
malam yang semakin larut,satu persatu penghuni pulau es mengundurkan diri dan masuk ke kamar masing masing,hanya Cia tong lay dan sein Bu yang masih bertahan.
sein Bu yang penasaran tentang kabar Cia Bu Ki akhirya menanyakan langsung pada Cia tong lay.
" lay Suheng,mengapa setelah mendapatkan kipas lima naga Cia tong lay tidak kembali kemari?"
" Bu sute,kemarin dia akan kembali ke pulau es,tetapi setelah bertemu dengan a Heng yang mendapat tugas dari tabib Ling,untuk mengabarkan bahwa saya terluka dan hanya daun dewa sebagai obatnya,Ki er mengurung kan niatnya untuk kembali dan memilih mencari daun dewa itu."
" apakah sudah ada kabar tentang Ki er lagi lay Suheng?'
" tidak Bu sute,saya juga sudah memerintahkan salah satu pengikutku untuk mencari Ki er,tetapi dia selalu saja mental bila mendekati Ki er.''
" maksudnya lay Suheng?"
" entahlah Bu sute,ada sejenis kekuatan yang tidak terlihat melindungi Ki er,dan membuat makluk gaib sekalipun tidak dapat mendekatinya."
" Hem....benar benar aneh lay Suheng,apakah itu karena kipas lima naga itu,yang membuat pengikut lay Suheng harus terpental?"
" mungkinlah Bu sute,saat ini pengikut saya sedang mengikuti perjalan Ki er dari jarak jauh."
" baguslah lay Suheng,semoga saja Bu Ki berhasil mendapatkan daun dewa itu"
Cia tong lay hanya mengangguk, dia tenggelam dalam lamunannya,kedua putranya yang beda ibu tidak dapat berkumpul bersamanya,membuat Cia tong lay hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam.
akhirnya kedua pendekar sakti itu bersemedi hingga pagi menyingsing.
**
di dalam hutan yang sangat lebat,seorang kakek berjubah putih dengan rambut yang panjang dan di gulung rapi.
tampak wajah kakek itu sangat berwibawa,dan wajahnya memancarkan sinar yang sangat indah.
dialah sang pertapa sakti,sudah puluhan tahun dia tidak terjun di dunia persilatan.
dahulu di masa jayanya dia di kenal sebagai pendekar pedang naga,dan telah malang melintang di dunia persilatan.
kini namanya harus terkubur karena sudah puluhan tahun dia tidak muncul di dunia persilatan.
tetapi akhir akhir ini dalam pertapaannya dirinya resah karena ada sesuatu yang membuatnya merasa seperti dia harus kembali ke dunia persilatan.
__ADS_1
" apa yang terjadi?mengapa akhir akhir ini aku bermimpi buruk?ada apa sebenarnya?sungguh sangat mengerikan mimpi itu?"
kakek itu bertanya pada diri sendiri.
hingga suara yang sangat mengerikan mengguncang di dalam hutan itu.
" hi hi hi hi...ternyata kamu di sini suta? akhirya aku berhasil menemukanmu?"
" kamu.."
kakek yang bernama suta itu sangat terkejut dengan kehadiran seorang nenek peyot yang tubuhnya mengeluarkan aroma yang sangat amis.
Nenek ini adalah Nini Sundari,atau lebih di kenal Dewi racun.
dia adalah musuh besar dari Ki suta,atau pendekar pedang naga.
dahulu semasa mereka masih Aksis di dunia persilatan,Ki suta berhasil membunuh suami dari Dewi racun,atau Nini Sundari.
yang membuat Dewi racun harus mencAri selama berpuluh puluh tahun untuk membalaskan dendam suaminya.
walau Ki suta bisa saja membunuh Dewi racun,tetapi dia memilih bersembunyi dan menjadi pertapa.
" ada apa?apakah kau terkejut?atau kau takut?"
hi hi hi... suara tawa Dewi racun membuat bulu kuduk merinding.
" Hem...apa yang aku takutkan padamu Dewi racun?dari dahulu sampai sekarang aku tidak pernah takut dengan racunmu itu?"
