
” ada apa Kisanak?apakah kami tidak boleh makan ini?”
Jaka yang sedang bingung dengan tingkah laku pak Darto mulai kesal,karena dia tau makanan itu telah di beri racun tetapi sepertinya pak Darto enggan menyuruh mereka makan.
” tidak Pendekar,saya hanya.”
wajah pak Darto yang penuh keringat,walau udara pagi sangat dingin.
” jangan khawatir kisanak,walau makanan ini sudah kisanak beri racun kami akan tetap memakannya karena kisanak sudah dengan susah payah memasaknya untuk kami.”
Jaka dan Cia Bu Ki langsung menyantap makanan yang ada di atas meja.
pak Darto hanya bisa melotot,darimana kedua Pendekar ini mengetahui kalau makanan itu telah di beri racun.
hanya sekejab makanan itu ludes,dan suara berisik dari kamar langsung berhamburan keluar.
tampak tiga wanita dan seorang pria muncul dari dalam kamar.
” bagus kerjamu,sekarang pergilah dan susul keluargamu.”
pria itu langsung menebas kepala pak Darto yang masih heran dengan Jaka dan Cia Bu Ki tidak berdampak oleh racun di makanan itu.
” tring....”
suara nyaring begitu sangat keras ketika sebuah golok bertemu tulang ayam yang di lemparkan oleh Cia Bu Ki tepat saat golok itu hampir membelah leher pak Darto.
” pergilah kisanak.”
kali ini Cia Bu Ki yang sejak tadi diam saja dengan wajah yang dingin memerintahkan pak Darto untuk segera menyingkir.
paka Darto yang baru sadar akibat di tolong oleh Cia Bu Ki hanya bisa membungkuk dan segera lari keluar dari ruangan itu menuju kamar dimana istri dan anaknya di sekap.
tetapi begitu terkejutnya dirinya saat dia menemukan istri dan anaknya telah menjadi mayat telah menjadi mayat,dan bersimbah darah karena dan leher mereka seperti terkena jerat atau di cekik karena tampak lidah mereka keluar.
pak Darto hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh istri dan anaknya yg telah menjadi mayat.
sementara di ruang makan, cia Bu Ki sedang bertarung dengan pria tua yang di kenal sebagai pendekar jari tiga dengan tiga muridnya yang di kenal di dunia persilatan tiga selendang bidadari.
cia Bu Ki yang masih bingung dengan motif mereka karena seperti rencana mereka sudah di perhitungkan sejak lama,menyambut kedatangan mereka di desa gelugur.
dengan menyandra keluarga pak Darto,mereka telah berhasil memberi racun, sepertinya rencana itu sudah sangat lama di persiapkan.
Cia Bu Ki memberi kode pada Jaka,yang menghadapi ketiga putri tiga jari agar hanya melumpuhkan mereka dan jangan di bunuh dahulu karena mereka butuh keterangan.
serangan pendekar tiga jari atau Ki Bagas memang sangat dahsyat,tetapi bukan untuk Cia Bu Ki.
bagi Cia Bu Ki serangan Ki Bagas masih terlalu lambat dan kurang bertenaga,walau jurus tiga jari itu dapat mengaburkan batu karang yang sangat keras sekalipun.
dengan mudah Cia Bu Ki menghindar setiap serangan Ki Bagas,yang membuat Ki Bagas semakin bernafsu dapat mengalahkan Cia Bu Ki.
tetapi jurus Ki Bagas masih belum mampu mengenai tubuh Cia Bu Ki,dan dengan sekali gebrak sebuah tendangan langsung mengenai tubuh Ki bagas dan tubuh membuat Ki bagas terhuyung ke belakang.
sungguh membuat Ki Bagas merasakan rasa mules yang belum pernah dia rasakan,karena perutnya seperti di hantam sebuah balok yang sangat keras.
tubuhnya tidak dapat menahan posisi kuda kudanya dan akhirnya terduduk berlutut menahan rasa mules di perutnya.
dengan cepat cia Bu Ki langsung menotok jalan darah Ki Bagas,dan membuat tubuh Ki Bagas tidak dapat berbuat apa apa lagi dan hanya bisa melotot melihat Cia Bu Ki.
