
" Paman sungguh meriah di sini paman,siapakah yang mengadakan pesta ini paman?"
" paman sendiri tidak tau bayu,karena kita sendiri baru tiba di desa ini?"
" para penduduk yang hadir di tempat ini,silahkan kalian nikmati hidangan yang ada ,karena saat ini Adipati Suwondo sedang berbahagia dengan pernikahan putrinya."
" hore.."
semua yang hadir hanya ingin menikmati keindahan kembang api dari Adipati Suwondo langsung menyerbu makanan yang di hidangkan di meja.
hari ini mereka sangat beruntung karena mereka tau kalau Adipati Suwondo sangatlah pelit,tetapi hari ini mereka beruntung mendapat hidangan gratis dari kemeriahan pernikahan anaknya.
tetapi ini adalah suatu taktik,dari Adipati Suwondo yang terkenal kikir dan pelit,dia akan menaikan pajak setelah pesta pernikahan anaknya selesai.
Adipati Suwondo sengaja berbuat begitu,agar tamu yang hadir simpati padanya dengan sangat royal memberi hidangan istimewa secara gratis pada penduduk yang hadir di tempat itu.
Bayu dan pamannya yang tidak lain adalah pendekar seruling perak atau Danur,yang sangat di segani oleh dunia persilatan.
Bayu adalah anak seorang pemburu,tetapi saat mereka berburu ayahnya tewas karena di serang oleh seekor harimau.
beruntung Danur melewati tempat itu,sehingga saat harimau akan memangsa Bayu yang ketakutan berhasil di selamatkan,tetapi ayah dari bayu telah tewas akibat gigitan harimau itu telah melukai lehernya hingga hampir putus.
Danur pun menguburkan ayah Bayu ditempat itu juga dan membawa Bayu yang masih berusia sembilan tahun berpetualang dengannya.
hari itu Danur dan Bayu yang tidak sengaja melewati desa itu mendapat rezeki makan gratis di kemeriahan pesta Adipati Suwondo.
" paman..hari ini perutku kenyang sekali."
" apakah Bayu suka makanan seperti ini?"
" benar paman."
Danur memandang Bayu yang sedang kekenyangan,hatinya teriris karena selama dalam perjalanan Bayu hanya di beri makanan buruan dari hutan,kadang rasanya hambar dan kadang sedikit gosong.
walau di dunia persilatan dirinya terkenal dengan kesaktiannya,tetapi Danur termasuk pendekar miskin yang tidak memiliki banyak uang,untunglah hari ini mereka singgah di desa ini,kalau tidak mereka akan makan buruan yang ada di alam bebas.
" paman..lihatlah!!sepertinya yang di dalam kereta kuda itu sangat kaya?"
" ssstttt,Bayu bicaranya agak sedikit pelan,entar kita di tertawakan oleh orang orang di sini."
" kenapa paman."
" sudahlah bila kamu dewasa kamu akan mengerti Bayu."
saat kereta kuda berhenti, seseorang muncul dari tirai,awalnya Danur tidak menghiraukan lelaki itu,tetapi saat lelaki itu telah keluar dari kereta,seorang wanita juga keluar dari kereta kuda tepat di belakang lelaki itu.
" Winda..."
Danur tanpa sadar mengucapkan nama wanita itu,walau pelan cukup Bayu terdengar jelas .
" paman mengenal bibi itu?"
Danur tidak menjawab pertanyaan Danur,dia hanya memandang wanita itu yang sangat anggun berjalan di samping pria paruh baya yang tampak sangat cantik sekali.
" Bayu sebaiknya kita pergi dari sini."
" kenapa paman?bukankah di sini kita dapat makan sepuasnya."
" tidak Bayu,ada hal yang kamu belum mengerti,suatu saat kalau kamu dewasa kamu pasti mengerti."
Bayu yang tidak tau maksud dari Danur hanya mengiyakan dan masih belum rela,untuk meninggalkan kemeriahan dari pesta itu.
