penuh rasa takut, dirinya tidak dapat berbicara apalagi bergerak.
” jangan menangis nona,aku akan mengembalikan suaramu."
song Lao pun menotok jalan gadis itu,dan dengan rasa takut gadis itu memohon pada song Lao.
__ADS_1
” tuan apa yang ingin kau lakukan?”
” kita kan bersenang senang nona,kamu jangan takut aku tidak akan menyakitimu.”
wajah song Lao yang penuh nafsu berusaha menenangkan gadis itu.
” tidak tuan,aku ingin pulang lepaskan aku tuan.”
” ha ha ha...mengapa kamu ingin pulang manis,apakah kamu tidak ingin merasakan nikmatnya surga dunia.”
” jangan tuan,lepaskan saya tuan,lepaskan.”
gadis itu berusaha menggerakkan tubuhnya,tetapi sepertinya tubuhnya mengalami kelumpuhan akibat jalan darah gadis itu masih terkunci oleh totokan song Lao.
” semakin kamu berteriak dirimu sangat menggairahkan manis.”
song Lao perlahan mendekati gadis itu,dengan sekali sentakan tubuh gadis itu kini hanya tinggal memakai pakaian dalam saja.
karena pakaian sudah berada di tangan song Lao.
mata song Lao melotot,melihat kemulusan tubuh gadis itu tanpa sedikitpun cacat terkena sinar bulan.
saat song Lao ingin membuka pakaian dalam gadis itu,sebuah batu menimpuk kepalanya membuat dia berteriak kesakitan.
” aduh....”
song Lao menoleh ke sekitar tempat itu,dia memegang kepalanya yang terkena batu,dan merasakan benjolan sebesar telur puyuh.
” kurang ajar,siapa yang berani melempar saya dengan batu,apakah kau sudah bosan hidup? keluar jangan jadi anjing pengecut.”
” ck ck ck....mengatakan anjing pengecut,apakah perbuatan mu itu tidak seperti anjing?”
__ADS_1
Cia Bu Ki muncul dari kegelapan langsung membentak song Lao yang masih memegang benjolan di kepalanya.