__ADS_1
sedangkan Jaka sepertinya masih bermain main dengan ketiga putri Ki Bagas,tampak mata keranjangnya kambuh,dengan senyum senyum sendiri Jaka mempermainkan tiga gadis itu,seakan Jaka sedang melatih tiga gadis yang terkenal sangat sadis dalam menghadapinya lawan lawanya.
” tuan...cepat lumpuhkan mereka,waktu kita tidak banyak.”
mendengar teriakan Cia Bu Ki,Jaka tersadar diapun segera menghadapi ketiga putri Ki Bagas dengan serius.
hanya beberapa jurus saja,selendang ketiga gadis itu telah terpotong potong oleh pedang langit.
sehingga ketiga gadis itu begitu pucat apalagi saat melihat pedang yang ada di tangan Jaka adalah pedang langit Yang sangat terkenal itu.
ketiga putri Ki Bagas yang tau Jaka bukanlah tandingan mereka,langsung membalikan tubuh mereka dan lari meninggalkan tempat itu.
tetapi Jaka yang telah membaca pikiran tiga gadis itu dengan cepat menghadang mereka dan melepaskan totokan seperti yang di lakukan oleh Cia Bu Ki terhadap ayah mereka.
kini keempat ayah dan anak itu sudah tidak berdaya,karena tubuh mereka telah di titik oleh Cia Bu Ki dan Jaka.
mereka di kumpulkan diruang makan rumah pak Darto ynag pingsan akibat melihat keluarganya tewas di tangan keempat pendekar yang di lumpuhkan oleh Jaka dan Cia Bu Ki.
” lepaskan kami,atau bunublah kami.”
Ki Bagas yang berteriak-teriak pada Jaka dan Cia Bu Ki.
” sangat mudah membunuh kalian, seperti membalikan kedua tangan kami, tetapi kalian telah memberi kami racun di dalam makanan itu yang tidak berguna bagi kami.”
” ha ha ha ...apakah tidak kalian sadari,walau ilmu kalian tinggi,tetapi kalian bodoh dan sangat mudah di racuni.”
” mungkin orang lain akan tewas saat memakan racun kalian, tetapi tidak bagi kami racun kalian hanya sebagai bumbu penyedap tambahan dan makanan itu semakin nikmat.”
” apa ..tidak mungkin..”
Ki Bagas seakan tidak percaya dengan omongan jaka.
tetapi Samapi saat ini jek dan Cia Bu Ki baik baik saja, sedikitpun mereka tidak mengalami gejala keracunan.
” apa yang tidak mungki?apa kau lihat kami seperti orang keracunan?”
” si..si..apa kalian?"
kini wajah Ki Bagas mulai pucat,hanya dewalah yang dapat selamat dari racun mereka.
” apakah kamu tidak mengenal pedang yang ada di tangan ku?”
Jaka memperlihatkan pednag langit di tangannya pada Ki Bagas.
” Pendekar pedang langit ”
Ki Bagas seakan tidak percaya,kalau di hadapannya adalah Jaka atau Pendekar pedang langit.
” dan apakah kamu tidka mengenal pemuda tampan ini?”
Ki Bagas hanya menggelengkan kepalanya.
” baiklah sebelum kamu mati,kamu akan saya beri tau kalau dia adalah pendekar kipasblima naga.”
Ki Bagas hampir saja mati berdiri, bagaimana mungkin pemuda itu pendekar kipas lima naga.
karena baru saja dia ingin bergabung mencari kipas lima naga dan bertemu dengan NYI kasih atau bibi gurunya dan mendapat perintah membunuh Cia Bu Ki atau menghambat perjalanannya menuju lereng gunung Bromo.
__ADS_1
” tidak mungkin,kamu berbohong baru saja saya mendengar mustika kipas lima naga muncul,tidak mungkin pemuda itu telah memilikinya.”