Danur meninggalkan pesat itu dengan sedikit tergesa gesa,dia tidak ingin wanita yang bernama Winda mengetahui kalau dirinya berada di tempat itu.
__ADS_1
saat mereka berjalan suara wanita halus memanggil mereka.
" mas Danur..tunggu..!!
Danur dan Bayu menghentikan langkahnya,dia sangat mengenal suara wanita itu.
" mas Danur tunggu,apakah kamu sangat membenciku?"
Danur menoleh,kebelakang tampak wanita yang sangat di cintai ya telah mengkhianatinya dengan menikah dengan saudagar kaya saat dirinya sedang berguru di gunung Merapi.
" Winda...kamu di sini,maaf saya tidak mengetahuinya."
Danur sengaja berbohong untuk menutupi groginya.
" mas Danur,jangan berbohong kamu sengaja meninggalkan tempat ini saat melihatku bukan?"
Danur tidak dapat menjawab,karena dengan melihat Winda berjalan dengan lelaki lain saja hatinya sudah menjadi sangat sakit,apa lagi kini dirinya di tanya masa lalunya.
untung saja suami Winda cepat memanggil dan Danur selamat dari pertanyaan Winda.
tanpa mendapat jawaban dari Danur Winda pun meninggalkan Danur, sepertinya Winda sangat takut pada suaminya.
" paman..apa yang terjadi padamu?paman menangis?"
Bayu heran karena Danur matanya berkaca kaca,dan dari sela sela matanya ada air mata yang menetes.
Danur pun segera menghapus air matanya dan kembali mengajak Bayu untuk pergi dari tempat itu.
Danur menggendong bayu melesat meninggalkan desa itu dengan cepat,membuat Bayu hanya bisa memeluk tubuh Danur,karena wajahnya terasa pedas karena angin yang menerpa wajahnya.
**
sesampai di perbatasan desa danur menghentikan langkahnya,dan menurunkan Bayu.
dengan mata yang sangat terlatih,Danur menemukan beberapa orang yang sedang bersenjata sedang bersembunyi,sepertinya mereka sedang menunggu sesuatu.
Danur yang penasaran segera membawa Bayu untuk sembunyi di suatu tempat,yang sedikit jauh dari para orang-orang yang sangat mencurigakan itu.
" Bayu..sebaiknya kamu jangan bersuara,ada beberapa orang yang sangat mencurigakan."
Danur berbisik pada bayu agar tidak terdengar dari orang orang itu yang sepertinya memiliki ilmu yang lumayan.
Bayu hanya mengangguk,dia mengerti maksud dari perkataan Danur.
lama mereka hanya diam tanpa berkata apapun,dan saat Bayu yang hampir saja tertidur,terdengar suara kusir kuda sedang berteriak teriak memecut kudanya untuk segera mempercepat larinya.
tetapi sebuah pohon besar tiba tiba tumbang dan menutupi badan jalan, membuat sang kusir harus menarik tali kekang sekuat kuatnya agar kuda itu segera menghentikan larinya.
tampak kereta kuda bergoyang sangat keras,dan untung saja kuda tepat berhenti tepat di dekat pohon tumbang tidak menabraknya sehingga mereka selamat.
" kusir ada apa? mengapa kamu menjalankan kereta seperti ini?apakah kamu ingin mencelakan kami?"
" maaf ndoro,tiba tiba ada pohon tumbang ndoro."
sebuah kepala keluar dari jendela,dan tampak wajah paruh baya yang di kenal juragan bayan,yang di kenal memiliki kekayaan hampir sama dengan seorang sultan.
" Hem..bukankah kita tadi lewat sini,pohon itu belum ada di situ?"
" benar ndoro."
" coba cari jalan lain"
" tapi ndoro,ini jalan satu satunya?"