" terserah padamu suta?hari ini kau harus mati untuk membalaskan dendam suamiku?"
" pergilah Nini,saat ini aku sudah tidak ingin membunuh."
" hi hi hi..dari suaramu aku tau kalau kau saat Ini sedang ketakutan suta,tapi ketahuilah racun yang ada di dalam tubuhmu akan bekerja dengan baik."
" racun?apakah aku sedang keracunan Nini?"
Ki suta sangat terkejut,sejak kapan nenek itu melepaskan racun pada dirinya,tetapi benar kata nenek itu,saat ini dirinya merasa sangat panas membuat bajunya sudah mulai basah oleh bintik bintik keringat yang keluar dari lubang pori-pori nya.
" ketahuilah suta,walau kau dapat membunuhku tetapi perlahan kau akan mati juga karena racun kumbang merah belum ada penawarnya.”
__ADS_1
" Nini...aku tidak takut mati,karena manusia juga akan mati,pergilah saat ini aku tidak ingin membunuh,bukankah kau sudah puas kalau aku terkena racunmu?"
" kurang ajar,kau..."
Dewi racun sangat marah,tampak urat uratnya membayang di kulit keriputnya.
Ki suta yang sangat memandang rendah kemampuannya membuat dirinya langsung melepaskan pukulan racun yang sangat mematikan ke arah Ki suta.
walau pukulan itu jarak jauh,tetapi racun yang terkandung dalam pukulan itu membuat pakaian dari Ki suta meleleh seperti terkena api yang sangat panas.
kini tubuh Ki suta yang hanya tulang dengan kulit sudah tidak berpakaian lagi,hanya pakaian bagian bawah saja yang masih melekat,karena pukulan Dewi racun hanya mengincar bagian atas saja.
Dewi racun tidak terlalu terkejut,melihat sedikitpun Ki suta tidak terluka,karena dia tau tubuh Ki suta kebal terhadap pukulan sakti manapun.
" hi hi hi...apakah kamu tidak malu suta,saat ini pakaianmu tidak lagi menutupi tubuh keriputmu di depan wanita seperti saya?"
" Dewi racun sekali lagi ku peringatkan,pergilah.''
kali ini nada suara Ki suta begitu datar dan dingin,walau dirinya sangat marah tetapi dia berhasil meredam kemarahan nya agar Dewi racun segera pergi dari hadapannya.
" bangsat..."
Dewi racun yang di peringatkan berulang kali oleh Ki suta semakin marah.
bertahun tahun dia mencari Ki suta untuk membalaskan dendam suaminya,kini setelah bertemu dia di suruh pergi membuat darahnya mendidih dan kembali menyerang Ki suta.
tetapi kali ini jerit kematian yang keluar dari mulut Dewi racun saat tubuhnya terbelah menjadi dua,karena pedang naga yang berada di dalam tubuh Ki suta keluar dan langsung membelah tubuh Dewi racun.
inilah kekuatan baru Ki suta,karena selama pertapaannya dia berhasil menciptakan sebuah tenaga dalam yang dapat menggerakan pedang naga tanpa harus di sentuh olehnya.
tubuh Dewi racun terbelah dua, nyawanya tidak terselamatkan lagi dan pergi ke akhirat untuk menemui suaminya.
Ki suta hanya bisa menarik nafas,dia menyesal telah kembali membunuh orang,di pandangi mayat Dewi racun yang terbelah dua dan bermandikan darah,lalu dia membalikan tubuhnya pergi meninggalkan tempat itu.
Ki suta pun memutuskan meninggalkan tempat itu dan mencari persembunyian baru.
walau racun di dalam tubuhnya sangat mematikan, tetapi ki suta tidak terlalu khawatir karena racun kumbang merah racun yang tidak terlalu ganas,tetapi racun ini hanya membunuh secara perlahan lahan selama seratus hari kemudian.
Ki sutapun pergi dengan hanya pakaian bawah saja yang masih melekat di tubuhnya.
__ADS_1