” ha ha ha...memangbjamubkeman selama ini?Pakah kamu tidak mendengar kalau kipas lima naga sudah sangat lama muncul dan menjemput ahli warisnya?dasar kamu.”
Jaka hanya bisa menggelengkan kepalanya.
” tuan...jangan bercanda,cepat katakan siapa yang menyuruh mereka yang ingin mencelakai kita.”
Jaka tersadar,dia hanya bisa garikbgaruk kepalanya.
” bukalah kalian belum pernah bertemu atau mengenal kami, berarti klian adalahborang suruhan,cepat katakan siapa yang menyuruh kalian untuk membunuh kami.”
nada Jaka mulai keras,yang membuat ketiga putri itu tersentak kaget.
karena Jaka yang selalu berkata lembut dan humoris ternyata memiliki sifat yang kasar juga.
walaupun mereka terkejut dengan perubahan sikap Jaka,Ki bagas dan ketiga anaknya hanya bisa diam dan tidak mengatakan apa-apa.
” Bu Ki,apa yang harus kita lakukan sepertinya mereka tidak ingin mengatakannya.”
” tuan bunuh saja,lebih baik kita pergi dari sini,karena mereka buang buang waktu saja.”
Cia Bu Ki dengan sikap yangs angat dingin membuat Ki Bagas semakin pucat saat Cia Bu Ki memerintahkan Jaka untuk membunuh mereka.
” baiklah Bu Ki,biarlah pedang langit ini meminum darah mereka.”
mendengar itu Ki Bagas semakin sangat pucat,apalagi saat Jaka memainkan pedang langit di tangannya seakan dirinya enggan melihat itu semua.
” tunggu...Ki Bagas terpaksa berteriak untuk menghentikan jaka yang mulai mendekati mereka dengan pedang langit masih di tangan Jaka.
” ada apa?apakah kamu sudah siap untuk mati.”
” tidak tunggu..,tolonglah kami Pendekar,berilah kami kesempatan untuk bertobat.”
” ha ha ha...hanya satu pilihan kalian,apakah kalian ingin memberitahu kami siapa yang menyuruh kalian atau mati dengan kepala berpisah dengan raga kalian?”
” baiklah kami percaya pada Pendekar,kami hanya di suruh oleh bibi guru kami NYI kasih.”
jawaban Ki Bagas membuat Jaka tersenyum,benar dugaan mereka.
” apakah kamu tau kemanakah NYI kasih pergi.”
” NYI kasih pergi ke lereng gunung Bromo pendekar.”
mendengar itu Cia Bu Ki segera menarik Jaka untuk mengejar NYI kasih yang mungkin sudah jauh dari tempat mereka.
” tunggu pendekar,lepaskan kami bukankah Pendekar sudah berjanji untuk melepaskan kami?”
” maaf kisanak,kami tidak pernah berjanji sperti itu,kami hanya berjanji tidak akan membunuh kalian.”
suara Cia Bu Ki terasa sangat dekat,tetapi tubuh mereka sudah sangat jauh meninggalkan desa gelugur mengejar NYI kasih.
Ki Bagas yang masih tertotok berusaha melepaskan totokan mereka, tetapi sekian lama mereka berusaha sedikit pun tidak terbebas dari totokan mereka.
hingga pak Darto terbangun dari pingsannya, dan keluar dari kamar membawa sebuah golok yang tersimpan di kamarnya, Pak Darto mendekati Ki Bagas dan ketiga putrinya.
pak darto yang sedikit tau ilmu silat mengetahui kalau Ki Bagas dalam keadaan tertotok.dengan wajah yang sangat mengerikan pak Darto mendekati Ki Bagas dan ketiga putrinya yang wajahnya sangat pucat dan pasrah melihat pak Darto semakin dekat.
__ADS_1
suara teriakaan menyayat hati ketika empat kepala mengelinding di latai rumah pak Darto.
🙏🙏🙏