__ADS_1
" Hem..dasar tidak berguna."
belum sempat juragan bayan meneruskan kata katanya, sekelompok orang muncul dari balik pepohonan dan semak semak.
wajah mereka sangat seram,tampak mereka tidak merawat wajah mereka karena terdiri dari orang-orang kasar.
" ha ha ha ...bagus gol,kerjamu lumayan bagus,segera pergi dari kereta kuda itu dan ini buat dirimu."
seorang pria yang wajahnya penuh brewok tertawa puas, dan memberi sekantung uang pada bagol,yang tak lain kusir dari juragan bayan.
juragan bayan yang aslinya penakut, gemetar dia tau kalau di luar akan mencelakai dirinya.
sehingga juragan bayan tidak ingin keluar dari dalam kereta.
" juragan bayan keluarlah, sepertinya kamu harus membayar hutang hutang mu di sini."
tetapi juragan bayan yang ketakutan tidak ingin keluar,dia sangat mengenal pria yang memanggilnya.
" paksa bandot tua itu untuk keluar."
pria berwajah seram itu adalah pemimpin gerombolan itu,dia bernama Ki jakung,dahulu dia adalah tukang pukul juragan bayan,tetapi karena kesalahan Ki Jakung juragan bayan memecatnya dan membuat Ki jakung sangat dendam pada juragan bayan.
juragan bayan di paksa keluar dari dalam kereta kuda,di paksa berlutut di hadapan Ki jakung.
" juragan bayan apakah kamu masih mengenal diriku?"
juragan bayan tidak menjawab,dia hanya mengangguk.
di sampingnya Winda istrinya juga tidak kalah takutnya dengan juragan bayan.
" hari ini aku akan membalaskan dendammu padamu karena memecatku."
" ampun Ki jakung,ampuni saya,jangan kau apa apakan diriku ini."
" ha ha ha...apa perduliku?sudah lama ini aku rencanakan,akhirnya baru hari ini aku mendapatkan kesempatan untuk membunuhmu."
mendengar ancaman itu juragan bayan semakin gemetar,wajahnya menjadi lebih sangat pucat.
" ampuni saya Ki jakung,saya akan memberimu hartaku andai kau mau melepaskan ku?"
" penawaran yang sangat menarik juragan,apakah kamu akan memberiku istrimu yang sangat cantik ini?"
" ambilah...asal kau tidak membunuhku?"
Winda sangat sangat terpukul,karena suaminya rela mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkan nyawanya.
"ha ha ha...paksa wanita itu untuk melepaskan bajunya,aku ingin memberi tontonan gratis buat bandot tua ini."
wajah Winda pucat, saat beberapa orang mendakatinya dan mulai memaksanya melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya.
Winda berontak tetapi tenaganya kalah kuat,dan akhirnya pakaian yang ada di tubuhnya terlepas dan kini menyisakan pakaian dalam saja,membuat semua lelaki yang ada di tempat itu melotot melihat kulit Winda yang putih mulus.
Winda berusaha menutupi bagian yang terbuka dengan kedua tangannya,tetapi itu hanya membuat Ki jakung semakin bernafsu melihat ketakutan Winda.
Ki jakung yang sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh Winda yang putih mulus mendekati Winda,yang sangat ketakutan.
saat Ki jakung berusaha meraih bukit kembar yang ada di tubuh Winda,sebuah kayu meluncur dengan sangat keras langsung mengenai tangan Ki jakung dan membuat Ki jakung menjerit kesakitan dan marah marah sendiri.
" bangsat siapa yang berani berbuat ini padaku."
sebuah bayangan yang melesat dan segera menutupi tubuh Winda dengan pakian gantinya.
" mas Danur.
__ADS_1
Danur yang sejak awal curiga dengan tempat itu,sengaja ikut bersembunyi karena penasaran apa yang akan di lakukan oleh Ki jakung yang bersembunyi dengan para anak buahnya di tempat yang sepi.